Tampilkan postingan dengan label BAYI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAYI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 April 2013

ASI EKSKLUSIF

Pengertian

        ASI Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI Eksklusif . Pada tahun 2010 WHO menyatakan bahwa ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. Dengan demikian, ketentuan sebelumnya bahwa ASI Eksklusif itu cukup 4 bulan sudah tidak berlaku lagi

Bagaimana mencapai ASI Eksklusif
  1. Menyusui dalam 1 jam setelah kelahiran
  2. Meyusui secara eksklusif hanya ASI. Artinya tidak ditambah makanan atau minman lain,bahkan air putih sekalipun
  3. Menyusui kapanpun bayi meminta (on – demand), sesering yang bayi mau,siang dan malam.
  4. Tidak menggunakan botol susu ataupun empeng.
  5. Mengeluarkan ASI dengan memompa atau memeah dengan tangan,disaat tidak bersama anak.
  6. Mengendalikan emosi dan pikira tenang 

          Pemberian makanan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan lebih besar dari berbagai penyakit.hal ini disebabkan karena imun bayi < 6 bln belum sempurna.pemberian MP-ASI dini sam saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman.belum lagi jika tidak disajikan higienis.hasil riset terakhir dari peneliti di indonesia menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan MP-ASI sebelum ia berumur 6 bulan,lebih bnyak terserang diare,sembelit,batuk,pilek,dan panas di bandingkan bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif.belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya. Saat bayi berumur 6 bulan ke atas saluran pencernaannya sudah mulai sempurna dan siap menerima MP-ASI.beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung,pepsin,lipase,enzim 68anting68,dst.baru akan di prouki sempurna pada saat dia berumur 6 bulan. Mengurngi resiko terkena alergi akibat pada makanan.saat bayi berumur lebih 6 bulan,sel-sel disekitar usus belum ada yang masuk dan siap untuk kandungan dari makanan.sehingga dapat menyebabka reaksi  imun dan tejadi alergi. Menunda pemberian MP-ASI hingga 6 bulan melindugi bayi dari obesitas di kemudian hari.proses pemecahan sari-sari makananyang belum sempurna.pada beberapa kasus yang ekstrim ada juga yang perlu tindakan bedahakibat pemberian MP-ASI terlalu dini.dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MP-ASI baru boleh di perkenalkan pada anak setelah ia umur 6 bulan

Jumat, 19 April 2013

Pentingnya Kesehatan Anak


Pentingnya Kesehatan Anak

  • Kesehatan semasa kecil menentukan kesehatan waktu dewasa, berarti mempersiapkan generasi sehat. 
  • Membina kesehatan anak dapat dilakukan oleh petugas kesehatan, ayah, ibu, saudara. 
  • Anak harus belajar menjaga kesehatannya seperti : memotong kuku, menggosok gigi, mandi dengan sabun, mencuci rambut, mencuci tangan, mengenakan pakaian sendiri.

Pertumbuhan bayi dan anak balita

  • Anak sehat bertambah umur, bertambah berat. 
  • Cara mudah untuk mengetahui pertumbuhan anak dengan menimbang setiap bulan.
  • Gangguan Gizi dan Gangguan kesehatan pada anak 
  • Ancaman terhadap kesehatan anak datang dari gangguan gizi anak dan penyakit anak.
  • Kelainan gizi terjadi karena rendahnya mutu dan jumlah makanan serta gangguan penyerapan makanan anak.

Penyakit-Penyakit Kurang Gizi

  • Kurang Energi Protein (KEP)
  • Kekurangan vitamin A
  • Kurang darah
  • Kekurangan Yodium


Kamis, 18 April 2013

PERAWATAN KESEHATAN PADA BAYI




 PERAWATAN KESEHATAN PADA BAYI


  1. Perawatan Mata Kedua mata di bersihkan dengan kapas bersih yang sudah dibasahi dengan air matang.    Jangan lupa perhatikan di kedua mata adik bayi yang baru lahir, apakah ada tanda-tanda infeksi mata. Mata yang terinfeksi akan banyak kotoran, putih mata biasanya merah dan kelopak mata membengkak. Apabila ada tanda-tanda tersebut konsultasikan dengan tenaga medis atau bidan terdekat.
  2. Perawatan Wajah. Agar bayi terhindar dari infeksi kulit maka kulit wajahpun harus dijaga kebersihannya dengan cara kulit wajah di seka dengan air matang.
  3.  Perawatan Mulut. Bila pada mulut, bibir, atau lidah bayi tampak seperti bekas susu yang tebal dan sulit dibersihkan, maka bayi tersebut kena jamur mulut. Apabila ada tanda-tanda tersebut konsultasikan dengan tenaga medis atau bidan terdekat.
  4. Perawatan kulit Bayi. Pada lipatan-lipatan kulit harus senantiasa di jaga agar senantiasa kering, kulit yang lemab mudah terkena infeksi. Apabila bayi BAK atau BAB bersihkan dengan air hangat, kemudian dilap sampe kering dengan kain yang halus.
  5.  Perawatan Tali Pusat Bungkus tali pusat dengan kasa steril hingga membungkus pangkal dan tali pusat, gantilah kasa 2x sehari sehabis mandi dan jika basah oleh air kencing, tali pusat harus senantiasa kering dan tidak berbahu, Apabila tali pusat terinfeksi akan basah berbau dan merah meradang, bayi akan menangis bila tali pusatnya tersentuh, Perawatan tali pusat yang baik dan benar akan menghindarkan bayi dari penyakit tetanus dan radang selaput otak. Tali pusat yang sehat akan terlepas / puput setelah bayi berumur 6-7 hari.
  6.  Pemakaian Popok. Ganti popok bayi setiap kali basah oleh air kencing dan tinja. Bersihkan bagian bokong bayi dengan air bersih dan keringkan. Perawatan ini dilakukan untuk mencegah infeksi kulit atau kulit lecet.
  7.  Memandikan Bayi. Mandikan bayi di ruangan yang cukup hangat dan tak banyak angin. Mandikan bayi 2x sehari dengan mengunakan air bersih dan sabun bayi. Sabun mandi orang
 

Senin, 15 April 2013

Manfaat Menyusui


Manfaat menyusui ada 6 yaitu :

  • Mempercepat pengecilan kandungan
  • Kesempatan untuk mencurahkan kasih sayang.
  • Mencegah kanker payudara.
  • Ekonomis
  • Praktis
  • Bersih

Cara menyusui

  • Puting susu dibersihkan waktu mandi / saat akan mandi.
  • Mulut bayi menghisap puting susu.
  • Bayi disusui dengan payudara kanan-kiri bergantian.

Makanan ibu pada masa menyusui

  • Setiap hari makan 1-2 piring lebih banyak.
  • Minum 6 gelas lebih banyak dari biasanya.
  • Banyak makan sayuran hijau tua ( daun katuk, daun mengkudu).


Kelainan masa nifas/ masa menyusui

  • Kejang/kaki bengkak
  • Keluar darah / cairan bau dari jalan lahir.
  • Demam
  • Payudara sakit dan nyeri

Pengaturan setelah kehamilan
Jarak kehamilan anak ke-2, umur anak I 3- 5 tahun,dalam merencanakan saat yang tepat untuk hamil lagi, suami istri dapat ber-KB.

LANDASAN TEORI IUFD

PATOFISIOLOGI
Janin bisa juga mati di dalam kandungan (IUD) karena beberapa factor antara lain gangguan gizi dan anemia dalam kehamilan,hal tersebut menjadi berbahaya karena suplai makanan yang di konsumsi ibu tidak mencukupi kebutuhan janin. Sehingga pertumbuhan janin terhambat dan dapat mengakibatkan kematian. Begitu pula dengan anemia, karena anemia adalah kejadian kekurangan FE maka jika ibu kekurangan Fe dampak pada janin adalah irefersibel. Kerja organ – organ maupu aliran darah janin tidak seimbang dengan pertumbuh janin ( IUGR)

FAKTOR PREDISPOISISI
   1. factor ibu (High Risk Mothers)
    a. status social ekonomi yang rendah
    b. tingkat pendidikan ibu yang rendah
    c. umur ibu yang melebihi 30 tahun atau kurang dari 20 tahun
    d. paritas pertama atau paritas kelima atau lebih
    e. tinggi dan BB ibu tidak proporsional
    f. kehamilan di luar perkawinan
    g. kehamilan tanpa pengawasan antenatal
    h. ganggguan gizi dan anemia dalam kehamilan
    i. ibu dengan riwayat kehamilan / persalinan sebelumnya tidak baik seperti bayi lahir mati
    j. riwayat inkompatibilitas darah janin dan ibu
    2. factor Bayi (High Risk Infants)
    a. bayi dengan infeksi antepartum dan kelainan congenital
    b. bayi dengan diagnosa IUGR (Intra Uterine Growth Retardation)
    c. bayi dalam keluarga yang mempunyai problema social
    3. factor yang berhubungan dengan kehamilan
    a. abrupsio plasenta
    b. plasenta previa
    c. pre eklamsi / eklamsi
    d. polihidramnion
    e. inkompatibilitas golongan darah
    f. kehamilan lama
    g. kehamilan ganda
    H. infeksi
    i. diabetes
    j. genitourinaria

TANDA DAN GEJALA
   1. Ibu tidak merasakan gerakan janin
      Diagnosis :
     Nilai DJJ.
     Bila ibu mendaptkan sedatif, tunggu hilangnya pengaruh obat, kemudian nilai ulang.
     Bila DJJ abnormal,lihat penatalaksanaan DJJ abnormal
     Bila DJJ tidak terdengar, pastikan adanya kematian janin dengan stetoskop ( Doppler).
     Bila DJJ baik,berarti bayi tidur.
     Rangsang janin dengan rangsangan suara (bel) attau dengan menggoyangkan perut ibu sehingga ibu merasakan gerakan janin. Bila DJJ meningkat frekuensinya sesuai dengan gerakan janin, maka janin dapat dikatakan normal.
     Bila DJJ cenderung turun saat janin bergerak, maka dapat disimpulkan adanya gawat janin.

   2. Gerakan janin tidak dirasakan lagi
    Diagnosis :
    Gejala dan tannda selau ada Gejala dan tanda kadang – kadang ada Diagnosis kemungkinan
    Gerakan janinberkurang atau hilang.
    Nyeri perut hilang timbul atau menetap
    Perdarahan pervaginam sesudah hamil 22 minggu. Syok
    Uterus tegang / kaku.
    Gawat janin atau DJJ tidak terdengar. Solusio plasenta
    Gerakan janin dan DJJ tidak ada
    Perdarahan
    Nyeri perut hebat Syok
    Perut kembung / cairan bebas intra abdominal
    Kontur uterus abnormal
    Abdomen nyeri
    Bagian – bagian janin teraba
    Denyut nadi bu cepat Rupture uteri
    Gerakan janin berkurang atau hilang
    DJJ abnormal(<100/menit atau >140/ menit) Cairan ketuban bercampur mekonium Gawat janin
    Gerakan janin / DJJ hilang Tanda – tanda kehamilan berhenti
    Tinggi fundus uteri berkurang
    Pembesaran uterus berkurang Kematian janin

. PENILAIAN KLINIK
    1. Pertumbuhan janin (-),bahkan jiniin mengecil sehingga TFU menurun.
    2. Bunyi DJJ tidak terdengar dengan stetoskop dan pastikan dengan Doppler.
    3. Keluhan ibu: Berat badan ibu menurun.
    4.  Tulang kepala kolaps.
    5. USG : untuk memastikan kematian janin dimana gambarannya menunjukan janin tanpa tanda kehidupan.
     6. Pemeriksaan HCG urin menjadi negatif.
 Komplikasi :
 Trauma emosional yang berat menjadi bila watuu antara kematian janin dan persalinan cukup lama.
 Dapat terjadi infeksi bila ketuban pecah.
 Dapat terjadi koagulopati bila kematian janin berlangsung lebih dari 2 minggu.

JENIS – JENIS PERSALINAN UNTUK JANIN MATI
   Kematian janin dapat di bagi menjadi 4 golongan:
     Golongan l : Kematian sebelum masa hamil mencapai 20 minggu penuh.
     Golongan ll : Kematian sesudah ibu hamil 20 minggu hingga 28 minggu.
     Golongan lll :Kematian sesudah kehamilan lebih dari 28 minggu (Late Fetal Death).
     Golongan lV : Kematian yang tidak dapat di golongkan pada kertiga golongan diatas.

 Jenis – jenis pertolongan persalinan untuk janin mati:
 1. Pertolongan persalinan dengan perforasi kronioklasi
    Perforasi kronioklasi merupakan tindakan beruntun yang dilakukan pada bayi yang meninggal di dalam kandunagan untuk memperkecil kepala janin dengan perforation dan selanjutnya menarik kepala janin ( dengan kranioklasi) tindakan ini dapat dilakukan pada letak kepala oleh letak sungsang dengan kesulitan persalinan kepala.Dngan kemajuan pengawasan antenatal yang baik dan system rujukan ke tempat yang lebih baik , maka tindakan proferasi dan kraioklasi sudah jarang dilakukan.
    Bahaya tindakan proferasi dan kraniioklasi adalah perdarahan infeki, trauma jalan lahir dan yang paling berat ruptira uteri( pecah robeknya jalan lahir).
 2. Pertolongan persalinan dengn dekapitasi
    Letak lintang mempunyai dan merupakan kedudukan yang sulit untuk dapat lahir normal pervaginam. Gegagalan pertolongan pada letak lintang menyebabkan kematian janin, oleh karena itu kematian janin tidak layak dilkukan dengan seksio sesaria kecuali pada keadaan khusus seperti plasenta previa totalis, kesempitan panggul absolute. Perslinan di lakukan dengan jalan dekapitasi yaitu dengan memotong leher janin sehingga badan dan kepala janin dapat di lahirkan,
 3. Pertolongan persalinan dengan eviserasi
    Eviserasi adalah tindakan operasi dengan mengeluarkan lebih dahulu isi perut dan paru (dada) sehingga volume janin kecil untuk selanjutnya di lahirkan.
    Eviserasi adalah operasi berat yang berbahaya karena bekerja di ruang sempit untuk memperkecil volume janin bahaya yang selalu mengancam adalah perdarahan,infeksi dan trauma jalan lahir dengan pengawasan antalnatal yang baik, situasi kehamilan dengan letek lintang selalu dapat di atasi dengan versi luar atau seksio sesaria.
 4. Pertolongan persalinan dengan kleidotomi
     Kleidotomi adalah memotong tulang klavikula (tulang selangka) sehingga volume bahu mengecil untuk dapat melahirkan bahu. Kleidotomi masih dapat dilakukan pada anak hidup, bila diperlukan pada keadaan gangguan persalinan bahu pada anak yan besar.

DIAGNOSIS
 1. Anamnesis
    Ibu tidak merasakan gerakan janin dalam beberapa hari, atau gerakan janin sangat berkurang. Ibu merasakan perutnya tidak bertambah besar, bahkan bertambah kecil atau kehamilan tidak seperti biasanya. Atau wanita belakangan ini merasakan perutnya sering menjadi keras dan merasakan sakit seperti mau melahirkan.
 2. Inspeksi
    Tidak terlihat gerakan-gerakan janin, yang biasanya dapat terlihat terutama pada ibu yang kurus.
 3. Palpasi
    Tinggi fundus > rendah dari seharusnya tua kehamilan, tidak teraba gerakanan janin. Dengan palpasi yang teliti, dapat dirasakan adanya krepitasi pada tulang kepala janin.
 4. Auskultasi
    Baik memamakai setetoskop monoral maupun dengan Deptone akan terdengar DJJ.
 5. Reaksi kehamilan
    Reaksi kehamilan baru negatif setelah beberapa minggu janin mati dalam kandungan.
 6. Rontgen Foto Abdomen
    Adanya akumulasi gas dalam jantung dan pembuluh darah besar janin
    Tanda Nojosk : adanya angulasi yang tajam tulang belakang janin.
    Tanda Gerhard : adanya hiperekstensi kepala tulang leher janin
    Tanda Spalding : overlaping tulang-tulang kepala (sutura) janin
    Disintegrasi tulang janin bila ibu berdiri tegak
    Kepala janin kelihatan seperti kantong berisi benda padat.
 7. Ultrasonografi
 8. Tidak terlihat DJJ dan gerakan-gerakan janin.

 PENANGANAN PERTOLONGAN PERTOLONGAN PERSALINAN IUFD
   Penangan umum :
     Berikan dukungan emosional pada ibu
     Nilai DJJ
     Nilai ibu mendapa sedative, tungg hilangnya pengaruh obat, kemudian nilai ulang.
     Bila DJJ tidak terdengar minta beberapa orang mendengarkan menggunakan stetetoskop dopler.
   Penanganan pada masa persalinan :
    Kematian janin
    Kematian dapat terjadi akibat gangguan pertumbuhan janin, gawat janin, atau kelainan bawaan atau akibat infeksi yang tidak terdiagnosis sebelumnya sehingga tidak terobati.
    Jika pemeriksaan radiologic tersedia, konfirmasi kematian janin setelah lima hari. Tanda-tandanya berupa overlapping tulang engkorak, hiperfleksi kolumna, vertebralis, gelembung udara didlam jantung dan edema scalp.
     USG adalah sarana penunjang diagnostic yang baik untuk memastikan kematian janin dimana gambarannya menunjukan janin tanpa tanda hidup: tidak ada denyut jantung janin, ukuran kepala janin dan cairan ketuban berkurang.
     Dukungan mental emosional perlu diberikan kepada pasien selalu didampingi oleh orang terdekatnya. Yakinkan bahwa besar kemungkinan dapat jhir per vaginal.
    Pilihlah cra persalinan dapat secara aktif dengan induksi maupun ekspektatif, perlu dibicarakan dengan pasien dan keluarganya sebelum keputsan diambil.
   Bila pilihan penangasalinan nan adlah akspetif:
    o Tunggu persalinan spontan hingg dua minggu
    o Yakinkan bahwa 90% persalinan spontan akan terjadi tanpa komplikasi.
    o Jika trombosit dalam 2 minggu menurun tanpa persalinan spontan,lakukan penaganan aktif
    o Jika penanganan aktif akan dilakukan, nilai serviks:
    o Jika serviks matang, lakukann induksi persalinan dengan oksitosin atau prostaglandin.
    o Jika serviks belum mtang, lakukan pematangan serviks dengan prostaglandin atau kateter foley.
   Catatan: janagan lakukan amniotomi Karena beresiko infeksi.
    Persalinan dengan seksio sesarea merupakan alternative terakhir
    Jika persalinan spontan tidak terjadi dalam 2 minggu, trombosit menurun dan serviks belum matang, matangkan serviks dengan misoprostol:
     Tempatkan misoprostol 25mcg di puncak vagina, dapat di ulani sesudah 6 jam
     Jika tidak ada respon sesudah 2x25mcg misoprotol, naikan dosis menjadi 50mcgmenjadi setiap 6 jam.
  Catatan: jangan biarkan lebih dari 50mcg setiap kali dan jangan melebihi 4 dosis
     Jika ada tanda infeksi, berikan antibiotic untuk metritis
     Jika tes pembekuan sederhana lebih dari 7 menit atau bekuan mudah pecah, waspadai koagulopati
    Berikan kesempatan kepada ibu dan keluarganya untuk melihat dan melakukan berbagai kegiatan ritual bagi janin yang meninggal tersebut.
    Pemerikasaan patologi plasenta adalah untuk mengungkapkan adanya patologi plasenta dan infeksi.

ASKEB IUFD

 PENGERTIAN
          IUFD adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan baik pada    kehamilan yang besar dari 20 minggu atau kurang dari 20 minggu (Rustam Muchtar, 1998)
          IUFD adalah kematian hasil konsepsi sebelum dikeluarkan dengan sempurna dari rahim ibunya tanpa memandang tuanya kehamilan (Sarwono, 2005)
          IUFD atau stilbirth adalah kelahiran hasil konsepsi dalam keadaan mati yang telah mencapai umur kehamilan 28 minggu (atau berat badan lahir lebih atau sama dengan 1000gr)
         IUFD Adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan. Kematian janin dalam kandungan (KJDK) atau intra uterine fetal deadth (IUFD), sering dijumpai baik pada kehamilan dibawah 20 minggu maupun sesudah kehamilan 20 minggu
   Sebelum 20 minggu :
Kematian janin dapat terjadi dan biasanya berakhir dengan abortus.Bila hasil konsepsi yang sudah mati tidak dikeluarkan dan tetap tinggal dalam rahim disebut missed abortion.
   Sesudah 20 minggu :
Biasanya ibu telah merasakan gerakan janin sejak kehamilan 20 minggu dan seterusnya. Apabila wanita tidak merasakan gerakan janin dapat disangka terjadi kematian dalam rahim.

Minggu, 14 April 2013

BAGAIMANA CARA PENULARAN VIRUS HEPATITIS B ?


Virus Hepatitis B Ditemukan Dalam Darah, Air Ludah, Cairan Mani, Air Seni, Tinja, Dan Berbagai Cairan Tubuh Penderita Hepatitis B.

Anda Dapat Mengidap Hepatitis B Melalui / Akibat :
Hubungan Seksual Dengan Penderita.
Menggunakan Alat-Alat Yang Tercemar/Bekas Menyuntik, Tindik Telinga, Akupuntur Ataupun Tatto.
Barang-Barang Yang Dipakai Bersama Penderita Dan Dapat Melukai Kulit, Seperti : Sikat Gigi, Alat Pencukur,  Sisir, Atau Gunting Kuku.
Bersentuhan Dengan Cairan Tubuh Atau Getah Tubuh Penderita Melalui Luka-Luka Di Kulit Atau Selaput Lendir Mata Dan Mulut.
Lahir Dari Ibu Yang Menderita Hepatitis B.

APA YANG PERLU ANDA LAKUKAN TERHADAP PAKAIAN, TUMPAHAN DARAH ATAUPUN ALAT MAKAN YANG TELAH DIGUNAKAN OLEH PENGIDAP ?

Virus Hepatitis B Dapat Dimusnahkan Dengan :
Air Mendidih
Sabun Deterjen Seperti “Chlorox”

Alat-Alat Makan Pribadi Pengidap Harus Dibersihkan Dengan Cara Seperti Di Atas.

Kamis, 11 April 2013

ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS DENGAN ASI TIDAK KELUAR,BAYI TIDAK MAU MENYUSU TERHADAP Ny. D DI BPS PERMATA BUNDA

Segera susui bayi maksimal setengah jam pertama setelah persalinan. Hal ini merupakan titik awal yang penting apakah bayi nanti akan cukup mendapatkan ASI atau tidak. Ini di dasari oleh peran hormon pembuat ASI, antara lain hormon prolaktin. Hormon prolaktin dalam peredaran darah ibu akan menurun setelah satu jam persalinan yang disebabkan oleh lepasnya plasenta.
Sebagai upaya untuk tetap mempertahankan prolaktin untuk terus memproduksi ASI. Kosongnya simpanan ASI mengakibatkan semakin besar produksinya untuk mengisi ketika “lumbung” ASI yang kosong dan hornon prolaktin akan terus tinggi dalam peredaran darah. Apabila bayi tidak menghisap puting susu pada setengah jam persalinan, hormon prolaktin akan turut dan sulit merangsang sehingga ASI baru akan keluar pada hari ketiga atau lebih. (Hubertin Sri. 2004)

Download

Minggu, 05 Agustus 2012

Diare pada Bayi dan Balita



Diare adalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi berak lebih dari biasanya (3 atau lebih per hari) yang disertai perubahan bentuk dan konsistensi tinja dari penderita (Depkes RI, Kepmenkes RI tentang pedoman P2D, Jkt, 2002).
            Jika ditilik definisinya, diare adalah gejala buang air besar dengan konsistensi feses (tinja) lembek, atau cair, bahkan dapat berupa air saja. Frekuensinya bisa terjadi lebih dari dua kali sehari dan berlangsung dalam jangka waktu lama tapi kurang dari 14 hari. Seperti diketahui, pada kondisi normal, orang biasanya buang besar sekali atau dua kali dalam sehari dengan konsistensi feses padat atau keras.

Menurut WHO (1980) diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari. Diare akut adalah diare yang awalnya mendadak dan berlangsung singkat, dalam beberapa jam atau hari.

2.      Jenis- jenis Diare
·         Diare Akut
Merupakan diare yang disebabkan oleh virus yang disebut Rotaviru yang ditandai dengan buang air besar lembek/cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya biasanya (3kali atau lebih dalam sehari) dan berlangsung kurang dari 14 hari. Diare Rotavirus ini merupakan virus usus patogen yang menduduki urutan pertama sebagai penyebab diare akut pada anak-anak.

·         Diare Bermasalah
Merupakan yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi. Penularan secara fecal-oral, kontak dari orang ke orang atau kontak orang dengan alat rumah tangga. Diarae ini umumnya diawali oleh diare cair kemudian pada hari kedua atau ketiga baru muncul darah, dengan maupun tanpa lendir, sakit perut yang diikuti munculnya tenesmus panas disertai hilangnya nafsu makan dan badan terasa lemah.

·         Diare Persisten
Merupakan diare akut yang menetap, dimana titik sentral patogenesis diare persisten adalah keruskan mukosa usus. Penyebab diare persisten sama dengan diare akut.
(Pedoman Pemberantasan Penyakit Diare Edisi ketiga, Depkes RI, Direktorat Jenderal PPM dan PL tahun 2007)


3.      Penyebab
Menurut Dr. Haikin Rachmat, MSc., penyebab diare dapat diklasifikasikan menjadi enam golongan:
1. Infeksi yang disebabkan bakteri, virus atau parasit.
2. Adanya gangguan penyerapan makanan atau disebut malabsorbsi.
3. Alergi.
4. Keracunan bahan kimia atau racun yang terkandung dalam makanan.
5. Imunodefisiensi yaitu kekebalan tubuh yang menurun.

Direktur Pemberantasan Penyakit Menular Langsung (PPML), Ditjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Depkes yang sering ditemukan di lapangan adalah diare yang disebabkan infeksi dan keracunan. Setelah melalui pemeriksaan laboratorium, sumber penularannya berasal dari makanan atau minuman yang tercemar virus. Konkretnya, kasus diare berkaitan dengan masalah lingkungan dan perilaku. Perubahan dari musim kemarau ke musim penghujan yang menimbulkan banjir, kurangnya sarana air bersih, dan kondisi lingkungan yang kurang bersih menyebabkan meningkatnya kasus diare. Fakta yang ada menunjukkan sebagian besar pasien ternyata tinggal di kawasan kurang bersih dan tidak sehat.
            Saat persediaan air bersih sangat terbatas, orang lantas menggunakan air sungai yang jelas-jelas kotor oleh limbah. Bahkan menjadi tempat buang air besar. Jelas airnya tak bisa digunakan. Jangan heran kalau kemudian penderita diare sangat banyak karena menggunakan air yang sudah tercemar oleh kuman maupun zat kimia yang meracuni tubuh. Masalah perilaku juga bisa menyebabkan seseorang mengalami diare. Misalnya, mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak bersih, sudah tercemar, dan mengandung bibit penyakit. Jika daya tahan tubuh ternyata lemah, alhasil terjadilah diare.
1.       Patofisiologi
Penyakit ini dapat terjadi karena kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung, seperti:
·         Makan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau terkontaminasi oleh tangan kotor.
·         Bermain dengan mainan terkontaminasi apalagi pada bayi sering memasukkan tangan/mainan/apapun kedalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari.
·         Penggunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan air yang benar.
·         Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar.
                                                     
2.      Tanda dan Gejala
Gejala diare adalah tinja yang encer dengan frekuensi 4kali atau lebih dalam sehari, yang kadang disertai:
- Muntah
- Badan lesu atau lemah
- Panas
- Tidak nafsu makan
- Darah dan lendir dalam kotoran

1. Umur
2. Jenis Kelamin
3. Musim
4. Status Gizi
5. Lingkungan 
6. Status Sosial Ekonomi
   
Akibat Diare
Diare yang berlangsung terus selama berhari-hari dapat membuat tubuh penderita mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi. Jika dehidrasi yang dialami tergolong berat, misalnya karena diarenya disertai muntah-muntah, risiko kematian dapat mengancam. Orang bisa meninggal dalam beberapa jam setelah diare dan muntah yang terus-menerus. Dehidrasi akut terjadi akibat penderita diare terlambat ditangani.

Pencegahan
Diare
Pencegahan muntaber bisa dilakukan dengan mengusahakan lingkungan yang bersih dan sehat.
·         Usahakan untuk selalu mencuci tangan sebelum menyentuh makanan.
·         Usahakan pula menjaga kebersihan alat-alat makan.
·         Sebaiknya air yang diminum memenuhi kebutuhan sanitasi standar di lingkungan tempst tinggal. Air dimasak benar-benar mendidih, bersih, tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa.
·         Tutup makanan dan minuman yang disediakan di meja.
·         Setiap kali habis pergi usahakan selalu mencuci tangan, kaki, dan muka.
·         Biasakan anak untuk makan di rumah dan tidak jajan di sembarangan tempat. Kalau bisa membawa makanan sendiri saat ke sekolah
·         Buatlah sarana sanitasi dasar yang sehat di lingkungan tempat tinggal, seperti air bersih dan jamban/WC yang memadai.
·          Pembuatan jamban harus sesuai persyaratan sanitasi standar. Misalnya, jarak antara jamban (juga jamban tetangga) dengan sumur atau sumber air sedikitnya 10 meter agar air tidak terkontaminasi. Dengan demikian, warga bisa menggunakan air bersih untuk keperluan sehari-hari, untuk memasak, mandi, dan sebagainya.

Pertolongan Pertama
Bila sudah terlanjur terserang diare, upaya pertolongan pertama yang perlu segera dilakukan:
1.      Minumkan cairan oralit sebanyak mungkin penderita mau dan dapat meminumnya. Tidak usah sekaligus, sedikit demi sedikit asal sering lebih bagus dilakukan. Satu bungkus kecil oralit dilarutkan ke dalam 1 gelas air masak (200 cc). Jika oralit tidak tersedia, buatlah larutan gula garam. Ambil air masak satu gelas. Masukkan dua sendok teh gula pasir, dan seujung sendok teh garam dapur. Aduk rata dan berikan kepada penderita sebanyak mungkin ia mau minum.
2.      Penderita sebaiknya diberikan makanan yang lunak dan tidak merangsang lambung, serta makanan ekstra yang bergizi sesudah muntaber.
3.      Penderita muntaber sebaiknya dibawa ke dokter apabila muntaber tidak berhenti dalam sehari atau keadaannya parah, rasa haus yang berlebihan, tidak dapat minum atau makan, demam tinggi, penderita lemas sekali serta terdapat darah dalam tinja.






 

Kamis, 31 Mei 2012

Format Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru lahir Normal


ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL
BAYI NY.X UMUR X HARI
DI BPS
NO REGISTER     : XXX
MASUK RS TANGGAL,JAM           :
DIRAWAT DI RUANG                      :
PENGKAJIAN DATA                         :Oleh  Bidan X                    Tanggal /jam:
BIODATA
Nama Bayi           :
Tanggal lahir       :                               jam

                                                                Ibu                                                         Ayah
Nama                    :
Umur                    :
Agama                  :
Suku/Bangsa      :
Pendidikan         :
Pekerjaan           :
Alamat                  :

SUBJEKTIF
1.       Riwayat Kehamilan
G             P             A             Ah
Umur kehamilan              :
Riwayat ANC                      : teratur/tidak, x kali, di Puskesmas, oleh bidan 
Imunisasi TT                       : x kali
TT 1 tanggal        , tt 2 tanggal
Kenaikan BB       : x kg
Keluhan               :
Penyakit selama hamil
Kebiasaan
·         Makan                  :
·         Obat/jamu          :
·         Merokok             :
Komplikasi
·         Ibu         :
·         Janin      :
2.       Riwayat Persalinan
Kala II mulai tanggal        :               jam
DJJ          :
TBJ         :
Ketuban Pecah : lama x jam, warna
Vaskularisasi      :
Caput succedaneum       :
Lahir seluruhnya               : tanggal x            , jam
Jenis persalinan                                : spontan/tindakan
Atas indikasi
Penolong             : bidan  , di BPS
PB/BB lahir          :
Lama persalinan               : kala I   x jam x menit
                                                  Kala II  x jam x menit
3.       Keadaan bayi baru lahir
Lahir tanggal       :                               ,jam
Masa gestasi      :               minggu
BB/PB lahir          :
Nilai APGAR        :  1 menit/5menit/10 menit/2 jam:
No
Kriteria
1 menit
5 menit
10 menit
2 jam
1
Denyut Jantung




2
Usaha nafas




3
Tonus otot




4
Reflek




5
Warna kulit





TOTAL





Cacat bawaan    :
Resusitasi            : Penghisapan  lendir      : ya/tidak
                                  Ambubag                          : ya/tidak
                                  Massase jantung            : ya/tidak
OBJEKTIF
1.       Pemeriksaan Umum
a.       Keadaan umum        : normal               kesadaran : kompo smentis
b.      Tanda vital                 
Nadi               :
Pernafasan :
Suhu              :
c.       BB sekarang               :
2.       Pemeriksaan Fisik
Kepala                  :
Muka                    :
Ubun-ubun        :
Mata                     :
Hidung                  :
Telinga                  :
Mulut                    :
Leher                    :
Dada                      :
Tali pusat             :
Abdomen            :
Punggung            :
Ekstermitas        :
Genitalia              :
Anus                      :
3.       Reflek
Moro                     :
Rooting                                :
Sucking                 :
Swallowing         :
Walking                :
Graphs                 :
Tonicneck            :
Burning                                :
4.       Antropometri
LK           :
LD           :
LK           :
5.       Eliminasi
Miksi                     :
Defekasi              :
6.       Pemeriksaan Penunjang
a.       Pemeriksaan Laboratorium
b.      Pemeriksaan Penunjang Lain

Catatan medik lain   :
ASSESMENT
Bayi NY.X umur x hari baru lahir normal
PLANNING











Minggu, 27 Mei 2012

SASARAN MDGS DI INDONESIA

1.
Target MDGs hingga tahun 2015 maksimal 58 per 1000 kelahiran. Di Indonesia setiap 1.000 kelahiran, 40 diantaranya akan meninggal sebelum berusia 5 tahun. Sepertiga kematian bayi terjadi pada bulan pertama setelah kelahiran, 80 persen diantaranya terjadi pada minggu pertama.
Menurunkan angka kematian anak
 a. Target untuk 2015 adalah mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun
 b.  Perubahan perilaku masyarakat yang paling rentan terhadap kamatian bayi.
Hal tersebut termasuk peningkatan pengetahuan keluarga tentang status kesehatan dan nutrisi, serta    pemberitahuan mengenai jangkauan dan macam pelayanan yang dapat digunakan.
Penurunan angka balita gizi buruk karena pada saat Musrenbang banyak usulan dari desa dan kecamatan yang meminta tambahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang mendekati kurang gizi, sehingga tidak sampai terjadi kasus gizi buruk pada balita.

c.  MUNISASI
salah satu bagian terpenting dari Program Nasional Bagi Anak Indonesia adalah menurunkan angka kematian bayi dan balita. Imunisasi merupakan salah satu upaya yang terbukti efektif secara ilmiah untuk pencegahan penyakit infeksi berat, disamping pemberian air susu ibu selama 6 bulan, nutrisi seimbang, peningkatan higiene perorangan dan lingkungan yang juga merupakan kebutuhan dasar kesehatan anak secara umum yang harus dipenuhi. Secara global kita diminta untuk memberikan imunisasi secara lengkap kepada anak dibawah usia 1 tahun sebesar 90% coverage nasional. Agar upaya tersebut berhasil tentunya diperlukan (1) assessment terhadap performance, kualitas, dan safety strategi imunisasi melalui berbagai indikator, survelens epidemiologi, konfirmasi laboratorium, serta impact pada negara terkait, dan (2) assessment dari penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi saat ini dan akan datang, baik dalam hal penyakitnya, kematian, dan kecacatan, bahkan masalah ekonomi. 
d.      JAMPERSAL
Latar belakang lahirnya JAMPERSAL tidak lepas dari kewajiban pemerintah oleh AMANAT UU  40 tahun 2004 yang meharuskan pemerintah menjamin kesehatan seluruh masyarakatnya termasuk rakyat tidak mampu dan miskin dan mengurangi angka kematian Ibu dan Bayi.yang juga memiliki substansi yaitu pemerintah harus menjaimin hidup sehat bagi seluruh masyarakatnya. Jampersal dapat di rasakan masyarakat tidak mampu di rumah sakit pemerintah dan swasta kelas 3 mulai tahun 2011. Tujuan utama dari JAMPERSAL adalah untuk meningkatkan akses terhadap pelayanan persalinan yang dilakukan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB melalui jaminan pembiayaan untuk pelayanan persalinan.
    e.   Pemerintah Indonesia tahun 2012 akan melaksanakan Program Emas atau Expanding Maternal and Newborn Survival yang bekerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat. Program ini untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan yang masih tinggi di Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...