Tampilkan postingan dengan label IBU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IBU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 April 2013

Asuhan Kebidanan




Asuhan kebidanan adalah urutan pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh bidan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/masalah sesuai dengan wewenang dan ruang lingkup praktiknya dalam bidang kesehatan ibu masa hamil, masa persalinan, nifas, bayi setelah lahir serta keluarga berencana 

Asuhan kebidanan didasarkan ilmu dan kiat kebidanan, perumusan diagnosa dan atau masalah kebidanan, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan pencatatan asuhan kebidanan.


FILOSOFI ASUHAN KEHAMILAN

Filosofi adalah  pernyataan mengenai keyakinan dan nilai/value yang dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang/kelompok (Pearson & Vaughan, 1986 cit. Bryar, 1995:17). Filosofi asuhan kehamilan menggambarkan keyakinan yang dianut oleh bidan dan dijadikan sebagai panduan yang diyakini dalam memberikan asuhan kebidanan pada klien selama masa kehamilan. Dalam filosofi asuhan kehamilan ini dijelaskan beberapa keyakinan yang akan mewarnai asuhan itu.
1. Kehamilan merupakan proses yang alamiah
Perubahan-perubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan normal adalah bersifat fisiologis, bukan patologis. Oleh karenanya, asuhan yang diberikan pun adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Bidan harus memfasilitasi proses alamiah dari kehamilan dan menghindari tindakan-tindakan yang bersifat medis yang tidak terbukti manfaatnya.
2. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care)
Sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang  profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi lebih percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan (Enkin, 2000).
3. Pelayanan yang terpusat pada wanita (women centered) serta keluarga (family centered)
Wanita (ibu) menjadi pusat asuhan kebidanan dalam arti bahwa asuhan yang diberikan harus berdasarkan pada kebutuhan ibu, bukan kebutuhan dan kepentingan bidan. Asuhan yang diberikan hendaknya tidak hanya melibatkan   ibu hamil  saja melainkan juga keluarganya, dan itu sangat penting bagi ibu sebab keluarga menjadi bagian integral/tak terpisahkan dari ibu hamil. Sikap, perilaku, dan kebiasaan ibu hamil sangat dipengaruhi oleh keluarga. Kondisi yang dialami oleh ibu hamil juga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga. Selain itu, keluarga  juga merupakan unit sosial yang terdekat dan dapat memberikan dukungan yang kuat bagi anggotanya. (Lowdermilk, Perry, Bobak, 2000). Dalam hal pengambilan keputusan haruslah merupakan kesepakatan bersama antara ibu, keluarganya, dan bidan,  dengan ibu sebagai penentu utama dalam proses pengambilan keputusan. Ibu mempunyai hak untuk memilih dan memutuskan kepada siapa dan dimana ia akan memperoleh pelayanan kebidanannya.
4. Asuhan kehamilan menghargai hak ibu hamil untuk berpartisipasi dan memperoleh pengetahuan/pengalaman yang berhubungan dengan kehamilannya
Tenaga profesional kesehatan tidak mungkin terus menerus mendampingi dan merawat ibu hamil, karenanya ibu hamil perlu mendapat informasi  dan pengalaman agar dapat merawat diri sendiri secara benar. Perempuan harus diberdayakan untuk mampu mengambil keputusan tentang kesehatan diri  dan keluarganya melalui tindakan  KIE dan konseling yang dilakukan bidan.

Jumat, 26 April 2013

ASUHAN KEBIDANAN IBU BERSALIN KOMPREHENSIF PADA NY “ D ” G1P00000 USIA KEHAMILAN 32 MINGGU I/ T /H DENGAN INPARTU KALA I FASE LATEN

Kelahiran adalah  proses dimana janin dan ketuban didorong keluar melalui jalan lahir. Persalinan adalah  proses membuka dan menipisnya servik dan janin turun ke dalam  jalan lahir.
          Persalinan dan kelahiran normal adalah  proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam  waktu ± 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu atau janin.
          Tujuan asuhan persalinan yaitu memberikan asuhan yang memadai selama persalinan dalam  upaya mencapai pertolongan persalinan yang bersih yakni yang terjaga kestrelinnya dan aman yakni menghindari terjadinya infeksi serta komplikasi. dengan memperhatikan aspek sayang ibu dan bayi serta bagian tersebut dimasukkan dalam  persalinan bersih dan aman termasuk hadirnya keluarga atau orang yang memberi dukungan bagi ibu. 

ASUHAN KEBIDANAN IBU BERSALIN KOMPREHENSIF PADA NY “ S ” G1P00000 USIA KEHAMILAN 40 MINGGU I/ T /H DENGAN INPARTU KALA I FASE LATEN

Persalinan dan kelahiran normal adalah  proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam  waktu ± 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu atau janin. Sedangkan yang dimaksud dengan Fase laten didalam persalinan yakni diman pembukaan serviks berlangsung lambat sampai pembukaan 3 cm dan berlangsung dalam 7-8 jam. Pada fase laten ini bisa saja terjadi yakni Fase laten memanjang, yang dimaksud dengan fase laten memanjang ini adalah pembukaan serviks sampai 3 cm berlangsung lebih dari 8 jam, Fase laten memanjang ini dapat menyebabkan komplikasi pada ibu yakni terjadi pendarahan, sedangkan komplikasi yang mungkin terjadi pada bayi yakni Asfiksia sampai bayi meninggal.
Tujuan asuhan persalinan yaitu memberikan asuhan yang memadai selama persalinan dalam  upaya mencapai pertolongan persalinan yang bersih yakni yang terjaga kestrelinnya dan aman yakni menghindari terjadinya infeksi serta komplikasi. dengan memperhatikan aspek sayang ibu dan bayi serta bagian tersebut dimasukkan dalam  persalinan bersih dan aman termasuk hadirnya keluarga atau orang yang memberi dukungan bagi ibu sehingga menghindari omplikasi yang mungkin terjadi.

Rabu, 24 April 2013

ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL


Pada umumnya kehamilan berkembang dan menghasilkan bayi yang sehat cukup bulan melalui jalan lahir, namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Oleh karena itu, pelayanan asuhan antenatal merupakan cara paling penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal
Banyak penyulit-penyulit sewaktu hamil, dengan pengawasan yang baik dan bermutu dapat diobati dan dicegah sehingga persalinan dan kehamilan bisa berjalan dengan mudah dan lancar.

Download


Definisi
Kehamilan ( Graviditas ) mulai dengan konsepsi ( pembuahan ) dan berakhir dengan permulaan persalinan (FK Universitas Padjajaran Bandung,2007, hal:100). Kehamilan adalah  fertilisasi atau penyatuan dari spemartozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi ( Sarwono, 2009, hal: 213).

Tujuan Perawatan Kehamilan
a. Tujuan Umum
Menyiapkan secara optimal mungkin fisik dan mental ibu dan bayi selama dalam keehamilan, persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat.
b. Tujuan Khusus

  • Mengenal dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan dan nifas.
  • Mengenali dan menangani penyakit-penyakitbyang mungkin diderita sedini mungkin.
  • Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak.
  • Memberikan nasihat-nasihat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana, kehamilan, persalinan, nifas dan laktasi.

Etiologi
Pada coitus ( persetubuhan ) air mani terpancar kedalam ujung atas dari vagina sebanyak ± 3 cc. Didalam air mani terdapat Spermatozoa ( Sel – sel mani ) sebanyak ±100-120 juta tiap cc. Bentuk sel mani seperti kecebong dengan kepala yang lonjong dan ekor yang panjang seperti cambuk. Inti sel terdapat pada kepala sedangkan ekor berguna untuk bergerak maju. Karena pergerakan ini maka dalam satu jam saja Spermatozoa melalui Canalis Servikalis dan Cavum Uteri kemudian berada dalam Tuba. Disini sel mani menunggu kedatangan sel telur, jika kebetulan pada saat ini terjadi ovulasi, maka kemungkinan fertilisasi berlangsung.
Jika tidak terjadi ovulasi maka penghamilan tidak mungkin, maka jelaslah bahwa hanya coitus sekitar ovulasi yang dapat menghasilkan kehamilan. Sel telur dapat dibuahi hanya berapa jam setelah ovulasi, sedangkan sel mani dalam badan pria masih kuat membuahi selama 1-3 hari.
Penghamilan terjadi kalau ada pertemuan dan persenyawaan antara sel telur ( Ovum ) dan sel mani ( Sperma ). Waktu ovulasi sel telur masih diliputi oleh corona radiata tetapi rupa-rupanya Spermatozoa mempunyai enzim Hyaluronidase yang dapat mencairkan Corona radiata tersebut sehingga salah satu Spermatozoa dapat menembus dinding sel telur. Setelah persenyawaan antara sel telur dan sel mani, yang biasanya terjadi dalam Ampula tubae maka sel telur disebut Zygote. Jadi Zygote adalah ovum yang telah dibuahi oleh Spermatozoa.
Sebelum terjadinya fertilisasi sel telur maupun sel mani telah mengalami proses pematangan yang tidak hanya berwujud dalam perubahan bentuk tetapi juga perubahan dari jumlah Chromosom. Induk dari sel telur disebut Oogonium, yang menghasilkan sebuah sel telur dan 3 buah benda poler yang hanya mempunyai separuh chromosom dari sel yang biasa. Induk sel mani ialah Spermatogonium, setelah fertilisasi maka zygote mempunyai 46 buah cromosom lagi, 23 buah dari sel mani dan 23 buah dari sel telur.
Karena Cromosom yang menentukan sifat-sifat makhluk, maka dapat dipahami bahwa Zygote yang kelak akan menjadi anak untuk sebagian mempunyai sifat-sifat dari ayah dan sebagian mempunyai sifat-sifat dari ibu.

Fisiologi Terjadinya kehamilan


  • Pembuahan/fertilisasi ( bertemunya sel telur/Ovum wanita dengan sel benih/Spermatozoa pria )
  • Pembelahan sel ( Zygot )hasil pembuahan tersebut
  • Nidasi/Implantasi Zygot tersebut pada dinding saluran reproduksi ( pada keadaan normal : Implantasi pada lalapisan endometrium dinding kavum uteri )
  • Pertumbuhan dan perkembangan Zygot
  • Menjadi embrio
  • Menjadi janin bakal Individu baru

Tanda-tanda Kehamilan
a Tanda-tanda pasti
Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa atau diraba, juga bagian-bagian janin
Denyut jantung janin :
Didengar dengan stetoskop monoral laennec
Dicatat dan didengar dengan alat doppler
Dicatat dengan foto-elektro kardiogram
Dilihat dengan ultrasonografi
Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen
b Tanda-tanda kemungkinan hamil

  • Perut membesar.
  • Uterus membesar ; terjadi perubahan dalam bentuk,besar dan konsistensi rahim.
  • Tanda hegar.
  • Tanda chadwik.
  • Tanda piscaseck.
  • Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang = braxton hicks
  • Tanda ballotement
  • Reaksi kehamilan positif

c Tanda-tanda persumtif
Amenorea ( tidak dapat haid )
Wanita harus mengetahui tanggal hari pertama haid terakhir ( HPHT ) supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran tanggal persalinan.
Mual dan muntah ( nausing and vomiting )
Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga ahir triwulan pertama.

Mengidam ( ingin makan khusus )
Ibu hamil sering meminta makanan atau minuman tertentu terutama pada TM I
Tidak tahan suatu bau-bauan
Pingsan
Bila berada pada tempat-tempat normal yang sesak dan padat.
Tidak ada selera makan
Lelah ( fatique )
Payudara membesar, tegang dan sedikt nyeri, disebabkan pengaruh estrogen  yang merangsang diktus alveoli payudara
Miksi sering karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar. Gejala ini akan hilan pada TM II kehamilan
Konstipasi/obstipasi karena tonus otot-otot usus menurun oleh pengaruh hormon steroid
Pigmentasi kulit oleh pengaruh hormon Kortikosteroid plasenta
Guisi, hipertrofi dari papil gusi
Pemekaran vena-vena ( varises )
2.5 Perubahan-perubahan Fisiologis Pada Ibu Hamil
a. Perubahan Psikologis pada ibu hamil
Sikap/penerima ibu terhadap keadaan hamilnya, sangat mempengaruhi juga kesehatan/keadaan umum ibu serta keadaan janin dalam kehamilnnya. Umumnya kehamilan yang diinginkan akan disambut dengan sikap gembira selain itu biasanya ibu yang sedang hamil ingin lebih diperhatikan baik oleh suami maupun oleh keluarganya. Maka dari itu keluarga ibu hamil harus senantiasa memberi dukungan moril terhadap ibu hamil agar ibu hamil dapat menjalani masa kahamilan tanpa rasa cemas.

b. Perubahan Pada sistem reproduksi
Payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan yaitu Estrogen, Progesteron, somatomammotropin. Penampakan payudara pada ibu hamil adalah sebagai berikut :
Payudara menjadi lebih besar
Areola payudara makin hiperpigmentasi-hitam
Garndula montgomery makin tampak
Puting susu makin menonjol
Pengeluaran ASI belum berlangsung karena Prolaktin belum berfungsi karena hambatan dari PIH ( prolaktine inhibiting hormone) untuk mengeluarkan ASI
Setelah persalinan, hambatan prolaktin tidak ada sehinnga pembuatan ASI dapat berlangsung.
Uterus
Ukurani higroskopik.
Ukuran akomodasi pertumbuhan janin, rahim membesar akibat hipertrofi dan hiperplasi otot polos rahim, serabut-serabut kolagennya menjadi higroskopik. Endometrium menjadi desidua. Ukuran pada kehamilan cukup bulan : 30x25x20 cm, dengan kapasitas lebih dari 4000 cc.
Berat
Berat uterus naik secara luar biasa dari 30 gr menjadi 1000 gr pada akhir kehamilan ( 40 pekan )

Bentuk dan konsistensi
Pada bulan-bulan pertama kahamilan, bentuk rahim seperti buah alpukat, pada kehamilan 4 bulan berbentuk bulat, dan akhir kehamilan seperti bujur telur. Rahim yang tidak hamil kira-kira  sebesar telur ayam, pada kehamilan 2 bulan sebesar telur bebek dan kehamilan 3 bulan sebesar telur angsa.
Posisi rahim dalam kehamilan
- Pada permulaan kehamilan, dalam letak Antefleksi atau Retrofleksi
- Pada 4 bulan kehamilan , rahim tetap berada dalam rongga perut
- Rahim yang hamil biasanya mobil, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri
Indung telur ( ovum)
Ovulasi terhenti, masih terdapat Corpus luteum graviditas sampai terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran Estrogen dan progesteron.
Vagina dan Vulva
Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva. Akibat hipervaskularisasi, vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan.
Dinding perut ( Abdominal wall)
Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastik dibawah kulit, sehingga timbul Strie gravidarum. Kulit perut pada Linea alba bertambah pigmentasinya dan disebut linea nigra.

c. Perubahan pada organ dan sistem lainnya.
Sistem sirkulasi darah
Volume darah
Volume darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir TM I. Volume darah akan bertambah banyak, kira-kira 25%, dan diikuti dengan curah jantung yang meningkat sebanyak ± 30 %. Kenaikan plasma darah dapat mencapai 40% saat mendekati cukup bulan.
Protein darah
Jumlah protein, albumin dan Gama globulin menurun dalam TM I  dan meningkat secara bertahap pada akhir kehamilan. Beta globulin dan fibrinogen terus meningkat.
Hitung jenis dan Hemoglobin
Hematokrit cendrung menurun karena kenaikan relatif volume plasma darah. Konsetrasi Hb terlihat menurun, walaupun sebenarnya lebih besar dibandingkan Hb pada orang yang tidak hamil. Anemia fisiologis ini disebabkan oleh volume plasma yang meningkat, yakni leukosit meningkat sampai 10.000/cc.
Nadi dan Tekanan darah
Tekanan darah arteri cendrung menurun terutama selama TM II, dan kemudian akan naik lagi seperti pra-hamil.
Jantung
Pompa jantung mulai naik kira-kira 30% setelah kehamilan 3 bulan dan menurun lagi pada minggu-minggu terakhir kehamilan.


Sistem pernafasan
Wanita hamil kadang-kadang mengeluh sesak dan pendek nafas. Hal ini desebabkan oleh usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim. Seorang wanita hamil selalu bernafas  lebih dalam. Yang lebih menonjol adalah pernafasan dada ( Therocic breathing).
Saluran pencernaan ( Traktus digestivus)
Salivasi meningkat, pada TM I mengeluh mual dan muntah, tonus otot-otot saluran pencernaan melemah. Reabsorbsi makanan naik, namin akan menimbulkan obstipasi.
Tulang dan gigi
Persendian panggul akan terasa lebih longgar, karena ligamen-ligamen melunak. Juga terjadi sedikit pelebaran pada ruang persedian. Apa yang disebut dengan Gingivitas kehamilan adalah gangguan yang disebabkan oleh faktor lain, misalnya Hygine yang buruk  disekitar mulut
Kulit
Pada daerah kulit tertentu akan terjadi hiperpigmentasi misalnya pada daerah muka, payudara, perut dan vulva.
Kelenjar endokrin
- Kelenjar Tyroid : dapat membesar sedikit
- Kelenjar hipofese : dapat membesar terutama lobus anterior
- Kelenjar adrenal : tidak begitu berpengaruh
Metabolisme
1. Tingkat metabolik basal (BMR ) pada wanita hamil meninggi hingga 15-20 % terutama pada TM III
2. Keseimbangan asam-alkali sedikit mengalami perubahan konsetrasi alkali :
- Wanita tidak hamil : 155 mEq/liter
- Wanita hamil : 145 mEq/liter
- Natrium serum : turun dari 142-135 mEq/liter
- Bikarbonat plasma : turun dari 25-22 mEq/liter
3. Dibutuhkan protein yang banyak untuk perkembangan fetus, alat kandungan, payudara, dan badan ibu serta untu persiapan laktasi.
4. Hidrat arang : seorang wanita hamil sering merasa haus, nafsu makan kuat, sering kencing dan kadang kala dijumpai Glukosuria yang mengingatkan pada DM.
5. Metabolisme lemak : kadar kolestrol meningkat sampai 350 mg atau lebih per 100 cc. Hormon Somatomamotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak.
6. Metabolisme mineral
Kalsium dibutuhkan kira-kira 1,5 gr/hari, Fosfor rata-rata 2 gr/hari, zat besi ± 800 mg atau 30-50 mg/hari dan juga air.
7. Berat badan wanita hamil akan naik sekitar 6,5-16,5 Kg.
8. Kebutuhan kalori meningkat selama kehamilan dan laktasi. Kalori yang dibutuhkan untuk ini terutama diperoleh dari pembakaran  zat arang.
9. Wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak protein
Payudara ( Mammae)
Selama kehamilan, payudara bertambah besar,tegang dan berat.


2.6 Batasan Kehamolan Sesuai Umur Dan BB janin.
a. Abortus
Bila berat badan anak kurang dari 500 gr. Tuanya kehamilan kurang dari 22 minggu.
b. Partus imaturus
Bila berat badan  anak antara 500 gr-1000 gr. Tuanya kehamilan antara 22 mg-28 mg
c. Partus prematurus
Bila berat bada anak antara 1000-2500 gr. Tuanya kehamilan antara 28-37 minggu
d. Partus maturus
Bila berat badan anak lebih dari 2500 gr. Tuanya kehamilan antara 37-42 minggu.
e. Partus serotinus
Tuanya kehamilan lebih dari 42 minggu
2.7 Jadwal Pemeriksaan  kehamilan
Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat 1 bulan.
Periksa ulang 1x sebulan sampai kehamilan 7 bulan.
Periksa ulang 2x sebulan sampai kehamilan 9 bulan.
Periksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan.
Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan.
Beberapa istilah yang dipakai untuk pemeriksaan dan pengawasan ibu hamil adalah :
a. Antenatal Care : pengawasan sebelum anak lahir terutama ditujukan untuk anak pertama
b. Prenatal care :  pengawasan pra-kelahiran
c. Antepartal care : pengawasan sebelum bersalih, lebih ditujukan pada keadaan ibu.
2.8 Pemeriksaan Ibu Hamil
A. Anamnesis
Anamnese idenntitas isteri dan suami : nama,umur, agama, pekerjaan ,alamat dsb.
Anamnese umum ( tentang keluhan dan HPHT ).
B. Pemeriksaan umum
Bagaimana keadaan umum penderita, keadaan gizi, kelainan bentuk badan dan kesadaran.
Adakah anemia, sianosis dan ikterus
Keadaan jantung dan paru-paru
Adakah odema
Refleks
Tensi
BB
Pemeriksaan laboratorium : urine, darah dan feses
C. Pemeriksaan kebidanan
1. Inspeksi ( periksa pandang)
Pemeriksaan seluruh tubuh secara baik dan lageartis : TD, nadi , suhu, pernafasan jantung,paru-paru dan inspeksi seluruh badan.
2. Perkusi
Tidak begitu banyak artinya, kecuali bila ada suatu indikasi
3. Palpasi
Palpasi perut untuk menentukan :
- Besar dan konsistensi rahim
- Bagian-bagian janin,letak dan presentasi
- Gerakan janin
- Kontraksi rahim Braxton Hicks dan lain-lain.
Cara melakukan palpasi menurut Leopold ada 4 bagian :
I. Leopold I
Untuk menetukan tuanya kehamilan dan bagian apa yang terdapat dalam fundus.
II. Leopold II
Terutama untuk menetukan dimana letaknya punggung anak dan diman letaknya bagian-bagian kecil.
III. Leopold III
Untuk menentukan apa yang terdapat dibagian bawah dan apakah bagian bawah anak ini sudah atau belum terpegang oleh PAP
IV. Leopold IV
Untuk menentukan apa yang menjadi bagian bawah dan berapa masuknya bagian bawah kedalam rongga panggul.
2.9 Langkah-langkah Menetukan Diagnosa
Harus menanyakan/ menetukan :
- Hamil atau tidak
- Primi dan multigravida
- Tuanya kehamilan
- Anak hidup atau mati
- Anak tunggal atau kembar
- Letak anak
- Anak intra uterine atau ekstra uterina
- Keadaan jalan lahir
- Keadaan umum penderitah
a. Tanda-tanda bayi diluar uteri
- Pergerakan anak lebih nyeri dirasakan oleh ibu.
- Anak mudah diraba dari luar
- Disamping anak  kadang-kadang teraba tumor ialah uterus yang membesar
- Pada foto rotgen terlihat bagian terendah anak, tinggi letaknya dan anak dalam letak paksa
- Kalau persalinan sudah mulai maka pembukaan tetap kecil ± sebesar 1 jari dan kalu kita memasukan jari kedalam cavum uteri, maka ternyata cavum uteri kosong
- Dengan membuat foto rotgen dengan sonde didalm cavum uteri atau dengan Hysterosol pingografi
b. Tanda-tanda bayi didalam rahim
1. Pada waktu meraba anak, uterus berkontraksi
2. Kadang-kadang UG rotunda teraba kiri kanan dari tumor yang mengandung anak.
2.10 Kunjungan Ulang
Kunjungan ulang dapat dilakukan oleh seorang ibu hamil dan seorang tenaga kesehatan harus melakukan pemeriksaan yakni :
a. Tanggal pemeriksaan?kunjungan antenatal
b. Umur kehamilan
c. Gangguan non fisik
d. BB
e. TD
f. DJJ
g. Letak janin
h. TFU
i. Tanda-tanda bahaya
j. Obat yang diberikan terutama vaksin TT
k. Hasil Lab
l. Nasihat dan konseling
2.11 HE ( pendidikan kesehatan )
a. Makanan ( Diet ) ibu hamil harus lebih diperbanyak dan makan makanan 4 sehat 5 sempurna
b. Merokok : bagi ibu hamil terdapat larangan keras untuk merokok, karena dapat mempengaruhi janin
c. Obat-obatan
Prinsi : jika mungkin dihindari pemakaian obat-obatab selama kehamilan terutam TM I
d. Lingkungan
Bahaya polusi udara dan makanan
e. Gerakan Badan
Kegunaannya adalah  untuk memperlancar sirkulasi darah, nafsu makan bertambah, pencernaan lebih baik
f. Kerja
Boleh bekerja seperti biasa, cukup istirahat dan makan teratur, serta pemeriksaan kehamilan yang teratur.
g. Bepergian
Ibu hamil sebaiknya tidak terlalu lama dijalankan atau melakukan perjalanan yang melelahkan. Duduk-duduk lama bisa menyebabkan  tromboflebitis dan kaki bengkak.
h. Istirahat dan relaksasi
i. Mandi
j. Coitus
Coitus tidak dihalangi kecuali bila ada sejarah ;
1. Sering abortus/prematur
2. Perdarahan pervaginam
3. Pada minggu terakhir kehamilan, coitus harus hati-hati
4. Bila ketuban sudah pecah, coitus dilarang
5. Dikatakan orgasme pada hamil tua dapat menyebabkan kontraksi uterus partus prematurus\
k. Kesehatan jiwa
Kesehatan jiwa bertujuan untuk :
Menghilankan ketidak tahuan
Latihan-latihan fisik dan kejiwaan
Mendidik cara perawatan bayi
Berdiskusi tentang peristiwa fisiologik
l. Perawatan buah dada
Payudara merupakan sumber ASI yang akan menjadi makanan utama bayi, maka dari itu harus dirawat











Minggu, 21 April 2013

ASKEB Kehamilan post mature


Mortalitas dan morbilitas pada wanita hamil dan bersalin adalah besar di Negara berkembang, di Negara miskin sekitar 25 - 50% kematian wanita subur disebabkan hal yang berkaitan dengan assessment safe mother hood tahun 1990 – 1991, suatu hasil kegiatan ini adalah rekomendasi rencana kegiatan 5 tahun dalam bentuk strategi rasional untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu (AKI), sedangkan penyebab tak langsung kematian ibu antara lain anemia, Kurang Energi Kronis (KEK) dan keadaan “4 terlalu” (terlalu tua, muda, dan banyak). (Prawihardjo, 2001: 3 - 4).
Kehamilan merupakan peristiwa luhur dan merupakan proses reproduksi yang dialami seseorang, setiap wanita hamil membawa resiko yang bersifat dinamis. Artinya kehamilan normal dapat berubah menjadi resiko tinggi atau sebaliknya. Misalnya seorang ibu hamil normal bisa mengalami kelainan letak pada kehamilan preterm, terutama pada TM II, letak dan presentasi janin belum stabil yang bisa beresiko terhadap ibu dan janinnya sehingga ibu hamil perlu mewaspadai terjadinya resiko dalam kehamilan, baik kehamilan primi atau multi, kehamilan tetap membawa resiko.
Pada multigravida sering umumnya mengalami banyak masalah, karena memiliki pengalaman sebelumnya. Sedangkan pada primigravida sering mengahadapi beberapa masalah yang berkaitan dengan adaptasi kehamilan dimana ibu merasa terganggu, maka diperlukan asuhan antenatal bagi seluruh ibu hamil untuk memonitor dan mendeteksi resiko tinggi kehamilan normal.
Berdasarkan gambaran di atas asuhan antenatal sangat penting dalam upaya penurunan angka kematian ibu. Yakni, melakukan pencegahan dengan menemukan faktor resiko tinggi ibu hamil melalui pemeriksaan kehamilan secara berkala sesuai dengan program KIA untuk menjamin kualitas atau mutu pelayanan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) merupakan bagian terpenting yang secara efektif dapat membantu ibu hamil dalam memecahkan masalah terutama pada multigravida dengan kurangnya pengetahuan tentang kehamilan fisiologi.


ASUHAN IBU NIFAS DENGAN BENDUNGAN ASI


Pembendungan ASI menurut Pritchar (1999) adalah pembendungan air susu karena penyempitan duktus lakteferi atau oleh kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada puting susu (Buku Obstetri Williams) 
Keluhan ibu menurut Prawirohardjo, (2005) adalah payudara bengkak, keras, panas dan nyeri. Penanganan sebaiknya dimulai selama hamil dengan perawatan payudara untuk mencegah terjadinya kelainan. Bila terjadi juga, maka berikan terapi simptomatis untuk sakitnya (analgetika), kosongkan payudara, sebelum menyusui pengurutan dulu atau dipompa, sehingga sumbatan hilang. Kalau perlu berikan stilbestrol atau lynoral tablet 3 kali sehari selama 2-3 hari untuk membendung sementara produksi ASI. 
Kepenuhan fisiologis menurut Rustam (1998) adalah sejak hari ketiga sampai hari keenam setelah persalinan, ketika ASI secara normal dihasilkan, payudara menjadi sangat penuh. Hal ini bersifat fisiologis dan dengan penghisapan yang efektif dan pengeluaran ASI oleh bayi, rasa penuh tersebut pulih dengan cepat. Namun dapat berkembang menjadi bendungan. Pada bendungan, payudara terisi sangat penuh dengan ASI dan cairan jaringan. Aliran vena limpatik tersumbat, aliran susu menjadi terhambat dan tekanan pada saluran ASI dengan alveoli meingkat. Payudara menjadi bengkak, merah dan mengkilap. 


Kamis, 18 April 2013

PERAWATAN KESEHATAN PADA BAYI




 PERAWATAN KESEHATAN PADA BAYI


  1. Perawatan Mata Kedua mata di bersihkan dengan kapas bersih yang sudah dibasahi dengan air matang.    Jangan lupa perhatikan di kedua mata adik bayi yang baru lahir, apakah ada tanda-tanda infeksi mata. Mata yang terinfeksi akan banyak kotoran, putih mata biasanya merah dan kelopak mata membengkak. Apabila ada tanda-tanda tersebut konsultasikan dengan tenaga medis atau bidan terdekat.
  2. Perawatan Wajah. Agar bayi terhindar dari infeksi kulit maka kulit wajahpun harus dijaga kebersihannya dengan cara kulit wajah di seka dengan air matang.
  3.  Perawatan Mulut. Bila pada mulut, bibir, atau lidah bayi tampak seperti bekas susu yang tebal dan sulit dibersihkan, maka bayi tersebut kena jamur mulut. Apabila ada tanda-tanda tersebut konsultasikan dengan tenaga medis atau bidan terdekat.
  4. Perawatan kulit Bayi. Pada lipatan-lipatan kulit harus senantiasa di jaga agar senantiasa kering, kulit yang lemab mudah terkena infeksi. Apabila bayi BAK atau BAB bersihkan dengan air hangat, kemudian dilap sampe kering dengan kain yang halus.
  5.  Perawatan Tali Pusat Bungkus tali pusat dengan kasa steril hingga membungkus pangkal dan tali pusat, gantilah kasa 2x sehari sehabis mandi dan jika basah oleh air kencing, tali pusat harus senantiasa kering dan tidak berbahu, Apabila tali pusat terinfeksi akan basah berbau dan merah meradang, bayi akan menangis bila tali pusatnya tersentuh, Perawatan tali pusat yang baik dan benar akan menghindarkan bayi dari penyakit tetanus dan radang selaput otak. Tali pusat yang sehat akan terlepas / puput setelah bayi berumur 6-7 hari.
  6.  Pemakaian Popok. Ganti popok bayi setiap kali basah oleh air kencing dan tinja. Bersihkan bagian bokong bayi dengan air bersih dan keringkan. Perawatan ini dilakukan untuk mencegah infeksi kulit atau kulit lecet.
  7.  Memandikan Bayi. Mandikan bayi di ruangan yang cukup hangat dan tak banyak angin. Mandikan bayi 2x sehari dengan mengunakan air bersih dan sabun bayi. Sabun mandi orang
 

Rabu, 17 April 2013

Ibu Hamil Memerlukan Perhatian Khusus


 Makanan Ibu Hamil

  1. Selama hamil makanan harus lebih banyak 1-2 piring. 
  2. Ibu hamil perlu merawat payudara, mengatur kegiatan, cukup istirahat, menghindari kerja keras/ kelelahan, memeriksakan kehamilan secara teratur. 
  3. Makanan harus mengandung gizi, buah dan sayuran berwarna.

Pemeriksaan kehamilan

  1. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui keadaan kehamilan, jika ada kelainan segera diketahui.
  2. Ibu hamil perlu mengkonsumsi tablet tambah darah, mendapatkan suntikan imunisasi anti tetanus (TT/Tetanus Toxoid). 
  3. Pemeriksaan sedikitnya 1x waktu usia kehamilan < dari 3 bulan, 1x usia kehamilan 3 – 6 bln & 2x usia kehamilan 6 – 9 bulan.

 Perawatan payudara

  1. Perawatan payudara dilakukan setiap hari sebelum mandi dengan cara pengurutan dari pangkal payudara kearah puting susu, puting susu ditarik-tarik keluar dan diputar-putar diakhiri dengan gerakan memijat air susu keluar. 
  2. Diharapkan setelah melahirkan ASI banyak keluar , putting mudah dihisap & tidak lecet serta dapat menyusui dengan aman.


Senin, 15 April 2013

LANDASAN TEORI IUFD

PATOFISIOLOGI
Janin bisa juga mati di dalam kandungan (IUD) karena beberapa factor antara lain gangguan gizi dan anemia dalam kehamilan,hal tersebut menjadi berbahaya karena suplai makanan yang di konsumsi ibu tidak mencukupi kebutuhan janin. Sehingga pertumbuhan janin terhambat dan dapat mengakibatkan kematian. Begitu pula dengan anemia, karena anemia adalah kejadian kekurangan FE maka jika ibu kekurangan Fe dampak pada janin adalah irefersibel. Kerja organ – organ maupu aliran darah janin tidak seimbang dengan pertumbuh janin ( IUGR)

FAKTOR PREDISPOISISI
   1. factor ibu (High Risk Mothers)
    a. status social ekonomi yang rendah
    b. tingkat pendidikan ibu yang rendah
    c. umur ibu yang melebihi 30 tahun atau kurang dari 20 tahun
    d. paritas pertama atau paritas kelima atau lebih
    e. tinggi dan BB ibu tidak proporsional
    f. kehamilan di luar perkawinan
    g. kehamilan tanpa pengawasan antenatal
    h. ganggguan gizi dan anemia dalam kehamilan
    i. ibu dengan riwayat kehamilan / persalinan sebelumnya tidak baik seperti bayi lahir mati
    j. riwayat inkompatibilitas darah janin dan ibu
    2. factor Bayi (High Risk Infants)
    a. bayi dengan infeksi antepartum dan kelainan congenital
    b. bayi dengan diagnosa IUGR (Intra Uterine Growth Retardation)
    c. bayi dalam keluarga yang mempunyai problema social
    3. factor yang berhubungan dengan kehamilan
    a. abrupsio plasenta
    b. plasenta previa
    c. pre eklamsi / eklamsi
    d. polihidramnion
    e. inkompatibilitas golongan darah
    f. kehamilan lama
    g. kehamilan ganda
    H. infeksi
    i. diabetes
    j. genitourinaria

TANDA DAN GEJALA
   1. Ibu tidak merasakan gerakan janin
      Diagnosis :
     Nilai DJJ.
     Bila ibu mendaptkan sedatif, tunggu hilangnya pengaruh obat, kemudian nilai ulang.
     Bila DJJ abnormal,lihat penatalaksanaan DJJ abnormal
     Bila DJJ tidak terdengar, pastikan adanya kematian janin dengan stetoskop ( Doppler).
     Bila DJJ baik,berarti bayi tidur.
     Rangsang janin dengan rangsangan suara (bel) attau dengan menggoyangkan perut ibu sehingga ibu merasakan gerakan janin. Bila DJJ meningkat frekuensinya sesuai dengan gerakan janin, maka janin dapat dikatakan normal.
     Bila DJJ cenderung turun saat janin bergerak, maka dapat disimpulkan adanya gawat janin.

   2. Gerakan janin tidak dirasakan lagi
    Diagnosis :
    Gejala dan tannda selau ada Gejala dan tanda kadang – kadang ada Diagnosis kemungkinan
    Gerakan janinberkurang atau hilang.
    Nyeri perut hilang timbul atau menetap
    Perdarahan pervaginam sesudah hamil 22 minggu. Syok
    Uterus tegang / kaku.
    Gawat janin atau DJJ tidak terdengar. Solusio plasenta
    Gerakan janin dan DJJ tidak ada
    Perdarahan
    Nyeri perut hebat Syok
    Perut kembung / cairan bebas intra abdominal
    Kontur uterus abnormal
    Abdomen nyeri
    Bagian – bagian janin teraba
    Denyut nadi bu cepat Rupture uteri
    Gerakan janin berkurang atau hilang
    DJJ abnormal(<100/menit atau >140/ menit) Cairan ketuban bercampur mekonium Gawat janin
    Gerakan janin / DJJ hilang Tanda – tanda kehamilan berhenti
    Tinggi fundus uteri berkurang
    Pembesaran uterus berkurang Kematian janin

. PENILAIAN KLINIK
    1. Pertumbuhan janin (-),bahkan jiniin mengecil sehingga TFU menurun.
    2. Bunyi DJJ tidak terdengar dengan stetoskop dan pastikan dengan Doppler.
    3. Keluhan ibu: Berat badan ibu menurun.
    4.  Tulang kepala kolaps.
    5. USG : untuk memastikan kematian janin dimana gambarannya menunjukan janin tanpa tanda kehidupan.
     6. Pemeriksaan HCG urin menjadi negatif.
 Komplikasi :
 Trauma emosional yang berat menjadi bila watuu antara kematian janin dan persalinan cukup lama.
 Dapat terjadi infeksi bila ketuban pecah.
 Dapat terjadi koagulopati bila kematian janin berlangsung lebih dari 2 minggu.

JENIS – JENIS PERSALINAN UNTUK JANIN MATI
   Kematian janin dapat di bagi menjadi 4 golongan:
     Golongan l : Kematian sebelum masa hamil mencapai 20 minggu penuh.
     Golongan ll : Kematian sesudah ibu hamil 20 minggu hingga 28 minggu.
     Golongan lll :Kematian sesudah kehamilan lebih dari 28 minggu (Late Fetal Death).
     Golongan lV : Kematian yang tidak dapat di golongkan pada kertiga golongan diatas.

 Jenis – jenis pertolongan persalinan untuk janin mati:
 1. Pertolongan persalinan dengan perforasi kronioklasi
    Perforasi kronioklasi merupakan tindakan beruntun yang dilakukan pada bayi yang meninggal di dalam kandunagan untuk memperkecil kepala janin dengan perforation dan selanjutnya menarik kepala janin ( dengan kranioklasi) tindakan ini dapat dilakukan pada letak kepala oleh letak sungsang dengan kesulitan persalinan kepala.Dngan kemajuan pengawasan antenatal yang baik dan system rujukan ke tempat yang lebih baik , maka tindakan proferasi dan kraioklasi sudah jarang dilakukan.
    Bahaya tindakan proferasi dan kraniioklasi adalah perdarahan infeki, trauma jalan lahir dan yang paling berat ruptira uteri( pecah robeknya jalan lahir).
 2. Pertolongan persalinan dengn dekapitasi
    Letak lintang mempunyai dan merupakan kedudukan yang sulit untuk dapat lahir normal pervaginam. Gegagalan pertolongan pada letak lintang menyebabkan kematian janin, oleh karena itu kematian janin tidak layak dilkukan dengan seksio sesaria kecuali pada keadaan khusus seperti plasenta previa totalis, kesempitan panggul absolute. Perslinan di lakukan dengan jalan dekapitasi yaitu dengan memotong leher janin sehingga badan dan kepala janin dapat di lahirkan,
 3. Pertolongan persalinan dengan eviserasi
    Eviserasi adalah tindakan operasi dengan mengeluarkan lebih dahulu isi perut dan paru (dada) sehingga volume janin kecil untuk selanjutnya di lahirkan.
    Eviserasi adalah operasi berat yang berbahaya karena bekerja di ruang sempit untuk memperkecil volume janin bahaya yang selalu mengancam adalah perdarahan,infeksi dan trauma jalan lahir dengan pengawasan antalnatal yang baik, situasi kehamilan dengan letek lintang selalu dapat di atasi dengan versi luar atau seksio sesaria.
 4. Pertolongan persalinan dengan kleidotomi
     Kleidotomi adalah memotong tulang klavikula (tulang selangka) sehingga volume bahu mengecil untuk dapat melahirkan bahu. Kleidotomi masih dapat dilakukan pada anak hidup, bila diperlukan pada keadaan gangguan persalinan bahu pada anak yan besar.

DIAGNOSIS
 1. Anamnesis
    Ibu tidak merasakan gerakan janin dalam beberapa hari, atau gerakan janin sangat berkurang. Ibu merasakan perutnya tidak bertambah besar, bahkan bertambah kecil atau kehamilan tidak seperti biasanya. Atau wanita belakangan ini merasakan perutnya sering menjadi keras dan merasakan sakit seperti mau melahirkan.
 2. Inspeksi
    Tidak terlihat gerakan-gerakan janin, yang biasanya dapat terlihat terutama pada ibu yang kurus.
 3. Palpasi
    Tinggi fundus > rendah dari seharusnya tua kehamilan, tidak teraba gerakanan janin. Dengan palpasi yang teliti, dapat dirasakan adanya krepitasi pada tulang kepala janin.
 4. Auskultasi
    Baik memamakai setetoskop monoral maupun dengan Deptone akan terdengar DJJ.
 5. Reaksi kehamilan
    Reaksi kehamilan baru negatif setelah beberapa minggu janin mati dalam kandungan.
 6. Rontgen Foto Abdomen
    Adanya akumulasi gas dalam jantung dan pembuluh darah besar janin
    Tanda Nojosk : adanya angulasi yang tajam tulang belakang janin.
    Tanda Gerhard : adanya hiperekstensi kepala tulang leher janin
    Tanda Spalding : overlaping tulang-tulang kepala (sutura) janin
    Disintegrasi tulang janin bila ibu berdiri tegak
    Kepala janin kelihatan seperti kantong berisi benda padat.
 7. Ultrasonografi
 8. Tidak terlihat DJJ dan gerakan-gerakan janin.

 PENANGANAN PERTOLONGAN PERTOLONGAN PERSALINAN IUFD
   Penangan umum :
     Berikan dukungan emosional pada ibu
     Nilai DJJ
     Nilai ibu mendapa sedative, tungg hilangnya pengaruh obat, kemudian nilai ulang.
     Bila DJJ tidak terdengar minta beberapa orang mendengarkan menggunakan stetetoskop dopler.
   Penanganan pada masa persalinan :
    Kematian janin
    Kematian dapat terjadi akibat gangguan pertumbuhan janin, gawat janin, atau kelainan bawaan atau akibat infeksi yang tidak terdiagnosis sebelumnya sehingga tidak terobati.
    Jika pemeriksaan radiologic tersedia, konfirmasi kematian janin setelah lima hari. Tanda-tandanya berupa overlapping tulang engkorak, hiperfleksi kolumna, vertebralis, gelembung udara didlam jantung dan edema scalp.
     USG adalah sarana penunjang diagnostic yang baik untuk memastikan kematian janin dimana gambarannya menunjukan janin tanpa tanda hidup: tidak ada denyut jantung janin, ukuran kepala janin dan cairan ketuban berkurang.
     Dukungan mental emosional perlu diberikan kepada pasien selalu didampingi oleh orang terdekatnya. Yakinkan bahwa besar kemungkinan dapat jhir per vaginal.
    Pilihlah cra persalinan dapat secara aktif dengan induksi maupun ekspektatif, perlu dibicarakan dengan pasien dan keluarganya sebelum keputsan diambil.
   Bila pilihan penangasalinan nan adlah akspetif:
    o Tunggu persalinan spontan hingg dua minggu
    o Yakinkan bahwa 90% persalinan spontan akan terjadi tanpa komplikasi.
    o Jika trombosit dalam 2 minggu menurun tanpa persalinan spontan,lakukan penaganan aktif
    o Jika penanganan aktif akan dilakukan, nilai serviks:
    o Jika serviks matang, lakukann induksi persalinan dengan oksitosin atau prostaglandin.
    o Jika serviks belum mtang, lakukan pematangan serviks dengan prostaglandin atau kateter foley.
   Catatan: janagan lakukan amniotomi Karena beresiko infeksi.
    Persalinan dengan seksio sesarea merupakan alternative terakhir
    Jika persalinan spontan tidak terjadi dalam 2 minggu, trombosit menurun dan serviks belum matang, matangkan serviks dengan misoprostol:
     Tempatkan misoprostol 25mcg di puncak vagina, dapat di ulani sesudah 6 jam
     Jika tidak ada respon sesudah 2x25mcg misoprotol, naikan dosis menjadi 50mcgmenjadi setiap 6 jam.
  Catatan: jangan biarkan lebih dari 50mcg setiap kali dan jangan melebihi 4 dosis
     Jika ada tanda infeksi, berikan antibiotic untuk metritis
     Jika tes pembekuan sederhana lebih dari 7 menit atau bekuan mudah pecah, waspadai koagulopati
    Berikan kesempatan kepada ibu dan keluarganya untuk melihat dan melakukan berbagai kegiatan ritual bagi janin yang meninggal tersebut.
    Pemerikasaan patologi plasenta adalah untuk mengungkapkan adanya patologi plasenta dan infeksi.

ASKEB IUFD

 PENGERTIAN
          IUFD adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan baik pada    kehamilan yang besar dari 20 minggu atau kurang dari 20 minggu (Rustam Muchtar, 1998)
          IUFD adalah kematian hasil konsepsi sebelum dikeluarkan dengan sempurna dari rahim ibunya tanpa memandang tuanya kehamilan (Sarwono, 2005)
          IUFD atau stilbirth adalah kelahiran hasil konsepsi dalam keadaan mati yang telah mencapai umur kehamilan 28 minggu (atau berat badan lahir lebih atau sama dengan 1000gr)
         IUFD Adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan. Kematian janin dalam kandungan (KJDK) atau intra uterine fetal deadth (IUFD), sering dijumpai baik pada kehamilan dibawah 20 minggu maupun sesudah kehamilan 20 minggu
   Sebelum 20 minggu :
Kematian janin dapat terjadi dan biasanya berakhir dengan abortus.Bila hasil konsepsi yang sudah mati tidak dikeluarkan dan tetap tinggal dalam rahim disebut missed abortion.
   Sesudah 20 minggu :
Biasanya ibu telah merasakan gerakan janin sejak kehamilan 20 minggu dan seterusnya. Apabila wanita tidak merasakan gerakan janin dapat disangka terjadi kematian dalam rahim.

Minggu, 14 April 2013

ASKEB PRE-EKLAMSI BERAT

 
Pre eklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan protein uria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi pada trimester 3 kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya, misalnya pada mola hidatidosa (Sarwono, Ilmu Kebidanan, 282).
Penyebab pre eklampsia sampai sekarang belum diketahui, frekuensi kejadian pre eklampsia berbeda-beda karena banyak faktor, diantaranya paritas, keadaan social ekonomi, dan adanya penyakit-penyakit penyerta seperti diabetes mellitus molahidatidosa dan hamil ganda.
Penanganan pre eklampsia yaitu dengan pemberian solfas magnekus, obat-obatan anti kejang, obat anti hipertensi dan bila perlu diberikan diuretika, tentunya dengan perimbangan kondisi pasien.
Pre eklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan protein uria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi pada Triwulan ke 3 kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya, misalnya pada mola hidatidosa (Sarwono, Ilmu Kebidanan, 282).
Etiologi penyakit ini sampai saat ini belum diketahui dengan pasti, banyak teori-teori dikemukakan, namun belum ada yang memberikan jawaban memuaskan teori. Yang sekarang dipakai sebagai penyebab pre eklampsia adalah teori iskemia plasenta, namun teori ini belum dapat menerangkan semua hal yang berkaitan dengan penyakit ini.

Kamis, 11 April 2013

ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS DENGAN ASI TIDAK KELUAR,BAYI TIDAK MAU MENYUSU TERHADAP Ny. D DI BPS PERMATA BUNDA

Segera susui bayi maksimal setengah jam pertama setelah persalinan. Hal ini merupakan titik awal yang penting apakah bayi nanti akan cukup mendapatkan ASI atau tidak. Ini di dasari oleh peran hormon pembuat ASI, antara lain hormon prolaktin. Hormon prolaktin dalam peredaran darah ibu akan menurun setelah satu jam persalinan yang disebabkan oleh lepasnya plasenta.
Sebagai upaya untuk tetap mempertahankan prolaktin untuk terus memproduksi ASI. Kosongnya simpanan ASI mengakibatkan semakin besar produksinya untuk mengisi ketika “lumbung” ASI yang kosong dan hornon prolaktin akan terus tinggi dalam peredaran darah. Apabila bayi tidak menghisap puting susu pada setengah jam persalinan, hormon prolaktin akan turut dan sulit merangsang sehingga ASI baru akan keluar pada hari ketiga atau lebih. (Hubertin Sri. 2004)

Download

Kamis, 31 Mei 2012

Contoh Asuhan Kebidanan Pada iBu Bersalin


ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN NORMAL
PADA NY.”i” UMUR X TAHUN GPA UK X MINGGU
DI RSUD

NO REGISTER                                  :
MASUK RS TANGGAL/JAM          :
DIRAWAT DI RUANG                    :
A.    DATA SUBYEKTIF
Tanggal x bulan 2012, pukul x, oleh Bidan Baiq
Identitas

                                                            Ibu                                                       suami
Nama               :                       Ny. I                                                                Tn.F
Umur               :                       20 tahun                                                          25 tahun
Agama             :                       islam                                                                islam
Suku bangsa    :                       sasak/indonesia                                               sasak/indonesia
Pendidikan      :                       D3 Kebidanan                                                             S1
Pekerjaan         :                       Bidan                                                              Designer
Alamat                        :                       Lombok                                                           Lombok
No. Telpon      :                       081xxx                                                                        081xxx
1.      Alasan masuk kamar bersalin
Ibu mengatakan kehamilan 9 bulan, merasakan kenceng-kenceng tapi masih jarang, pengeluaran pervaginam lendir darah tidak ada.
2.      Riwayat Menstruasi
a.       HPM   : 20-09-2010                HPL    : 27-06-2011
Menarche umur 14 tahun, siklus 30 hari, lama 5-6 hari , banyaknya 2 kali ganti pembalut dalam sehari.
3.      Riwayat Obstetri         : G P A Ah
a.       Riwayat kehamilan sekarang
Pemeriksaan ANC teratur, frekuensi 6 kali, di Puskesmas oleh Bidan.
Keluhan selama kehamilan      :
Trimester I       : mual
Trimester II     : tidak ada
Trimester III    : tidak ada
Pergerakan janin selama 24 jam : frekuensi lebih dari 10 kali dalam sehari.
Imunisasi TT I : 12 April 2011
Imunisasi TT II           : 16 juni 2011
Imunisasi TT III: belum
4.      Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Ibu mengatakan

5.      Riwayat Kontrasepsi
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun.
6.      Kebiasaan – kebiasaan ibu
Merokok                      : ibu mengatakan tidak merokok
Minuman keras            : ibu mengatakan tidak pernah minum minuman keras
Minum jamu                : ibu mengatakan tidak pernah mengkonsumsi jamu apapun
7.      Riwayat kesehatan
-          Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyaki apapun
-          Ibu mengatakan keluarga tidak pernah menderita penyakit apapun
-          Ibu mengatakan tidak memiliki riwayat keturunan kembar
-          Ibu mengatakan tidak memiliki alergi pada obat dan makanan apapun
8.      Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari
a.       Pola nutrisi
Makan       : 3 x sehari, 1 porsi habis, jenis nasi,sayur, lauk, dan buah, keluhan tidak ada
Minum       : 7-8 x sehari, 8 gelas, jenis air putih, susu, keluhan tidak ada
b.      Pola eliminasi
BAB          : 1 kali sehari, konsistensi lembek, bau dan warna khas feses, tidak ada keluhan
BAK         : 5-6 kali sehari, konsistensi cair, warna dan bau khas urin, tidak ada keluhan
c.       Pola Istirahat
Tidur malam dan siang 8 jam per hari, keluhan tidak ada
d.      Pola seksualitas
Ibu mengatakan 2 kali seminggu, keluhan tidak ada
e.       Personal Hygiene
Mandi 2 kali sehari, gosok gigi 2 kali sehari, keramas 3 kali seminggu, ganti pakaian 1 kali sehari.
f.       Pola Aktivitas
Ibu mengatakan melakukan kegiatan ibu rumah tangga secara umum yaitu memasak, mencuci, dan mnyapu.
9.      Riwayat Psikososialspiritual
-          Ibu mengatakan kehamilan ini sangat diharapkan keluarga dan suami
-          Ibu mengatakan perencanaan persalinan sudah ada, yaitu di Rumah Sakit
-          Ibu mengatakan akan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, dan merawat bayi secara mandiri tapi juga dibantu suami.
-          Ibu mengatakan mengikuti pengajian setiap minggu
-          Ibu mengatakan persiapan keuangan untuk persalinan sudah siap

B.     DATA OBYEKTIF
1.      Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : baik             kesadaran: kompo smentis
Status emosional         : stabil
Tanda Vital Sign         : TD : 140/90 mmHg               Suhu : 36,50C
                                      Nadi : 80 kali/menit              Respirasi : 24 kali permenit
BB       : 64 kg             TB       : 168 cm          LILA   :
Kepala dan Leher
-          Rambut     : warna hitam, bersih, lurus, tidak ada ketombe
-          Wajah        : simetris, tidak pucat, tidak ada oedem, tidak ada cloasma gravidarum
-          Mata          : simetris, bersih, konjungtiva merah muda, sklera putih, tidak ada  gangguan penglihatan
-          Hidung      : simetris, tidak ada polif, bersih
-          Mulut        : simetris, bersih, tidak pucat, tidak ada stomatitis
-          Bibir          : tidak kering, tidak pecah-pecah
-          Gigi           : bersih, tidak ada karies, gigi tidak berlubang
-          Lidah         : tidak pucat, bersih
-          Gusi           : tidak pucat, bersih
-          Telinga      : simetris, bersih, tidak ada cairan yang keluar
-          Leher         : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, limfe dan tidak ada pembengkakan vena jugularis
-          Payudara   : simetris, tidak ada benjolan, bersih, tidak ada pembengkakan
-          Puting        : simetris, menonjol, tidak lecet, bersih, kolostrum belum keluar
-          Areola       : bersih, hiperpigmentasi
-          Abdomen  : simetris, tidak ada bekas luka, pembesaran sesuai umur kehamilan
Pemeriksaan Palpasi Leopold
Leopold I        : Pada bagian fundus uteri teraba bulat, besar, berarti bokong
                          TFU= 29 cm
Leopold II       : Pada perut bagian kanan teraba keras, bagian memanjang, dan perut     bagian  kiri teraba bagian kecil-kecil, PUKA
Leopold III     : Bagian terendah janin teraba bulat keras, Preskep
Leopold IV     : Kepala sudah masuk panggul. Divergen
DJJ      : 140 kali permenit, teratur dan kuat
TBJ      : (29-11) x 155 = 2790 gram
His       : jarang, lemah
Genitalia          : tidak ada varises, tidak ada oedem, pengeluaran pervaginam, lendir darah (+)
Pemeriksaan Dalam      : vulva dan uretra tenang, dinding vagina icin, portio mecucu, serviks   tebal, pembukaan belum ada. Promontorium tidak teraba, linea inominata teraba sbagian, tonjolan spina iskiadika normal, arcus pubis normal.
-          Ekstremitas
Tangan : simetris, tidak ada oedem
Kaki : simetris, tidak ada oedem, tidak ada varices, refleks patellla kanan-kiri (+/+)
2.      Data Penunjang
a.       Pemeriksaan Darah lengkap
Hb = 12,8 gr %
AL = 11,2 ribu/ul
HMT = 36,4 %
Gol. Darah = 0
HbSAg = negatif (-)
b.      Pemeriksaan USG
Hasil : janin tunggal, preskep, DJJ (+), gerak (+)

ASESSMENT
Ny.”i” umur 18 tahun G2P0A1 UK 41+1minggu, belum dalam persalinan.

PLANNING
1.      Mengawasi keadaan umum dan vital sign ibu
Evaluasi : telah dilakukan
2.      Mengobservasi His dan DJJ
Evaluasi : sudah dilakukan setiap 4 jam
3.      Induksi balon kateter dilanjutkan oksitosin dengan pengawasan dokter
Evaluasi : telah dilakukan induksi balon kateter dan oksitosin 5 iu/500 ml mulai 8 tpm, dinaikkan bertahap hingga maksimal 20 tpm.

KALA II
Subyektif
Pasien mengatakan ingin mengejan

Obyrktif
His teratur 4-5 kali/ 10 menit perinium menonjol, anus mulai membuka
Periksa dalam: vulva dan uretra tenang dinding vagina licin, serviks tidak teraba, pembukaan lengkap, preskep, kepala di hodge 3-4
Assesment
Ny “I” umur x tahun G2P0A1 UK 41 + 1 minggu dalam persalinan kala II
Planning
Tanggal jam
1.      Memberi tahu kepada ibu dan keluarga pembukaan sudah lengkap, Djj 144 kali/menit.
Evaluasi : ibu mrngerti hasil pemeriksaan
2.      Mendengar dan melihat adanya tanda persalinan kala II, yaitu :
-. Ibu mempunyai dorongan kuat untuk meneran
-. Ibu merasa adanya tekanan pada anus
-. Perinium menonjol vulva membuka
3.      Memastikan peralatan sudah lengkap : partus set, heating set, resusitasi
       Evaluasi : Peralatan sudah lengkap
4.       Memakai celemek, melepaskan perhiasan, menncuci tangan, dan memakai sarung tangan.
Evaluasi : Sudah dilakukan.
5.      Melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan pembukaan sudah lengkap.
Evaluasi: Pembukaan sudah lengkap.
6.      Mendekontaminasikan sarung tangan dalam larutan klorin 0,5%.
Evaluasi : Sarung tangan sudah didekontaminasikan.
7.      Memeriksa DJJ dan HIS.
Evaluasi : pemeriksaan sudah dilakukan DJJ = 144 kali/ menit, HIS teratur
8.      Membantu ibu untuk memilih posisi yang nyaman saat persalinan.
Evaluasi : ibu sudah memilih posisi yang nyaman yaitu tidur terlentang
9.      Memimpin ibu untuk meneran saat ada HIS dan menyesuaikan intruksi Bidan.
Evaluasi : Ibu bersedia meneran saat ada HIS.
10.  Menyiapkan handuk kering untuk mengeringkan bayi
Evaluasi : handuk sudah disiapkan.
11.  Membuka tutup partus set, dan memakai sarung tangan steril.
Evaluasi: partus set sudah dibubka dan sudah memakai sarung tangan steril.
12.  Menolong kelahiran bayi, saat kepala bayi nampak 5-6 cm di vulva dan di bawah simpisis tangan kanan melindungi perinium, dan tangan kiri menahan puncak kepala dan meminta ibu untuk bernafas pendek-pendek
Evaluasi: kepala bayi sudah keluar.
13.  Mengusap muka bayi untuk membersihkan muka bayi dari lendir darah.
Evaluasi: muka bayi sudah dibersihkan.
14.  Memeriksa ada tidaknya lilitan talipusat pada leher bayi.
Evaluasi : Tidak ada lilitan tali pusat.
15.  Menunggu hingga kepala janin melakukan putaran paksi luar.
Evaluasi : Kepala janin sudah memutar secara spontan
16.  Melahirkan bahu secara biparietal dan kemudian susur sanggah.
Evaluasi : bahu sudah Lahir dan kemudian seluruh badan bayi lahir.
KALA III
Subyektif
Ibu mengatakan senang karena bayinya lahir dengan selamat, dan ibu merasa mules-mules di perut.
Objektif.
Bayi lahir spontan pukul 20.15 Wib, TFU sepusat, kontraksi uterus baik keras, kandung kemih kosong, plasenta belum lahir.
Assesment
Ny “I” umur x tahun G2P1A0 UK 41+1 minggu dalam persalinan kala III
Planning :
1.      Mengucapkan selamat atas kelahiran bayinya
2.      Memberitahu ibu bahwa ibu akan disuntik oksitosin agar kontraksi uterus baik.
Evaluasi : ibu bersedia untuk disuntik oksitosin
3.      Menjepit tali pusat dengan klem tali pusat kira-kira 3 cm dari pusat bayi, jepit tali pusat 2 cm dari klem pertama kemudian memotong tali pusat.
Evaluasi : tali pusat sudah dipotong
4.      Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva, tangan lain mendeteksi di tepi atas simpisis
Evaluasi : klem sudah dipindahkan
5.      Melakukan peregangan dengan dorsokranial, menganjurkan meneran sambil menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai, kemudian keatas mengikuti proses jalan lahir
Evaluasi : tali pusat sudah direnggangkan dan ibu bersedia meneran.
6.      Melahirkan plasenta dengan kedua tangan setelah plasenta muncul di introitus uteri.
Evaluasi : plasenta sudah dilahirkan.
7.      Melakukan massase uterus dengan gerakan melingkar dan mengajari ibu untuk massase
Evaluasi : massase sudah dilakukan kontraksi baik, ibu sudah mengerti.
8.      Memeriksa kelengkapan plasenta
Evaluasi : Selaput plasenta lengkap dan utuh
9.      Mengevaluasi adanya laserasi perinium dan vagina
Evaluasi : ada laserasi derajat 2 dan dilakukan penjahitan

KALA IV
Subyektif : ibu merasa lega tapi masih terasa nyeri dibagian genitalia
Obyektif : terdapatrobekan jalan lahir derajat 2
Assesment : Ny “I” umur x P2A1Ah1 dalam persalinan aktif  kala IV
Planning:
1.      Memperkirakan jumlah kehilangan darah dan membersihkan darah Ibu yang keluar ± 100 cc
2.      Memantau vital sign ibu yaitu nadi, suhu , tekanan darah, respirasi, kantung kemih, kontraksi uterus, TFU.
Evaluasi : Telah dilakukan pemantauan setiap 15 menit untuk satu jam pertama dan setiap 30 menit untuk 2 jam selanjutnya
3.      Mendekontaminasikan peralatan yang sudah dipakai dan membuang sampah di tempatnya.
Evaluasi : peralatan sudah di dekontaminasikan dan sampah sudah dibuang.
4.      Pendokumentasian.


TTD

                                                                                                                                (Bidan)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...