Tujuan asuhan persalinan yaitu memberikan asuhan yang memadai selama persalinan dalam upaya mencapai pertolongan persalinan yang bersih yakni yang terjaga kestrelinnya dan aman yakni menghindari terjadinya infeksi serta komplikasi. dengan memperhatikan aspek sayang ibu dan bayi serta bagian tersebut dimasukkan dalam persalinan bersih dan aman termasuk hadirnya keluarga atau orang yang memberi dukungan bagi ibu sehingga menghindari omplikasi yang mungkin terjadi.
Tampilkan postingan dengan label KEHAMILAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEHAMILAN. Tampilkan semua postingan
Jumat, 26 April 2013
ASUHAN KEBIDANAN IBU BERSALIN KOMPREHENSIF PADA NY “ S ” G1P00000 USIA KEHAMILAN 40 MINGGU I/ T /H DENGAN INPARTU KALA I FASE LATEN
Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam waktu ± 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu atau janin. Sedangkan yang dimaksud dengan Fase laten didalam persalinan yakni diman pembukaan serviks berlangsung lambat sampai pembukaan 3 cm dan berlangsung dalam 7-8 jam. Pada fase laten ini bisa saja terjadi yakni Fase laten memanjang, yang dimaksud dengan fase laten memanjang ini adalah pembukaan serviks sampai 3 cm berlangsung lebih dari 8 jam, Fase laten memanjang ini dapat menyebabkan komplikasi pada ibu yakni terjadi pendarahan, sedangkan komplikasi yang mungkin terjadi pada bayi yakni Asfiksia sampai bayi meninggal.
Tujuan asuhan persalinan yaitu memberikan asuhan yang memadai selama persalinan dalam upaya mencapai pertolongan persalinan yang bersih yakni yang terjaga kestrelinnya dan aman yakni menghindari terjadinya infeksi serta komplikasi. dengan memperhatikan aspek sayang ibu dan bayi serta bagian tersebut dimasukkan dalam persalinan bersih dan aman termasuk hadirnya keluarga atau orang yang memberi dukungan bagi ibu sehingga menghindari omplikasi yang mungkin terjadi.
Tujuan asuhan persalinan yaitu memberikan asuhan yang memadai selama persalinan dalam upaya mencapai pertolongan persalinan yang bersih yakni yang terjaga kestrelinnya dan aman yakni menghindari terjadinya infeksi serta komplikasi. dengan memperhatikan aspek sayang ibu dan bayi serta bagian tersebut dimasukkan dalam persalinan bersih dan aman termasuk hadirnya keluarga atau orang yang memberi dukungan bagi ibu sehingga menghindari omplikasi yang mungkin terjadi.
Rabu, 24 April 2013
ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI ANC KOMPREHENSIF PADA NY “ N ” G3P200002 USIA KEHAMILAN 10 MINGGU DENGAN ABORTUS INKOMPLIT
Keguguran/abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan, manra melaporkan bahwa fetus dengan berat 397 gram dapat hidup terus. bayi dengan BB 700 – 800 gram dapat hidup, tapi hal ini dianggap sebagai suatu keajaiban. maki tinggi BB anak waktu lahir makin besar kemungkinannya untuk dapt hidup terus. faktor – faktor yang menyebabkan kematian fetus sangatlah banyak diantaranya kelainan ovum sekitar 50-80 /, kelainan genetalla Ibu, gangguan sirkulasi plasenta – penyekit ibu dan terlalu cepatnya carpus luteum menjadi atraki, diperkirakan keguguran spontan antara 10-15’/. namun demikian, frekuensi seluruh keguguran yang pasti sukar ditentukan karena abortus buatan banyak yang tidak di laporkan. Pencegahan dan penanganan aborsi harus dilakukan sendini mungkin yakni dengan menyarankan ibu hamil untuk segera periksa ketenaga kesehatan jika mengalami pendarahan dan melakukan istirahat total untuk memulihkan keadaan..Minggu, 21 April 2013
ASKEB Kehamilan post mature
Mortalitas dan morbilitas pada wanita hamil dan bersalin adalah besar di Negara berkembang, di Negara miskin sekitar 25 - 50% kematian wanita subur disebabkan hal yang berkaitan dengan assessment safe mother hood tahun 1990 – 1991, suatu hasil kegiatan ini adalah rekomendasi rencana kegiatan 5 tahun dalam bentuk strategi rasional untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu (AKI), sedangkan penyebab tak langsung kematian ibu antara lain anemia, Kurang Energi Kronis (KEK) dan keadaan “4 terlalu” (terlalu tua, muda, dan banyak). (Prawihardjo, 2001: 3 - 4).
Kehamilan merupakan peristiwa luhur dan merupakan proses reproduksi yang dialami seseorang, setiap wanita hamil membawa resiko yang bersifat dinamis. Artinya kehamilan normal dapat berubah menjadi resiko tinggi atau sebaliknya. Misalnya seorang ibu hamil normal bisa mengalami kelainan letak pada kehamilan preterm, terutama pada TM II, letak dan presentasi janin belum stabil yang bisa beresiko terhadap ibu dan janinnya sehingga ibu hamil perlu mewaspadai terjadinya resiko dalam kehamilan, baik kehamilan primi atau multi, kehamilan tetap membawa resiko.
Pada multigravida sering umumnya mengalami banyak masalah, karena memiliki pengalaman sebelumnya. Sedangkan pada primigravida sering mengahadapi beberapa masalah yang berkaitan dengan adaptasi kehamilan dimana ibu merasa terganggu, maka diperlukan asuhan antenatal bagi seluruh ibu hamil untuk memonitor dan mendeteksi resiko tinggi kehamilan normal.
Berdasarkan gambaran di atas asuhan antenatal sangat penting dalam upaya penurunan angka kematian ibu. Yakni, melakukan pencegahan dengan menemukan faktor resiko tinggi ibu hamil melalui pemeriksaan kehamilan secara berkala sesuai dengan program KIA untuk menjamin kualitas atau mutu pelayanan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) merupakan bagian terpenting yang secara efektif dapat membantu ibu hamil dalam memecahkan masalah terutama pada multigravida dengan kurangnya pengetahuan tentang kehamilan fisiologi.
Rabu, 17 April 2013
Ibu Hamil Memerlukan Perhatian Khusus
Makanan Ibu Hamil
- Selama hamil makanan harus lebih banyak 1-2 piring.
- Ibu hamil perlu merawat payudara, mengatur kegiatan, cukup istirahat, menghindari kerja keras/ kelelahan, memeriksakan kehamilan secara teratur.
- Makanan harus mengandung gizi, buah dan sayuran berwarna.
Pemeriksaan kehamilan
- Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui keadaan kehamilan, jika ada kelainan segera diketahui.
- Ibu hamil perlu mengkonsumsi tablet tambah darah, mendapatkan suntikan imunisasi anti tetanus (TT/Tetanus Toxoid).
- Pemeriksaan sedikitnya 1x waktu usia kehamilan < dari 3 bulan, 1x usia kehamilan 3 – 6 bln & 2x usia kehamilan 6 – 9 bulan.
Perawatan payudara
- Perawatan payudara dilakukan setiap hari sebelum mandi dengan cara pengurutan dari pangkal payudara kearah puting susu, puting susu ditarik-tarik keluar dan diputar-putar diakhiri dengan gerakan memijat air susu keluar.
- Diharapkan setelah melahirkan ASI banyak keluar , putting mudah dihisap & tidak lecet serta dapat menyusui dengan aman.
Minggu, 14 April 2013
ASKEB PRE-EKLAMSI BERAT
Pre eklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan protein uria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi pada trimester 3 kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya, misalnya pada mola hidatidosa (Sarwono, Ilmu Kebidanan, 282).
Penyebab pre eklampsia sampai sekarang belum diketahui, frekuensi kejadian pre eklampsia berbeda-beda karena banyak faktor, diantaranya paritas, keadaan social ekonomi, dan adanya penyakit-penyakit penyerta seperti diabetes mellitus molahidatidosa dan hamil ganda.
Penanganan pre eklampsia yaitu dengan pemberian solfas magnekus, obat-obatan anti kejang, obat anti hipertensi dan bila perlu diberikan diuretika, tentunya dengan perimbangan kondisi pasien.
Pre eklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan protein uria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi pada Triwulan ke 3 kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya, misalnya pada mola hidatidosa (Sarwono, Ilmu Kebidanan, 282).
Etiologi penyakit ini sampai saat ini belum diketahui dengan pasti, banyak teori-teori dikemukakan, namun belum ada yang memberikan jawaban memuaskan teori. Yang sekarang dipakai sebagai penyebab pre eklampsia adalah teori iskemia plasenta, namun teori ini belum dapat menerangkan semua hal yang berkaitan dengan penyakit ini.
Penyebab pre eklampsia sampai sekarang belum diketahui, frekuensi kejadian pre eklampsia berbeda-beda karena banyak faktor, diantaranya paritas, keadaan social ekonomi, dan adanya penyakit-penyakit penyerta seperti diabetes mellitus molahidatidosa dan hamil ganda.
Penanganan pre eklampsia yaitu dengan pemberian solfas magnekus, obat-obatan anti kejang, obat anti hipertensi dan bila perlu diberikan diuretika, tentunya dengan perimbangan kondisi pasien.
Pre eklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan protein uria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi pada Triwulan ke 3 kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya, misalnya pada mola hidatidosa (Sarwono, Ilmu Kebidanan, 282).
Etiologi penyakit ini sampai saat ini belum diketahui dengan pasti, banyak teori-teori dikemukakan, namun belum ada yang memberikan jawaban memuaskan teori. Yang sekarang dipakai sebagai penyebab pre eklampsia adalah teori iskemia plasenta, namun teori ini belum dapat menerangkan semua hal yang berkaitan dengan penyakit ini.
Label:
ASKEB,
BERAT BADAN,
HAMIL,
HIPERTENSI,
IBU,
KEHAMILAN,
MELAHIRKAN,
OEDEMA,
PARTUS
Kamis, 11 April 2013
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. ”M” GII P10001 32 MINGGU DENGAN LETAK SUNGSANG DI BPS HJ. ISTIQOMAH
Mortalitas dan morbidilitas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang, di negara miskin, sekitar 25%-50%, kematian wanita subur usia disebabkan hal berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitasnya. Tahun 1996, WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu pertamanya meniggal saat hamil atau bersalin.
Menanggapi masalah kematian ibu yang demikian besar yaitu menurunkan angka kematian ibu menjadi separuh. MPS (Making Pregnancy Safel) meminta perhatian pemerintah dan masyarakat disetiap negara untuk :
1. Menemptkan safe mother hood sebagai periorotas utama dalam rencana pembangunan nasional dan internasional
2. Menyusun acuan nasional dan internasional
3. Menyusun acuan nasional dan standar pelayanan maternal dan neonatal
4. Mengembangkan sistem yang menjamin pelaksanaan standar yang telah disusun
5. Meningkatkan upaya kesehatan promotif dalam kesehatan maternal dan neonatal serta pengendalian fertilitas pada tingkat keluarga dan lingkungannya.
Kamis, 17 Mei 2012
Jenis Kehamilan (kurang,cukup,lebih)
nsudah taukah para calon ibu tentang kehamilan mereka???
dilihat dari usia kandungan,,ada 3 jenis kehamilan, yaitu hamil cukup bulan, kurang bulan, dan lebih bulan.
penjelasannya bisa dibaca ya...!!!
A. HAMIL ATERM (KEHAMILAN CUKUP BULAN)
Penentuan masa gestasi, penting untuk menentukan apakah kehamilan sudah cukup bulan atau justru telah lewat waktu. Ini erat kaitannya dengan tingkat morbiditas dan mortalitas janin. Bayi yang memang belum cukup umur, contohnya, sangat rentan terhadap ancaman kematian kalau harus dilahirkan sebelum waktunya mengingat organ-organ tubuhnya belum berkembang sempurna.
Secara ginekologis,kehamilan dikatakan matur/aterm bila mencapai fullweek, yakni 36 minggu ditambah 7 hari. Artinya, bila dilahirkan saat itu, kemungkinan besar bayi tak akan mengalami gangguan berarti karena pertumbuhan organ dan proses penulangannya sudah sempurna, berat badannya sudah mencapai kisaran 2.500-4.000 gram. Begitu juga rambut kepalanya sudah tumbuh dengan baik dan kulit tubuhnya pun licin. Bila laki-laki, testisnya sudah turun ke dalam skrotum. Saat itulah merupakan saat terbaik bagi bayi untuk dilahirkan.
Namun ada sejumlah kondisi tertentu yang tak memungkinkan ginekolog menunggu saat cukup bulan tersebut. Semisal pada ibu yang mengalami preeklampsia, sindrom ACA, atau gangguan jantung, mengingat gangguan-gangguan tersebut biasanya akan semakin buruk dengan bertambahnya usia kehamilan. Tidak benar membiarkan si ibu dalam keadaan sakit hanya untuk menunggu bayi matur? Apa pun, kondisi bayi dan ibu yang harus sama-sama optimal menempati prioritas utama.Itu sebab, dokter kandungan akan memperhitungkan saat tepat, kapan si bayi cukup aman untuk dilahirkan, yakni bila lingkungannya dalam rahim sudah tak optimal lagi untuk tumbuh-kembang.
B. KEHAMILAN PREMATUR
Bayi dikatakan prematur bila masa gestasinya kurang dari kurun waktu 36 minggu 7 hari. Penyebabnya macam-macam. Karena gizi buruk, ada riwayat persalinan prematur sebelumnya, jarak persalinan yang terlalu rapat, pekerjaan yang terlalu berat, depresi selagi hamil, kebiasaan minum minuman beralkohol dan merokok, kehamilan kembar/gemeli, serta mioma uteri (tumor jinak pada otot rahim). Bisa juga karena infeksi vagina, infeksi cairan ketuban, dan selaput ketuban/korioamnionitis akibat ketuban pecah dini.
Penyakit-penyakit sistemik yang mengganggu sistem organ tubuh yang bersangkutan juga bisa jadi penyebab, misal, hipertensi dan gangguan jantung. Atau ada kelainan organ reproduksi, seperti mulut rahim lemah hingga cenderung selalu menganga. Jika kondisi-kondisi seperti itu dibiarkan, akan memicu terjadi abortus atau persalinan prematur. Alhasil, jalan terakhir yang biasanya ditempuh untuk menyelamatkan kehamilan adalah pengikatan mulut rahim.
Mengingat kematangan paru-paru mereka belum sempurna, jelas Indrawati, bayi-bayi prematur memang amat berpeluang mengalami banyak gangguan. Di antaranya sangat peka terhadap berbagai infeksi, trauma pada otak, gangguan pernapasan, dan hipotermi.
Semakin pendek masa gestasi yang dilaluinya, makin sulit dan kian banyak ancaman yang dihadapi, serta makin tinggi pula angka kematiannya.Perlu diantisipasi mengingat sekitar 50 persen kelahiran bayi prematur merupakan penyebab utama dari seluruh kematian neonatal atau bayi baru lahir. Terutama karena tak ada hyaline membrane yang umumnya berujung pada RDS atau Respiratory Distress Syndrome, yang ditandai dengan kesukaran bernapas secara mendadak.
Sebab, lapisan paru-paru pada bayi prematur belum terbentuk. Padahal, faktor kematangan paru ini merupakan syarat mutlak baginya untuk bisa bertahan hidup di luar rahim. Atas pertimbangan itulah, pada bayi-bayi yang kira-kira kansnya besar untuk lahir prematur, biasanya akan diberikan obat tertentu untuk membantu pematangan paru-parunya. Terlebih bila disertai berat bayi lahir rendah atau kurang dari 2.000 gram.
C. SUDAH LEWAT WAKTU
Sedangkan usia kehamilan yang melebihi fullweek disebut postmatur.Meski sebenarnya lebih tepat dikatakan postdate atau lewat waktu.Meski di atas kertas sudah fullweek, tapi belum tentu ada tanda-tanda postmaturitas kehamilan, semisal infark atau perkapuran plasenta. Kehamilan postmatur biasanya terjadi pada mereka yang siklus haidnya bukan 28 hari, seperti 38-45 hari atau malah amat panjang semisal 2-3 bulan sekali baru mens.
Pentingnya memantau perkembangan janin dengan USG. Bila sudah ada infark yang berarti sirkulasi darah ibu ke janin terganggu, maka bayi harus segera dilahirkan. Meski infark plasenta bisa saja disebabkan penyakit lain seperti sindrom ACA dan darah tinggi.Buang anggapan bahwa dengan usia kehamilan yang lewat waktu, tumbuh-kembang bayi akan lebih bagus. Anggapan itu sama sekali tak benar.
Sementara penyebab mengapa si ibu tetap tak merasakan mulas atau memperlihatkan tanda-tanda persalinan meski sudah saatnya, boleh jadi karena faktor salah hitung atau memang karena hormon prostaglandinnya belum mencukupi tingkat yang dibutuhkan untuk memunculkan rasa mulas tadi.
Menghadapi kasus-kasus semacam ini, biasanya dokter akan memberi toleransi waktu 1 minggu. Bahkan di rumah-rumah sakit pusat pendidikan biasanya malah akan ditunggu sampai usia kehamilan 42 minggu. Tentu saja dengan monitoring ketat menggunakan CTG/kardiotokografi. Selama hasilnya masih baik dan bayinya masih reaktif, akan tetap ditunggu. Tapi bila seminggu kemudian belum juga ada tanda-tanda persalinan, meski janin masih reaktif, biasanya kehamilan harus diakhiri dengan persalinan. Sedangkan jika bayi tak reaktif dalam minggu kedua masa penantian tadi,akan diakhiri dengan persalinan sesar.
Pertimbangannya, janin yang lewat waktu tak boleh diberi stres lewat induksi. Kalau diinduksi, berarti si ibu dibikin mulas dan itu berarti semua pembuluh darahnya terjepit. Akibatnya, sistem uteroplasenter untuk sesaat akan berhenti yang akan membuat janin makin kekurangan oksigen. Ini jelas berbahaya. Sebab, janin akan mengalami hipoksia, yang bisa berdampak, antara lain kerusakan otak, yang tentunya akan berpengaruh terhadap adaptasi bayi pada lingkungan pasca lahir maupun tumbuh kembang selanjutnya. Lain hal bila semuanya berjalan baik. Meski lahir lewat waktu, tumbuh-kembangnya kemudian tak beda dengan bayi-bayi yang lahir cukup bulan.
Bagaimana???
sudah bisa menentukan keadaan kehamilan ibu sekarang????
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

