Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 November 2012

SAP PRA MENARCHE


SATUAN ACARA PENYULUHAN
PRA MENARCHE

A.          LATAR BELAKANG
                                                           
Berdasarkan hasil pengkajian pada keluarga Bapak Ydi RT 02 RW 15 Pedukuhan Gamping Tengah Desa Ambarketawang bahwa putrinya An.V adalah remaja awal berusia 13tahun belum mendapatkan pengetahuan tentang pra menarche.maka saya akan memberikan penyuluhan tentang pra menarche dan cara menghadapinya.

Pokok Bahasan           : Kespro
Sub Pokok Bahasan    : Pra Menarche
Penyuluh                     : Baiq ida rizqia
Hari/Tanggal               : Sabtu, 20 Oktober 2012
Waktu                         : 17.00 WIB
Tempat                        : Rumah Bpk.Y
Sasaran                        : An.V

I.                   Tujuan Umum
An.V  dapat mengerti tentang pra menarche dan lebih siap menghadapi menarche bila menarche sewaktu waktu mendapatkan menarche.
II.      Tujuan Khusus
a.       An.V dapat mengerti tentang pngertian menarche.
b.      An.V dapat mengetahui persiapan apabila mendapatkan menarche.
III.    Materi
         Terlampir
IV.  Metode
a.       Penyuluhan
b.      Tanya jawab
  V.    Media
        Leaflet

  VI. Kegiatan
    .      Pelaksanaan
No.
Acara
Waktu
Kegiatan penyuluhan
Evaluasi
1.
Pembukaan
4 menit
a.        Mengucapkan salam dan terima kasih atas kedatangan para peserta.
b.   Memperkenalkan diri dan apersepsi.
Menjawab salam, mendengarkan dengan seksama
2.
Inti
15 menit
a.   Menyampaikan materi tentang pra menarche
c
Mendengarkan dan memperhatikan
3.
Diskusi dan demonstrasi
11 menit
Memberikan kesempatan pada peserta untuk bertanya jika terdapat hal-hal yang belum jelas
Peserta mengajukan pertanyaan
4.
Penutup
5 menit
a    Menyimpulkan hasil penyuluhan
b    Mengevaluasi hasil kegiatan
c    Memberi salam dan meminta maaf
      bila ada kesalahan
d    Mengucapkan terima kasih atas
      perhatian dan mengucapkan salam
pe  penutup
Peserta memperhatikan dan menjawab pertanyaan
Menjawab salam

     VI.  Evaluasi

No
Pertanyaan
                        Jawaban
1.
Pk   Apa pengertian menarche?
Menarche adalah haid yang pertama kali datang. Haid adalah perdarahan yang berasal dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungannya menunaikan fungsinya, terjadi setiap bulan secara teratur pada seorang wanita dewasa yang sehat dan tidak hamil.
2.
Apa yang harus disiapkan sebelum mendapatkan menarche?
1.      Menyiapkan mental
2.      Pengetahuan mengenai menstruasi
3.      Melakukan komunikasi dengan orang tua ataupun saudara permpuan.


VII. Pengesahan

                                                                                                   Yogyakarta,20 Oktober 2012
                  Sasaran                                                                               Pemberi Penyuluhan

                  An.V                                                                                   Baiq Ida Rizqia          
 

                                                       Mengetahui,
                                                       Pembimbing


                                                     Ismarwati , SKM., MPH
                                               













LAMPIRAN
MATERI
PRA MENARCHE
Defenisi Menarche
Menarche adalah haid yang pertama kali datang. Haid adalah perdarahan yang berasal dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungannya menunaikan fungsinya, terjadi setiap bulan secara teratur pada seorang wanita dewasa yang sehat dan tidak hamil. Haid merupakan ciri khas seorang wanita dimana terjadi perubahan-perubahan siklik dari alat kandungannya sebagai persiapan kehamilan (Depkes RI, 1998).
Fisiologis Menarche
Munculnya haid pertama terjadi di tengah-tengah masa pubertas, yaitu masa peralihan dari anak-anak ke dewasa yang memegang peranan penting dalam proses tersebut adalah hubungan Hipotalamus, Hipofisis dan Ovarium (Hypotalamic-Pituitari-Ovarikratis). Hal ini merupakan hasil kerjasama antara Korteks Serebri, Hipotalamus, Hipofisis, varium, Glanduna Supra Renalis dan Kelenjar-kelenjar Endokrin lainnya.
Pada permulaan masa kanak-kanak sistem ini sudah berjalan kemudian tidak berfungsi lagi disebabkan sistem proses itu sangat peka terhadap steroid, sehingga menghambat proses itu sendiri. Rendahnya Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) pada saat itu juga akibat unsur instrinsik penghambat susunan saraf yang mempunyai mekanisme penekanan denyutan (GnRH).
Saat sebelum masa pubertas, sekresi GnRH secara pulstabil dengan frekuensi rendah telah dimulai 4 tahun sebelum menarche, diikuti dengan kenaikan sekresi LH oleh Hipofisis pada malam hari. Pada masa pubertas, sekresi GnRH yang berfrekuensi rendah pelan-pelan berubah seperti wanita dewasa dengan sekresi yang berlangsung selama 24 jam, pola sekresi FSH dan LH juga mengikuti perubahan-perubahan sekresi pulstabil GnRH ini.
Menurut Teori Neurohormonal yang dianut sekarang, Hipotalamus mengawasi sekresi hormon Gonodotropin oleh Adeno Hipofisis melalui sekresi Nurohormon yang disalurkan ke sel-sel Adeno Hipofisis lewat sirkulasi portal yang khusus yang dapat merangsang produksi dan pelepasan Gonadotropin dari Hipofisis.
Folikel-folikel yang berkembang selama sebelum menghailkan hormon estrogen dan kemudian mati, yang lainnya telah dirangsang FSH sehingga folikel ini berkembang mensekresi estrogen. Semakin lama jumlah folikel yang dirangsang semakin banyak sehingga kadar estrogen semakin tinggi.
Hormon estrogen memegang peranan penting dalam perkembangan ciri-ciri kelamin skunder, pertumbuhan organ genetalia terjadinya perapatan pertumbuhan fisik dan perkembangan psikologi kewanitaan. Pada masa pubertas organ-organ genetalia lambat laun tumbuh mendekati bentuk dan sifat-sifat wanita dewasa. Vaskularasi uterus bertambah menyebabkan pertumbuhan lapisan endometrium, sehingga merubah uterus menjadi uterus yang matur, dan lapisan enometrium mengalami diferensiasi baik kelenjar maupun selamanya.
Folikel-folikel di ovarium yang tumbuh walaupun tidak sampai terjadi matang karena sebelumnya mengalami atresia namun telah sanggup memproduksi dan mensekresi estrogen, kadar estrogen makin lama makin tinggi dan saat menstruasi mendekat.
Estrogen menyebabkan umpan balik negatif terhadap FSH, dan bertambah akibat pertumbuhan folikel akan menurun dan sebagian mengalami atresia sehingga estrogen yang diproduksi folikel akan menurun pula.
Dengan menurunnya kadar estrogen berakibat pembuluh darah endometrium mengalami Proliferasi atau mengerut dan terputus-putus lapisan endometrium mengalami deskuamasi sehingga terjadi perdarahan dan mengalir melalui vagina berwujud sebagai haid pertama atau menarche. Dengan munculnya menstruasi pada seorang remaja dapat menggambarkan kemampuan untuk bereproduksi.

SIKAP ORANG TUA SAAT ANAK MENARCHE
Reaksi orangtua saat anak menarche ada yang bingung, panik, atau senang karena buah hatinya sudah beranjak remaja.
Menstruasi pertama atau menarche menandai babak baru kehidupan seorang wanita. Itulah sebabnya, setiap orangtua yang memiliki anak wanita hendaknya sudah membekali sang anak dengan pengetahuan tentang menarcheagar si gadis kecil tidak kaget saat siklus kewanitaan itu tiba.
Menstruasi adalah hal lumrah pada wanita, bahkan dikatakan "tidak normal" jika hingga batas usia tertentu belum mengalaminya. Menarche pada setiap anak wanita bisa bervariasi, umumnya terjadi pada usia 9-14 tahun, kendati bisa jadi lebih awal (usia 8 tahun). Ada juga yang pada usia 16 tahun baru mengalami haid.
Idealnya orangtua, terutama ibu, sudah mulai memberikan gambaran tentang menstruasi pada anaknya sejak usia dini, mengingat tidak mudah menebak kapan datangnya menarche. Hal ini penting sebelum anak mendapat informasi dari luar yang belum tentu kebenarannya.
Wayne Adams PhD, psikolog klinis dari George Fox University Newberg, mengungkapkan, menstruasi menandai perubahan yang besar dalam diri seorang anak wanita sehingga sangat penting baginya untuk "tidak sendirian" menghadapi pengalaman pertamanya ini.
Anak bisa berbicara kepada ibunya, kakak perempuannya, atau teman-temannya saat terjadi gejala seperti perut mulas, buah dada mengencang, atau timbul jerawat. Perubahan ini sebenarnya bisa diamati orangtua, dan kemudian orangtua sudah bisa memulai untuk menceritakan. Bekal penting lainnya adalah persiapan mental. Hal ini juga untuk mengantisipasi rasa minder bila si anak terlalu dini ataupun telat mengalami menarche dibanding rekan sebayanya.
Psikolog Rose Mini AP menekankan pentingnya keterbukaan dan komunikasi efektif antara orangtua dan anak. Pemilik Essa Consulting ini menyayangkan masih banyaknya orangtua yang susah menjangkau anak-anaknya, atau si anak pada saat mau ngomong juga merasa tidak enak atau takut.
"Masalah komunikasi seperti ini sebaiknya dihindari agar anak dalam keadaan apa pun, senang ataupun sedih, mau bercerita kepada orangtuanya. Begitu pun saat anak membuat masalah, dia akan cerita bahwa dia melakukan kesalahan, tanpa takut dimarahi. Karena itu, perlakuan orangtua juga harus baik," tutur Mbak Romi. Ia menambahkan, orang harus lebih jeli kepada anak-anaknya, terutama saat mulai akil balig yang mana biasanya anak mengalami perubahan fisik dan hormonal. Pada anak yang baru haid biasanya siklusnya belum teratur, ini juga penting untuk dijelaskan mengapa hal itu bisa terjadi. "Jika tidak dijelaskan, maka anak pemahamannya tidak ada. Padahal kalau si anak mendapatkannya dari luar belum tentu bisa menjelaskannya dengan baik, dan itu bisa fatal. Misalkan dia pikir tidak mens itu tidak apa-apa, padahal kalau mens awal itu memang siklusnya kadang belum teratur," papar ibu satu anak ini.
Hal lain yang sangat krusial adalah memberitahu anak bagaimana merawat dan menjaga dirinya dalam kaitannya dengan pergaulan di luar, terutama dengan lawan jenisnya, baik di lingkungan rumah maupun di sekolahnya.


DAFTAR PUSTAKA

1)      Manuaba, 2001. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan. Jakarta: EGC
2)      Prawirohardjo, S. 2008. Ilmu Kandungan. Jakarata: Yayasan Bina Pustaka.

SAP KEPUTIHAN PADA REMAJA


SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
KEPUTIHAN PADA REMAJA


                               I.            IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan hasil pengkajian pada keluarga Bapak Ydi RT 02 RW 15 Pedukuhan Gamping Tengah Desa Ambarketawang bahwa putrinya An.A adalah remaja awal berusia 17tahun belum mendapatkan pengetahuan tentangkeputihan.Maka saya akan memberikan penyuluhan tentang Keputihan dan cara menghadapinya.

                            II.            PENGANTAR
Bidang Studi   : Ilmu Kebidanan
Topik               : Kesehatan Reproduksi Remaja
Subtopik          : Keputihan
Sasaran            : An.A
Pukul               : 17.00
Hari/Tanggal   : Minggu, 21 Oktober 2012
Waktu             : 15 menit
Tempat            : Rumah

                         III.            TUJUAN
a.       Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 15menit, diharapkan peserta dapat mengerti dan memahami tanda dan bahaya dari keputihan dan mengetahui cara menjaga diri agar keputihan tidak menjadi hal yang serius khususnya bagi remaja putri.
b.      Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 15 menit, diharapkan remaja akan dapat:
1.      Memahami pengertian keputihan
2.      Memahami penyebab keputihan
3.      Memahami tanda dan bahaya dari keputihan
4.      Tertarik untuk melaksanakan pencegahan dari tanda dan bahaya keputihan.
                         IV.            MATERI
Terlampir
                            V.            MEDIA
1.      leaflet
                         VI.            METODE
1.      Ceramah
2.      Tanya jawab
                      VII.            KEGIATAN PENYULUHAN

No
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Peserta
1
3  menit
Pembukaan:
a)      Memberi salam
b)      Melakukan kontrak waktu
c)      Menjelaskan maksud dan tujuan penyuluhan
d)     Menyebutkan materi/pokok bahasan yang akan disampaikan

Menjawab salam
Melakukan kontrak waktu
Mendengarkan dan memperhatikan
2
7 menit
Pelaksanaan:
Menjelaskan materi berurutan dan teratur.
Materi:
1.      Pengertian Keputihan
2.      Jenis-jenis keputihan
3.      Tanda dan Gejala keputihan
4.      Penyebab keputihan
5.      Cara Mengatasi
Menyimak, memahami dan memperhatikan
3
3 menit
Evaluasi
1.      Memberi kesempatan kepada peserta  untuk bertanya
Merespon dan bertanya
4
2 menit
Penutup
Mengakhiri penyuluhan
Kesimpulan
Mengingatkan materi pertemuan selanjutnya
Mengucapkan terimakasih
salam

Mnyimpulkan bersama-sama
Menjawab salam


                   VIII.            EVALUASI

Metode Evaluasi: Lisan

                         IX.            PENGESAHAN

Yogyakarta,
Sasaran                                                            Pemberi Materi Penyuluhan
                                                                                   
                                                                                   
            An. V                                                              Baiq Ida Rizqia                      
Mengetahui

                                                            ( Ismarwati,S.SiT )







                            X.            LAMPIRAN MATERI

KEPUTIHAN PADA REMAJA

A.    Pengertian
Keputihan adalah semua pengeluaran cairan alat genetalia yang bukan darah. Keputihan bukan penyakit tersendiri, tetapi merupakan manifestasi gejala dari hampir semua penyakit kandungan.
B.     Terjadinya Keputihan
Pada daerah kewanitaan terdapat bakteri yang baik yang disebut dengan basil Doderlein. Dalam keadaan normal jumlah basil ini cukup dominan dan membuat lingkungan vagina bersifat asam sehingga vagina mempunyai daya proteksi yang cukup kuat. Disamping itu vagina juga mengeluarkan sejumlah cairan yang berguna untuk melindungi diri terhadap infeksi.
C.     Jenis-jenis keputihan
Jenis keputihan dibagi menjadi 2 yaitu:
a)      Bersifat FISIOLOGIS(keputihan normal) adalah keputihan yang terjadi pada masa ovulasi yaitu kurang lebih 12 - 14 hari setelah menstruasi. Pada saat terangsang seksual atau mengalami stres emosional. Keputihan seperti ini wajar terjadi pada wanita.
b)      Bersifat PATOLOGIS (Keputihan abnormal atau penyakit keputihan) adalah gejala keluarnya lendir secara berlebihan, berwarna putih dan berbau, gatal, jarang terjadi rasa nyeri. 
D.    Tanda dan Gejala keputihan
Keputihan bukan merupakan penyakit melainkan suatu gejala. Gejala keputihan tersebut dapat disebabkan oleh:
1.        Gejala keputihan karena faktor fisiologis antara lain :
a.       Cairan yang keluar encer
b.      Berwarna bening/krem/tidak berwarna
c.       Tidak berbau
d.      Tidak gatal
e.       Jumlahnya sedikit atau cukup banyak
2.        Gejala keputihan karena faktor patologis antara lain :
a.       Cairan yang keluar bersifat keruh dan kental
b.      Berwarna putih susu, kekuningan, keabu-abuan atau kehijauan
c.       Terasa gatal
d.      Berbau tidak sedap, busuk atau amis
e.       Menyisakan bercak pada pakaian dalam
f.       Jumlahnya banyak

E.     Penyebab keputihan
1.        Jamur Candidas atau Monilia
Warnanya putih susu, kental, berbau agak keras, disertai rasa gatal pada kemaluan.  Akibatnya, mulut vagina menjadi kemerahan dan meradang. Biasanya, penyakit kencing manis dan rendahnya daya tahan tubuh menjadi pemicu.
2.        Parasit Trichomonas Vaginalis
Ditularkan lewat hubungan seks, perlengkapan mandi, atau bibir kloset. Cairan keputihan sangat kental, berbuih, berwarna kuning atau kehijauan dengan bau anyir. Keputihan karena parasit tidak menyebabkan gatal, tapi liang vagina nyeri bila ditekan.
3.        Bakteri Gardnella
Infeksi ini menyebabkan rasa gatal dan mengganggu. Warna cairan kebauan, berair, berbuih, dan berbau amis. Dapat memicu munculnya penyakit kelamin seperti sifilis dan gonorrhoe.
4.        Faktor hygiene yang jelek
Kebersihan yang jelek dapat menyebabkan timbulnya keputihan. Hal ini terjadi karena kelembaban vagina yang meningkat sehingga bakteri patogen penyebab infeksi mudah menyebar.
5.        Pemakaian obat-obatan (antibiotik) dalam waktu lama.
Pemakaian obat- obatan khususnya antibiotik yang terlalu lama dapat menimbulkan sistem imunitas dalam tubuh. wanita yang mengkonsumsi antibiotik timbul keputihan.
6.        Stres
Otak mempengaruhi kerja semua organ tubuh, jadi jika reseptor otak mengalami stress maka hormonal di dalam tubuh mengalami perubahan keseimbangan dan dapat menyebabkan timbulnya keputihan. wanita bisa mengalami gangguan siklus menstruasi / keputihan yang disebabkan oleh stres.
7.        Alergi
Penyebab lain keputihan adalah alergi akibat benda-benda yang dimasukkan secara sengaja atau tidak sengaja ke dalam vagina, seperti tampon, rambut kemaluan, benang yang berasal dari selimut, celana dan lainnya. Bisa juga karena luka seperti tusukan, benturan, tekanan atau iritasi yang berlangsung lama.
8.        Penyakit organ kandungan
Keputihan juga dapat timbul jika ada penyakit di organ kandungan, misalnya peradangan, Tumor (misalnya papiloma, sering menyebabkan keluarnya cairan encer, jernih, dan tidak berbau), kanker rahim atau kanker serviks (leher rahim) (cairan yang keluar bisa banyak disertai bau busuk dan kadang disertai darah).
9.        Keluarnya mucus servix (tidak haid).
Keadaan tersebut menyebabkan menghilangnya suasana asam sehingga vagina dan uretra mudah terinfeksi dan sering timbul gatal. Akibat rasa gatal divagina, maka garukan yang sering dilakukan menyebabkan terjadinya luka–luka yang mudah terinfeksi dan menyebabkan keputihan. Kekurangan atau hilangnya estrogen karena remaja putri masih mengalami ketidak seimbangan hormonal. Akibatnya mereka juga sering mengeluh keputihan selama beberapa tahun sebelum dan sesudah menarche (haid pertama)


F.   Cara Mengatasi
1.      Menjaga kebersihan, diantaranya:
a.    Mencuci bagian vulva (bagian luar vagina) setiap hari dan menjaga agar tetap kering untuk mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur.
b.    Saat menstruasi biasakan mengganti pembalut apabila sudah terasa basah dan lembab.
c.    Menggunakan sabun non parfum saat mandi untuk mencegah timbulnya iritasi pada vagina.
d.   Menghindari penggunaan cairan pembersih kewanitaan yang mengandung deodoran dan bahan kimia terlalu berlebihan, karena hal itu dapat mengganggu pH cairan kewanitaan dan dapat merangsang munculnya jamur atau bakteri.
e.    Setelah buang air besar, bersihkan dengan air dan keringkan dari arah depan ke belakang untuk mencegah penyebaran bakteri dari anus ke vagina.
f.     Menjaga kuku tetap bersih dan pendek. Kuku dapat terinfeksi Candida akibat garukan pada kulit yang terinfeksi. Candida yang tertimbun dibawah kuku tersebut dapat menular ke vagina saat mandi atau cebok.
2.      Memperhatikan pakaian, diantaranya:
a.    Apabila celana dalam yang dipakai sudah terasa lembab sebaiknya segera diganti dengan yang kering dan bersih. Minimal sehari 2 kali.
b.    Menghindari pemakaian pakaian dalam atau celana panjang yang terlalu ketat karena dapat meningkatkan kelembaban organ kewanitaan.
c.    Tidak duduk dengan pakaian basah(misalnya: selesai olahraga dan selesai renang karena jamur lebihsenang pada lingkungan yang basah dan lembab.
d.   Menggunakan pakaian dalam dari bahan katun karena katun menyerap kelembaban dan menjaga agar sirkulasi udara tetap terjaga.
3.      Mengatur gaya hidup, diantaranya:
a.       Menghindari seks bebas atau berganti–ganti pasangan tanpa menggunakan alat pelindung seperti kondom.
b.      Mengendalikan stres
c.       Rajin berolahraga agar stamina tubuh meningkat untuk melawan serangan infeksi.
d.      Mengkonsumsi diet yang tinggi protein. Mengurangi makanan tinggi gula dan karbohidrat karena dapat mengakibatkan pertumbuhan bakteri yang merugikan.
e.       Menjaga berat badan tetap ideal dan seimbang.Kegemukan dapat membuat kedua paha tertutup rapat sehingga mengganggu sirkulasi udara dan meningkatkan kelembaban sekitar vagina.
f.       Apabila mengalami keputihan dan mendapatkan pengobatan antibiotik oral (yang diminum) sebaiknya mengkonsumsi antibiotik tersebut sampai habis sesuai dengan yang diresepkan agar bakteri tidak kebal dan keputihan tidak datang lagi.




                XI.            LAMPIRAN EVALUASI
a.       Pertanyaan
1.      Apa penyebab keputihan ?
2.      Apa tanda dan bahaya keputihan ?
b.      Jawaban
1.      Jamur Candidas atau Monilia, Parasit Trichomonas Vaginalis, Bakteri Gardnella, Faktor hygiene yang jelek, Pemakaian obat-obatan (antibiotik) dalam waktu lama, Stres, Alergi, Penyakit organ kandungan, Keluarnya mucus servix (tidak haid).
2.      Gejala keputihan karena faktor fisiologis antara lain :
a)      Cairan yang keluar encer
b)      Berwarna bening/krem/tidak berwarna
c)      Tidak berbau
d)     Tidak gatal
e)      Jumlahnya sedikit atau cukup banyak
Gejala keputihan karena faktor patologis antara lain :
a)      Cairan yang keluar bersifat keruh dan kental
b)      Berwarna putih susu, kekuningan, keabu-abuan atau kehijauan
c)      Terasa gatal
d)     Berbau tidak sedap, busuk atau amis
e)      Menyisakan bercak pada pakaian dalam
f)       Jumlahnya banyak.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...