Jumat, 23 Juli 2010

Kepemimpinan

Oleh:
Yeni Mulyani
Politeknik Kesehatan Banjarmasin Jurusan Keperawatan

Pengertian Kepemimpinan

kepemimpinan diartikan sebagai suatu proses yg mempengaruhi aktivitas kelompok terorganisasi dalam upaya menyusun dan mencapai tujuan (Stogdill dalam RC.Swansburg,2000)

Pengertian lain adalah suatu proses seseorang mengilhami kelompok untuk bekerja sama mempergunakan fasilitas yg tepat untuk mencapai tujuan bersama
Diartikan sebagai kemampuan mengarahkan pengikut-pengikutnya untuk bekerja bersama mencapai suatu tujuan kelompok (George R.Terry, 2003)

Kepemimpinan adalah bekerja melalui individu dan kelompok untuk mencapai tujuan – tujuan.(Hersey & Blanchard, 1977).

Perbedaan manajer dan pemimpin (leader).

Seorang manajer bekerja untuk suatu organisasi

Pemimpin dapat dinyatakan pada setiap orang yg memiliki otoritas dan keahliannya yang diakui pengikutnya dan meng gunakan keahlian tsb utk mencapai tujuan mereka.



Kepemimpinan adalah suatu proses interaktif yang dinamis mencakup tiga dimensi : pimpinan, bawahan dan situasi


Teori Kepemimpinan
Teori sifat bawaan
ada tiga aspek yaitu: intelegensi : kecerdasan, pengambilan keputusan
kepribadian: kontrol emosi
kemampuan: partisipasi sosial, ketrampilan interpersonal

Teori Perilaku
fokus pada apa dan bgm pemimpin menjalankan fungsinya.

Teori X dan Y dari Dauglas Mc.Gregor
Bawahan type X, tidak menyukai pekerjaan, kurang ambisi, tdk tg jawab, cenderung menolak perubahan. lebih suka diawasi.
Bawahan type Y, senang bekerja, bertg jawab, mandiri, kreatif

Asumsi teori X dan Y → gaya kepemimpinan
Tiga gaya kepemimpinan dari Kurt Lewin:
a. Autokratik → fokus pada penyelesaian tugas semata, proses pengambilan keputusan tanpa pelibatan bawahan, efek bawahan apatis atau agresif, inisiatif hilang.
b. Demokratis→ fokus pada hubungan antar manusia dan kerja kelompok
c. Laissez Faire→ semua keputusan diserahkan pada bawahan

Teori Contigency dan Situasional
Fokus pada faktor: orang (bawahan), tugas, situasi, organisasi dan faktor lingkungan
Gaya kepemimpinan yg efektif adalah ideal dengan situasi (teori Fiedler)
Gaya kepemimpinan yang efektif sesuai dengan tingkat maturitas bawahan (teori Blanchard & Hersey)


Jenis Kepemimpinan
kepemimpinan menurut situasi
kepemimpinan dengan tugas sentris ( fokus pd penyelesaian tugas ) atau pekerja sentris (fokus hubungan antar manusia)
Kepemimpinan pribadi →→ hub yg dekat antara bawahan dgn pemimpin  suasana informal

Kepp demokratis → fokus pada kepentingan
dan inisiatif kelompok
Kepp otoriter

Kepp paternalistis→ menekankan pada perlindungan dan kesejahteraan para pengikutnya
Kepp alami, berasal dari kelompok secara informal

Tipe Pemimpin
Otokratis→ seakan organisasi miliknya
Militeristis → perintah >>
Paternalistis → menganggap bawahan tidak matur
Kharismatis → mempunyai daya tarik besar
Demokratis → pelibatan bawahan dalam pengambilan keputusan tinggi
Laissez-faire→ memberikan kebebasan pd bawahan>>

Ketrampilan yg harus dimiliki seorang pemimpin
Obyektif terhadap hubungan dan perilaku manusia
Mampu berkomuni kasi
Wibawa, rasa hormat, walau bawahan tidak menyetujui nilai-nilai pandangannya
Kesadaran diri
Mengajar
Kompetensi kepemimpin an manajer keperawatan
Berkomunikasi tentang organisasi, memfasilita si kegiatan organisasi dan pelaksanaan perubahan
Mendelegasikan tugas dan menerima tanggung jawab
Menseleksi dan memilih pegawai yang tepat

Menciptakan budaya organisasi yg kondusif dan efektif
Menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif
Mengkonsultasikan keadaan organisasi dgn staf dan orang lain diluar organisasi yg tepat
Fleksibilitas dalam menjalankan peraturan organisasi
Kepemimpinan dan kekuasaan
Lima dasar kekuasaan interpersonal, al:
Legitimasi : kemampuan seseorang untuk mempengaruhi berhubungan dengan posisinya
Penghargaan, mis: kenaikan gaji, pujian
Paksaan  hukuman
Karisma
Ahli, pada keahlian tt

Faktor yg menentukan gaya kepemimpinan
Kompleksitas tugas
Waktu untuk penyelesaaian tugas
Ukuran kelompok kerja
Pola komunikasi dalam kelompok kerja
Latar belakang pendidikan dan pengalamanpegawai
Kebutuhan untuk kebebasan
Informasi dan pelatihan
Prestasi
Kepribadian pemimpin
Sifat-sifat Pemimpin
Dapat dipercaya Adil
Berpengetahuan Menjadi panutan
Tahan uji Berinisiatif
Bijaksana Tegas
Loyal Simpatik
Rendah hati Tidak egoistis
Mampu mengambil keputusan


Minggu, 23 Mei 2010

KEPERAWATAN KESEHATAN KELUARGA

M. Syafwani, SKp., M.Kep., Sp.Jiwa
DEFINISI
Perawatan Kesehatan Keluarga
tingkat perawatan kesehatan masyarakat yg ditujukan pd keluarga sbg unit yg dirawat dengan sehat sbg tujuan melalui perawatan (Bailon & Maglaya, 1978)
Kelg dijadikan sbg unit pelayanan krn msl kes kelg saling berkaitan & saling mempengaruhi angg kelg & masy secara keseluruhan

ALASAN KELUARGA SEBAGAI UNIT PELAYANAN
Kelg sbg unit utama masy & mrpk lembaga yg menyangkut kehidupan masy
Kelg sbg suatu kelompok dpt menimbulkan, mencegah, mengabaikan atau mperbaiki msl kes dlm kelompoknya
Msl kes dlm kelg saling berkaitan. Apbl satu angg kelg sakit akan bpengaruh thd angg kelg lainnya
Alasan Keluarga Sbg Unit Pelayanan...
Dlm memelihara kes angg kelg sbg individu (klien), mk kelg tetap berperan sbg pengambil keputusan dlm pemeliharaan kes angg kelg nya
Kelg mrpk perantara yg efektif & mudah utk berbagi upaya kes masy

KELUARGA SEBAGAI KLIEN
Karakteristik kelg sebagai klien:
Setiap kelg memp cara yg unik dlm menghadapi msl kes angg kelg nya
Kelg daerah perkotaan berbeda dg kelg di daerah pedesaan
Kemandirian dari tiap kelg


Keluarga Sebagai Klien...
Memperhatikan perbedaan tiap2 kelg:
Pola komunikasi
Pengambilan keputusan
Sikap & nilai 2 dlm kelg
Kebudayaan
Gaya hidup
SIKLUS PENYAKIT & KEMISKINAN DLM KELUARGA
Penghasilan rendah


Produktivitas Kecenderungan yg tjd:
Berkurang kurang gizi, lingk jelek,
pendidikan rendah, kebiasaan kes jelek


Mudah sakit Daya tahan tbh thd
penyakit lbh peka
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DLM PERAWATAN KES KELUARGA
Dlm mengatasi msl kes pd kelg  pengambilan keputusan adl tetap kepala keluarga atau angg kelg yg dituakan
Dasar pengambilan keputusan tsb:
Hak & tanggung jawabnya sbg KK
Kewenangan & otoritas yg telah diakui oleh msg2 angg kelg
Hak dlm menentukan msl & kebutuhan pelayanan thd angg kelg yg bermasalah
KELUARGA KELOMPOK RISIKO TINGGI
1. Kelg dg angg kelg dlm masa usia subur dg msl:
a. Tingkat sosial ekonomi kelg rendah
b. Keluarga tdk mampu mengatasi msl kesehatan sendiri
c. Kelg dg penyakit keturunan
Keluarga Kelompok Risiko Tinggi...
2. Kelg dg ibu yg berisiko tinggi kebidanan. Pd waktu hamil:
a. Umur ibu (<16 tahun atau >35 tahun)
b. Menderita kekurangan gizi atau anemia
c. Menderita hipertensi
d. Riwayat persalinan dg komplikasi
Keluarga Kelompok Risiko Tinggi...
3. Kelg dg anak menjadi risiko tinggi, karena:
a. Lahir prematur atau BBLR
b. BB sukar naik
c. Lahir dg cacat bawaan
d. ASI ibu kurangshg tdk mencukupi kebutuhan bayi
e. Ibu menderita penyekit menular yg dpt mengancam bayinya
Keluarga Kelompok Risiko Tinggi...
4. Kelg yg bermasalah dlm hub antar angg kelg:
a. Anak yg tdk dikehendaki & pernah dicoba utk digugurkan
b. Tdk ada kesesuaian pendapat antara angg kelg & sering timbul ketegangan
c. Ada angg kelg yg sering sakit
d. Salah satu ortu meninggal, cerai atau lari meninggalkan kelg
TUJUAN PERAWATAN KESEHATAN KELUARGA
Tujuan Umum
 Untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam memelihara kesehatan keluarga mereka sehingga dapat meningkatkan status kesehatan keluarga
Tujuan Perawatan Kesehatan Keluarga...
Tujuan Khusus
 Meningkatkan kemampuan kelg dlm:
a. Mengidentifikasi msl kes yg dihadapi kelg
b. Menanggulangi msl kes dasar dlm kelg
c. Mengambil keputusan yg tepat dlm mengatasi msl kes angg nya
d. Memberikan asuhan pd angg kelg yg sakit
e. Meningkatkan produktivitas kelg
TUGAS KELUARGA DLM BIDANG KESEHATAN
Menurut Freeman (1981):
Mengenal msl kes setiap angg kelg nya
Mengambil keputusan utk melakukan tindakan yg tepat
Merawat angg kelg yg sakit
Memodifikasi lingk rumah yg menguntungkan kes & perkembangan kepribadian angg kelg nya
Menggunakan fasilitas kes yg ada
PERAN PERAWAT DLM MEMBERIKAN ASKEP KELUARGA
Pemberi asuhan pd angg kelg yg sakit
Pengamat msl & kebutuhan kes kelg
Koordinator pelayanan kes kelg
Fasilitator  menjadikan pelayanan kes mudah dijangkau & dpt menampung msl kes kelg & membantu penyelesaiannya
Pendidik kesehatan  merubah perilaku kelg mjd perilaku sehat
Konsultan  memberi petunjuk & penasehat ttg msl kes kelg
HAMBATAN YG SERING DITEMUI
Hambatan dari keluarga
Pendidikan kelg yg rendah
Keterbatasan sumber daya kelg  keuangan, sarana & prasarana
Kebiasaan2 yg melekat
Sosial budaya yg tdk menunjang
Hambatan yg sering ditemui...
Hambatan dari perawat
Sarana & prasarana yg tdk menunjang & tdk mencukupi  PHN kit, transportasi
Kondisi alam  geografi yg sulit
Kesulitan dlm berkomunikasi  bahasa
Keterbatasan pengetahuan perawat ttg kultur kelg
PRINSIP PERAWATAN KELUARGA
Prinsip penting yg perlu diperhatikan dlm memberikan askep keluarga:
Kelg sbg unit atau satu kesatuan dlm pelayanan kes
Dlm memberikan askep kelg, sehat sbg tujuan utama
Askep yg diberikan sbg sarana dlm mencapai peningkatan kes kelg
Prinsip Perawatan Keluarga...
Perawat melibatkan peran serta aktif seluruh kelg dlm merumuskan msl & kebutuhan kelg dlm mengatasi msl kes nya
Lebih mengutamakan kegiatan promotif & preventif dg tdk mengabaikan kuratif & rehabilitatif
Perlu memanfaatkan sumber daya keluarga semaksimal mungkin utk kes kelg
Prinsip Perawatan Keluarga...
Sasaran askep adl keluarga secara keselurhan
Pendekatan yg digunakan adl penyelesaian msl dg menggunakan proses keperawatan
Kegiatan utama dlm memberikan askep kelg adl penyuluhan kesehatan & asuhan kesehatan dasar atau perawatan di rumah
Diutamakan pd kelg dg risiko tinggi
IMPLIKASI
Ada berbagai implikasi dlm pemberian pelayanan kep yg dipusatkan pd kelg:
Pelayanan kep utk membantu seluruh kelg dlm meningkatkan cara hidup sehat
Cakupan pelayanan kep lbh luas
Pelayanan kep dipusatkan kepada kelg sbg satu kesatuan yg utuh
Implikasi...
Pelayanan kep ditekankan pd waktu2 rawan dlm kehidupan kelg & kelg dg risiko tinggi
Diperlukan kontinuitas pelayanan pd kelg risiko tinggi  utk mencapai tujuan & sasaran
Perlu mempersiapkan tenaga perawat dg kemampuan yg memadai dlm memberikan pelayanan
Perlu pengembangan & peningkatan sumber yg ada dlm masy utk kepentingan askep kelg



Sabtu, 22 Mei 2010

Waspadai Placenta Praevia

Posted by: "konsultasi.kesehatan@gmail.com" konsultasi.kesehatan@gmail.com konsultasi.kesehatan
Thu May 20, 2010 7:27 am (PDT)


Waspadai Placenta Praevia

Jangan anggap enteng placenta praevia. Menurut dokter, kondisi ibu hamil dengan letak plasenta menutupi jalan lahir termasuk kehamilan berisiko tinggi.

Tidak Bisa Dirasakan
Kehamilan pada setiap orang memang berbeda. Ada calon ibu yang memiliki banyak keluhan, ada juga yang merasa tidak punya masalah sedikit pun. Tapi kadangkala, meski tidak menunjukkan gejala apa pun bukan berarti bebas dari masalah, karena hampir 80% ibu hamil yang menderita placenta praevia justru mengira kehamilannya aman-aman saja.

Deteksi Sejak Dini
Ada tiga tipe placenta praevia yang dibedakan menurut gradasinya. Ada yang plasentanya menutupi seluruh jalan lahir, disebut placenta praevia totalis. Jika plasentanya hanya menutupi sebagian jalan lahir disebut placenta praevia partialis. Jika plasenta hanya sedikit menyentuh mulut rahim disebut plasenta marginalis. Setiap kehamilan yang mengalami placenta praevia bisa dipastikan harus melahirkan melalui proses operasi. Pada kasus tertentu ada suatu kondisi dimana plasenta terletak di bawah dan tidak sampai menyentuh mulut rahim. Kondisi demikian disebut plasenta letak rendah dan masih ada kemungkinan calon ibu melahirkan normal.

Menurut Dr. Ivan R Sini, MD FRANZCOG GDRM SPOG, dari Rumah Sakit Bunda, Jakarta Pusat, hingga kini dunia medis pun belum dapat mengetahui penyebab dari perpindahan letak plasenta hingga menutupi jalan lahir. Begitu juga dengan cara mengembalikan letaknya ke posisi normal. Cara-cara 'tradisional' seperti bersujud atau mengepel lantai sekalipun, tidak berpengaruh pada kondisi placenta praevia. "Tidak ada cara lain untuk mengatasi plasenta praevia kecuali dengan mendeteksinya sejak dini,"kata Dr. Ivan. "Memang pada masa implantasi (masa dimana ari-ari menempel pada janin) pada ibu hamil, sekitar 2 % letak plasentanya berada di bawah. Tapi itu masih bisa berubah lagi,"kata Dr. Ivan. "Oleh sebab itu ada masa-masa penting bagi ibu untuk melakukan USG, yaitu pada usia kandungan 18-20 minggu. Saat melakukan USG sekalian juga periksa dimana letak plasentanya, jadi jika dari awal kita bisa waspada jika letak plasentanya ternyata di bawah, "tambah Dr. Ivan.

Caesar, Satu-satunya Jalan
Pada masa kehamilan 32-36 minggu, sebaiknya dilakukan USG lagi. Ini adalah waktu final, dimana letak plasenta tidak mungkin berpindah lagi. Jika kondisinya demikian, maka operasi caesar menjadi satu-satunya pilihan.

Operasi caesar pada kehamilan dengan kondisi placenta praevia relatif aman, namun ada beberapa situasi pada ibu yang membuat operasi jadi berisiko, yaitu: faktor umur, merupakan kehamilan kedua dengan placenta praevia dan telah mempunyai banyak anak.

Bagi para calon ibu yang sedang hamil, yang penting adalah tahu kapan harus pergi ke dokter. Terutama jika terjadi pendarahan yang tidak disertai rasa nyeri. Placenta praevia sebaiknya diwaspadai, meskipun Anda mungkin tidak merasakannya dan masih bisa beraktivitas seperti biasa.

http://www.parentsg uide.co.id/ smf/index. php?topic= 536.0

PLASENTA PRAEVIA

Posted by: "konsultasi.kesehatan@gmail.com" konsultasi.kesehatan@gmail.com konsultasi.kesehatan
Thu May 20, 2010 7:31 am (PDT)


PLASENTA PRAEVIA

Kuliah mengenai PLASENTA PRAEVIA memiliki tujuan:

Tujuan Instruksional Umum :

Setelah mengikuti kuliah maka mahasiswa dapat memahami cara menegakkan diagnosis dan prinsip penatalaksanaan PLASENTA PRAEVIA

Tujuan Instruksional Khusus :

Setelah mengikuti kuliah maka mahasiswa mampu untuk :

1.. Menyebutkan batasan HAP-Haemoragia Antepartum
2.. Menyebutkan penyebab HAP
3.. Menjelaskan batasan Plasenta Praevia
4.. Menyebutkan jenis Plasenta Praevia
5.. Menjelaskan gejala dan tanda Plasenta Praevia
6.. Menjelaskan cara penegakan diagnosis Plasenta Praevia
7.. Menjelaskan cara penatalaksanaan Plasenta Praevia
PLASENTA PREVIA

Plasenta previa adalah plasenta yang ber implantasi pada SBR - segmen bawah rahim sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum.

Terdapat 4 jenis plasenta previa

1.. Plasenta previa totalis : ostium uteri internum tertutup oleh plasenta
2.. Plasenta previa partialis : sebagian ostium uteri internum tertutup oleh plasenta
3.. Plasenta previa marginalis : tepi plasenta berada ditepi ostium uteri internum
4.. Plasenta letak rendah : implantasi plasenta pada SBR sehingga tepi plasenta sebenarnya tidak mencapai ostium uteri interum


A. Implantasi plasenta normal. B. Plasenta letak rendah C. Plasenta previa partialis D.Plasenta Previa totalis

Derajat plasenta previa tergantung pada dilatasi servik saat pemeriksaan. Plasenta letak rendah pada pembukaan 2 cm dapat menjadi plasenta previa partialis pada dilatasi 8 cm.

Sebaliknya plasenta previa yang terlihat menutupi seluruh ostium uteri internum sebelum terdapat dilatasi servik, pada pembukaan 4 cm ternyata adalah plasenta previa partialis.

Vaginal toucher untuk menegakkan diagnosa dan menentukan jenis plasenta previa harus dlakukan di kamar operasi yang sudah siap untuk melakukan tindakan SC ( "Double Setup").

ETIOLOGI

Angka kejadian PP meningkat dengan semakin bertambahnya usia pasien, multiparitas dan riwayat seksio sesar sebelumnya ; sehingga etiologi plasenta previa diperkirakan adalah :

1.. Vaskularisasi daerah endometrium yang buruk atau adanya jaringan parut.
2.. Ukuran plasenta besar
3.. Plasentasi abnormal (lobus succenteriata atau plasenta difusa)
4.. Jaringan parut
Faktor Resiko

a.. Riwayat plasenta previa (4-8%)
b.. Kehamilan pertama setelah sectio caesar
c.. Multiparitas ( 5% kejadian pada grandemultipara)
d.. Usia ibu "tua"
e.. Kehamilan kembar
f.. Riwayat kuretase abortus
g.. Merokok
Perdarahan pada plasenta previa terjadi oleh karena :

1.. Separasi mekanis plasenta dari tempat implantasinya saat pembentukan SBR atau saat terjadi dilatasi dan pendataran servik
2.. Plasentitis
3.. Robekan kantung darah dalam desidua basalis

DIAGNOSIS

Semua kasus yang diduga plasenta previa harus dirawat di rumah sakit rujukan.

Hindarkan pemeriksaan vaginal atau rektal untuk menghindari perdarahan masif lebih lanjut

A. Gejala dan Tanda

1.. Gejala utama plasenta previa adalah perdarahan tanpa rasa nyeri.
2.. Episode perdarahan pertama terjadi pada sekitar minggu 28 - 30 dan ditandai dengan:
1.. Perdarahan mendadak - saat istirahat
2.. Perdarahan dengan warna merah segar
3.. Perdarahan tidak terlalu banyak dan jarang bersifat fatal
4.. Perdarahan berhenti sendiri
3.. Perdarahan berikutnya sering terjadi dengan jumlah semakin banyak.
4.. Bagian terendah janin masih tinggi dan sering disertai dengan kelainan letak (oblique atau lintang).

B. Pemeriksaan Ultrasonografi

Pada pertengahan trimester II, plasenta menutup ostium internum pada 30% kasus. Dengan perkembangan segmen bawah rahim, sebagian besar implantasi yang rendah tersebut terbawa ke lokasi yang lebih atas.

Penggunaan color Doppler dapat menyingkirkan kesalahan pemeriksaan.

USG transvaginal secara akurat dapat menentukan adanya plasenta letak rendah pada segmen bawah uterus.

P = Plasenta ; F : Fetus

USG yang menunjukkan adanya plasenta previa totalis

P = plasenta ; F = janin ; AF = cairan amnion ; B = Kandung kemih ; Cx = Cervix

DIAGNOSA BANDING

1.. Solusio plasenta
2.. Plasenta sircumvalata

TERAPI

A. Terapi Ekspektatif [mempertahankan kehamilan]

Sedapat mungkin kehamilan dipertahankan sampai kehamilan 36 minggu.

Pada kehamilan 24 - 34 minggu, bila perdarahan tidak terlampau banyak dan keadaan ibu dan anak baik maka kehamilan sedapat mungkin dipertahankan dengan pemberian :

1.. Betamethasone 2 x 12 mg i.m selang 24 jam
2.. Tokolitik untuk mencegah adanya kontraksi uterus
3.. Antibiotika
B. Terapi Aktif [mengakhiri kehamilan]

a.. Langsung melakukan tindakan Sectio Caesar
Dilakukan pada kasus :

a.. Perdarahan banyak dan atau
b.. Keadaan umum ibu dan atau anak buruk

a.. Pemeriksaan Double Setup [pemeriksaan vaginal toucher di kamar operasi yang sudah dipersiapkan untuk melakukan tindakan seksio sesar dan penanganan masalah perinatal]
Dilakukan pada kasus :

a.. Kehamilan > 36 minggu dan
b.. Perdarahan minimal atau cenderung berhenti dan
c.. Keadaan umum ibu dan anak baik
Pemeriksaan diawali dengan pemeriksaan inspekulo.

Pemeriksaan vaginal toucher selanjutnya dilakukan dengan cara seperti biasa.

Bila hasil vaginal toucher teraba adanya plasenta, maka diputuskan untuk melakukan seksio sesar.

Bila hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya plasenta pada ositium uteri, lakukan amniotomi dan observasi kemajuan persalinan selanjutnya.

Oksitosin drip pada kasus implantasi plasenta di segmen bawah rahim adalah tindakan berbahaya oleh karena bagian tersebut merupakan bagian dengan jumlah miometrium minimal dan pada plasenta previa sangat rapuh sehingga mudah berdarah.

Pemilihan tehnik operasi pada seksio sesar sangat penting.

Seksio sesar dengan menembus plasenta pada SBR depan akan menyebab kan janin banyak kehilangan darah.

Bila plasenta berada SBR belakang, SC jenis transperitoneal profunda dapat dilakukan dengan tanpa kesulitan.

Bila perlu dapat dilakukan insisi uterus secara vertikal [seksio sesar klasik].

Tempat implantasi plasenta kadang perlu dijahit untuk menghentikan perdarahan.

Histerektomi perlu dilakukan bila terdapat plasenta inkreta

Infeksi nifas dan anemia sering merupakan komplikasi obstetri

KOMPLIKASI

A. MATERNAL

a.. Perdarahan
b.. Syok
c.. Kematian
B. FETAL.

Prematuritas akibat plasenta previa adalah penyebab dari 60% kematian pada masa perinatal

Kematian terjadi akibat:

a.. Asfiksia intrauterin
b.. Perdarahan janin akibat manipulasi obstetrik
c.. Jumlah darah berhubungan langsung antara rentang waktu antara kerusakan kotiledon dan penjepitan takipusat

PROGNOSIS

A. MATERNAL

Tanpa melakukan tindakan Double setup, langsung melakukan tindakan seksio sesar dan pemberian anaestesi oleh tenaga kompeten, maka angka kematian dapat diturunkan sampai < 1%

B. FETAL

Mortalitas perinatal yang berhubungan dengan plasenta previa kira-kira 10%

Meskipun persalinan prematur, solusio plasenta, cedera talipusat serta perdarahan yang tak terkendali tak dapat dihindari, angka mortalitas dapat sangat diturunkan melalui perawatan obstetrik dan neonatus yang ideal.

Rujukan :

1.. Ananth CV, Smullian JC, Vinxtizileos AM : The effect of placenta previa on neonatal mortality: A population-base study in the United States 1899-1997 Am J Obstet Gynecol 188:1299,2003b
2.. Cunningham FG et al : Obstetrical Hemorrhage in " Williams Obstetrics" , 22nd ed, McGraw-Hill, 2005
3.. Chou JW, Tseng JJ, Ho ES, et al: Three-dimensional color power Doppler imaging assessment of uteroplacental neovascluarization in placenta previa increta/acreta Am J Obstet Gynecol 185:1257, 2001
4.. DeCherney AH. Nathan L : Third Trimester Bleeding in Current Obstetrics and Gynecologic Diagnosis and Treatment , McGraw Hill Companies, 2003
5.. Oppenheimer L. Diagnosis and management of placenta previa. J Obstet Gynaecol Can. Mar 2007;29(3):261- 73. [Medline]
6.. Vergani P, Ornaghi S, Pozzi I, Beretta P, Russo FM, Follesa I, et al. Placenta previa: distance to internal os and mode of delivery. Am J Obstet Gynecol. Jul 23 2009
http://reproduksium j.blogspot. com/2009/ 09/plasenta- praevia.html

ASPEK-ASPEK PENILAIAN DALAM LOMBA SEKOLAH SEHAT

A. Kebersihan dan Ventilasi Ruangan
1. Aspek Kebersihan dan Kerapian
> Tidak ada coretan, tidak ada kotoran/sampah dan peralatan tersusun rapi.
2. Aspek Ventilasi dan Pencahayaan
> Tidak pengap dan berbau, ruangan terang serta
sirkulasi udara baik.
3. Kepadatan Ruang Kelas
> Luas ruangan dibagi jumlah siswa
Idealnya ( > 1,5 – 1,75 m2 / murid )
B. Perlengkapan Ruang UKS
1. Perlengkapan UKS Yang Harus Ada
> Tempat tidur periksa, lemari obat, snellen chart, tempat
cuci tangan, P3K, timbangan badan dan pengukur
tinggi badan.

2. Jenis Obat Yang Harus Ada
> Obat luka, obat gosok, plester, kain kasa, alkohol, obat
penurun panas dan oralit.


C. Kantin Sekolah
1. Makanan yang Dijual
> Harus bergizi dan tidak mengandung pewarna kecuali
pewarna alami.
2. Penyajian Makanan
> Dalam tempat tertutup / terbungkus.
3. Petugas Kantin
> Pakaian rapi dan bersih, fisik tampak bersih dan sehat.
4. Pencucian Alat-Alat Makan/Minum/Jajanan
> Dengan air mengalir/leding dan menggunakan sabun.
D. Kamar Mandi, WC dan Tempat Cuci Tangan
1. Kebersihan Kamar Mandi dan Jamban
> Bersih, tidak licin, tidak ada kotoran dan genangan air.
2. Ventilasi dan Pencahayaan
> Tidak Pengap dan berbau, terang serta sirkulasi baik.
3. Tempat Cuci Tangan Umum
> Air mengalir/leding dan menggunakan sabun.
4. Bak Air Pada WC dan Kamar Mandi
> Bersih tidak ada kotoran, tidak berlumut, tidak ada
jentik nyamuk.
5. Jumlah WC (idealnya 1 buah : 20 siswa)
6. Alat dan Bahan Pembersih
> Sikat, sapu, sabun dan karbol.
E. Pendidikan Kesehatan
1. Pendidikan Kesehatan
Diberikan melalui integrasi ke mata pelajaran (termasuk
muatan lokal) dan ada penyuluhan khusus,
2. Materi Pendidikan Kesehatan
> Disesuaikan tingkat pendidikan, misalnya : personal
Hygien, masalah jajanan, narkoba, rokok, kesehatan
reproduksi, tentang penyakit dll
3. Peran Siswa Dalam Kebersihan Kelas, Kebun
Sekolah dan Toga
> Dirawat oleh siswa, ada piket kelas dan bersih.

F. Pelayanan Kesehatan
1. Penyuluhan Kesehatan
> Dalam 1 tahun minimal 4 jenis materi.
2. Latihan P3K
> Dalam 1 tahun minimal 3 kali.
3. Kegiatan P3P
> Mis : Pertolongan pada diare, mimisan, dll
4. Penjaringan Kesehatan dan Pemeriksaan Berkala
5. Pengawasan Kantin Sekolah
6. Ada Kegiatan Dokter Kecil / KKR
7. Pemantauan Kesegaran Jasmani o/ Guru Penjaskes
8. Ada Buku dan Kartu Rujukan (Catatan Kesehatan)
9. Ada Ruang Tempat Konseling.
G. Pembinaan Lingkungan
1. Jarak Sumur Air Bersih > 10 m dari septik tank.
2. Air : Tidak Berbau, Tidak Berasa dan Tidak Berwarna
3. Jarak Penampuangan Sampah Sementara ataupun
Sumber Air Bersih Dengan Kantin Sekolah > 10 m.
4. Tempat Sampah Harus Ada di Setiap Ruangan.
5. Kebun Sek/Apotik Hidup Beragam, Tertata & Bernama
6. Halaman Bermain, Olah raga Mamadai dan Bersih.
7. Pagar Sekolah Berfungsi, Terawat, Bersih dan Aman.
8. Penerapan Kawasan Bebas Asap Rokok di Sekolah
(Tidak ada guru / tamu merokok di sekolah).
9. Prog. Pemberantasan Sarang Nyamuk 1 mgg sekali
10.Pembuangan Air Limbah ke Sumur Resapan yang Tertutup.
11.Ada Tanaman Perindang dan Tanaman Hias yg Tertata Rapi.
H. Kerjasama UKS dengan Komite Sekolah
Ada Bantuan Dana dan Sarana dari Komite Serta Bantuan Masyarakat Sekitar.
Jumlah Siswa Yg Telah Mengikuti Pelatihan Dokter Kecil / KKR lebih dari 20 orang.

I. Manajemen dan Peran Serta Masyarakat
1. Ada Kebijakan dari Kepala Sekolah Tentang
Kawasan Bebas Rokok.
2. Tim Pelaksana UKS Personalnya Lebih dari
5 Unsur.
3. Bagan Struktur Organisasi Pelaksana UKS.
4. Imbas Program UKS Terhadap Masyarakat
Sekitar.
Materi Pelatihan Guru UKS Tk.Kab.HSU

Penerapan PHBS di Sekolah

Hak yang dipelajari dalam penerapan PHBS di sekolah
Tidak jajan di sembarang tempat, harus di kantin sekolah
Memcuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan pakai sabun
Buang air kecil dan buang air besar di jamban sekolah
Mengikuti kegiatan olahraga di sekolah
Memberantas jantik nyamuk
Tidak merokok
Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan
Membuang sampah pada tempatnya


Tidak jajan di sembarang tempat , harus di kantin sekolah
Makanan dan minuman yang dijual cukup bergizi,terjamin kebersihannya, terbibas dari zat-zat berbahaya dan terlindung dari serangga dan tikus
Tersedianya air bersih yang mengalir dan sabun untuk mencuci tangan dan peralatan makan
Tersedianya tempat sampah yang tertutup dan saluran pembuangan air kotor
Adanya pengawasan secara teratur oleh guru,peserta didik dan komite sekolah
Cuci tangan pakai sabun
Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
a. Alasan harus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bila digunakan,kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit
Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun , kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan

Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
b.Saat harus mencuci tangan.
Setiap kali tangan kita kotor ( setelah memegang uang,benatang berkebun dll )
Setalah membuang air besar
Sebelum makan dan sebelum memegang makan


Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
c. Syarat jamban sehat
Tidak mencemari sumber air minum ( jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter
Tidak berbau
Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangan dan tikus
Tidak mencemari tanah disekitarnya
Mudah dibersihkan dan aman digunakan
Dilengkapi diding dan atap pelindung
Penerangan dan ventilasi cukup
Lantai kadap air dan luas ruangan memadai
Tersedia air , sabun dan alat pembersih
Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
e. Cara memelihara jamban sehat
Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada gangguan air
Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih
Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat
Tidak ada seranga, ( kecoa,lalat ) dan tikus yang berkeliaran
Tersedia alat pembersih ( sabun,sikat dan air bersih )
Bila ada kerusakan, segera diperbaiki

Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
Menggunakan jamban dengan benar.
Ada dua model jamban yaitu jamban jongkok dan duduk. Bila kita menggunakan jamban duduk jangan berjongkok karena kaki kita akan mengotori jamban apalagi kita memakai alas kaki. Perilaku kita sangat merugikan pengguna jamban berikutnya
Buang air besar dan buang air kecil haruslah di jamban untuk mencegah penularan penyakit, karena tinja dan urine ( air kencing ) banyak mengadung kuman penyakit.
Menyiram hingga bersih setelah buang air besar atau buang air kecil
Buanglah sampah ditempatnya, agar jamban tidak tersumbat dan penuh dengan sampah
Mengingatkan guru dan penjaga sekolah untuk mengawasi dan memastikan bahwa jamban yang tersedia selalu dalam keadaan bersih.
Kegiatan olahraga di sekolah
Mengikuti Kegiatan Olahraga di Sekolah
Alasan mengikuti kegiatan olahraga di sekolah
Untuk memelihara kesehatan fisik dan mental agar tetap sehat dan tidak mudah sakit
Untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik
Mengikuti Kegiatan Olahraga di Sekolah
b. manfaat olahraga
Terhindar dari penyakit jantung, stroke , osteoporosis, kanker, tekanan darah tinggi, kecing manis, dll
Berat badan terkendali
Otot lebih lentur dan tulang lebih kuat
Bentuk badan menjadi ideaal dan proposional
Lebih percaya diri
Lebih bertenaga dan bugar
Keadaan kesehatan menjadi lebih baik
Pemberantasan sarang jentik
Memberantas jentik nyamuk
a. Alasan memberantas jentik nyamuk di sekolah :
Agar sekolah bebas jentik nyamuk , peserta didik dan masyarakat lingkungan sekolah terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan melalui nyamuk

b. Pengertian memberantas jentik nyamuk:
* Memberantas jentik nyamuk di sekolah adalah kegiatan memeriksa tempat-tempat penempungan air bersih yang ada di sekolah ( bak mandi,kolam dll ), apakah bebas dari jentik nyamuk atau tidak
Memberantas jentik nyamuk
c. Kegiatan memberantas jentik nyamuk
Dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus ( Menguras, menutup , mengubbur , plus menghidari gigitan nyamuk )
PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk menular sebagai penyakit seperti Demam Berdarah , Demam Dengue, Chikungunya,Malaria, Filariasis (Kaki Gaja) di tempat-tempat perkembang biakannya)


3 M Plus
3 M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN
Menguras dan menyikat tempat-tempat penempungan air seperti bak mandi, kolam, tatakan pot kembang, dll
Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampuang air hujan
Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang dibuang semberangan ( bekas botol/gelas air mineral,plastik , dll )
Plus Menghindari gigitan nyamuk
Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk, misalnya memakai obat nyamuk oles / diusap ke kulit, dll
Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memedai
Memperbaiki saluran dan talang air yang rusak
Menaburkan larvasida ( bubuk pembunuh jentik ) ditempat-tempat yang sulit dikuras misalnya di talang air atau di daerah sulit air
Memelihar ikan pemakan jentuk di kolam/bak penampung aiir, misalnya ikan cupang, ikan nila,dll
Menanam tumbuhan pengusir nyamuk misalnya, zodia,lavender, Rosemary, dll )
Manfaat Sekolah Bebas Jentik Nyamuk
Populasi nyamuk menjadi terkedali sehingga penularan penyakit dengan perantara nyamuk dapat dicegah atau dikurangi
Kemungkinan terhindar dari berbagai penyakit semakin besar seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Chikungunya,atau Kaki Gajah.
Lingkungan sekolah menjadi bersih dan sehat
Cara Pemeriksaan Jentik Nyamuk Berkala
Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik
Jika ditamukan jentik, warga sekolah dan masyarakat sekolah diminta untuk ikut menyaksikan/,melihat jentik, kemudian langsung dilanjutkan dengan PSN melalui 3 M atau 3 M plus.
Memcatat hasil pemeriksaan jentik
Bahaya merokok

Tidak Merokok
Alasan tidak boleh merokok di sekolah
Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokok yang diisap akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya diantaranya yang paling berbahaya adalah nikotin,tar dan CO
Nikotin menyebabkan ketagihan dan merusak jantung dan aliran darah
Tar menyebabkab kerusakan sel paru-paru dan kanker
Co menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel tubuh akan mati
Bahaya Merokok
Menyebabkan kerontokan rambut
Gangguan pada mata seperti, katarak
Kehilangan pendengaran lebih awal dibanding bukan perokok
Menyebabkan penyakit paru-paru, jantung dan kanker
Merusak gigi dan menyebabkan bau mulut yang tidak sedap
Tulang lebih mudah patah
Pengertian Perokok Aktif dan Pasif
Perokok aktif adalah orang yang merokok secara rutin walaupun itu Cuma 1 batang dalam sehari. Atau orang yang mengisap rokok walau tidak rutin sekalipun atau hanya sekadar coba-caba
Perokok pasip adalah orang yang bukan perokok tetapi menghirup asap rokok orang lain atau yang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok
Ditinjau dari Segi Agama
Bagaimana hukumnya orang yang menzalimi orang lain lihat bahaya bagi perokok pasip
Dan menghalalkan yang baik bagi mereka serta mengharamkan bagi mereka segala yang buruk ( Al-A’raf : 157 )
Jangan kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan ( Albaqarah : 195 )
Dan janganlah kamu membunuh dirimu ( Annisa : 29 )
Dosa keduanya ( arak dan judi ) lebih besar dari manfaatnya ( Albaqarah : 219 )
Jangan menghabur-hamburkan hartamu dengan boros karena pemborosan itu adalah saudara syetan (Al-Isra’ : 26 )


Ditinjau Segi dari Agama
Tidak boleh membehayakan diri sendiri atau orang lain (hadist)
Allah membencimu karena kamu menyia-nyiakan harta (Bukhari-Muslim)
Perumpamaan kawan duduk yang baik dengan kawan duduk yang jelek ialah seperti pembawa, minyak wangi dengan peniup api tukang besi (Bukhari-Muslim)
Barang siapa yang menghirup racun hingga mati maka racun itu akan berada ditangannya . Lalu dihirupkan selama-lamanya di neraka jahanam ( Muslim )
Memohonlah kamu Allah agar bisa meninggalkan rorok, karena barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allah, Ia akan memberikan pertolongan dan bersabarlah kamu karena Allah beserta orang yang sabar



Menimbang berat badan dan Mengukur tinggi badan
Menimbang Berat Badan dan mengukur Tinggi Badan setiap bulan
Alasan peserta didik perlu ditimbang setiap bulan
Cara mengetahui pertumbuhan dan perkembangan siswa
Menfaat penimbangan peserta didik setiap bulan di sekolah
Tanda-tanda gizi buru
Tanda-tanda gizi lebih
a.Alasan peserta didik perlu ditimbang setiap bulan
Untuk memantau pertumbuhan berat badan dan tinggi badan nomal peserta didik agar segera diketahui jika ada peserta didik yang mengalami gizi kurang maupun gizi lebih
b. Cara mengetahui pertumbuhan dan perkembangan siswa
Catat hasil penimbangan berat badan dan tinggi badan pada setiap peserta didik di Kartu Menuju Sehat (KMS) maka akan terlihat berat badan/ tinggi badan naik atau tidak naik (terlihat perkembangannya)
c.Manfaat Penimbangan Peserta Didik setiap bulan di sekolah
Untuk mengetahui apakah peserta didik tumbuh sehat
Untuk mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan siswa
Untuk mengetahui peserta didik yang dicurigai gizi kurang dan gizi lebih sehingga jika ada kelainan yang berpengaruh langsung dalam proses belajar di sekolah, dapat segera dirujuk ke Puskesmas.
Tanda anak kurang dan lebih gizi
d. tanda-tanda gizi buruk
Sangat kurus,tulang iga tampak jelas
Wajah terlihat lebih tua
Tidak beriaksi terhadap rangsangan (apatis)
Rambut tipis,kusam,warna rambut jagung dan bila dicabut tidak sakit
Kulit keriput
Pantat kendur dan keriput
Perut cekung atau buncit
Bengkan pada punggung kaki yang berisi cairan dan bila ditakan lama kembali
Bercak merah kehitaman pada tungkai dan pantat
Tanda-tanda gizi lebih
Berat badan jauh di atas berat normal
Bentuk tubuh terlihat tidak seimbang
Tidak dapat bergerak bebas
Nafas mudah tersengal-sengal jika melakukan kegiatan
Mudah lelah
Malas melakukan kegiatan
Tempat pembuangan sampah
Membuang Sampah Pada Tempatnya
a. Alasan harus membuang sampah pada tempatnya
b. Akibat membuang sampah sembarangan
c. Pengelolaan Sampah
d. Manfaat pengelolaan sampah


a. Alasan harus membuang sampah ditempatnya
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam
Sampah anorganik/kering, yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alami,contoh logam,besi,kaleng,plastik,karet, atau botol
Sampah organik/basah, yang dapat mengalami pembusukan secara alami,contoh : sampah dapur,sampah restoran,sisa sayuran,rempah-rempah atau sisa buah
Sampah berbahaya, contoh : baterai, botol racun nyamuk,atau jarum suntik bekas
b. Akibat membuang sampah sembarangan
Sampah menjadi tempat berkembang biak dan sarang serangga dan tikus
Sampah menjadi sumber polusi dan pencernaan tanah,air dan udara
Sampah menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan
Sampah dapat menimbulkan kecelakaan dan kebakaran.
e. Pengelolaan Sampah
Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan memusnahkan atau memanpaatkannya.
Pengkomposan
Cara pengkomposan merupakan cara sedarhana yang dapat menghasilkan pupuk yang mempunyai nilai ekonomi
Pembakaran
Metode ini dapat dilakukan hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis. Harus diusahakan jauh dari pemungkiman untuk menghindari pencemaran asap,bau dan kebakaran
Sanitary Landfill
Metode ini hampir sama dengan pemupukan,tetapi cekungan yang telah penuh tersisi sampah ditutup tanah, namun cara ini memerlukan area

d. Manfaat pengelolaan sampah
Menghemat sumber daya alam
Menghemat energi
Mengurangi uang belanja
Menghemat lahan tempat pebuangan akhir (TPA)
Lingkungan asri (bersih,sehat dan nyaman )


Bahan Pelatihan Guru UKS Tk.Kab. HSU

KETENAGA-KERJAAN

Pengertian
Kegiatan pelayanan keperawatan bergantung pada kualitas dan kuantitas perawat yang bertugas selama 24 jam terus menerus di bangsal.
Untuk meningkatkan mutu pelayanan, diperlukan dukungan sdm yang mampu mengemban tugas dan mengadakan perubahan .

Agar dapat melaksanakannya perlu adanya perencanaan, baik jumlah maupun klasifikasi tenaga kerja serta pendayagunaan tenaga kerja sesuai dengan sistem pengelolaan yang ada.
Hakekat Ketenagakerjaan
Pada intinya adalah pengaturan, mobilisasi potensi, proses motivasi dan pengembangan sumber daya manusia dalam memenuhi kepuasan melalui karyanya.
Perekrutan dan Seleksi Tenaga Kerja
Langkah pertama pada perekrutan adalah menstimulasi calon untuk mengisi posisi yang dibutuhkan. Hal ini tidak sederhana karena tidak hanya segi teknis kualifikasi, melainkan juga kualitas individu harus sesuai dengan pekerjaan, susunan dan tujuan organisasi.
Perekrutan tenaga kerja hrs terencana dengan baik, agar memuaskan. Penempatan tenaga kerja harus tepat agar kondisi kerja efisien.

Lima Kriteria Yang Perlu Diperhatikan Dalam Perekrutan
Profil keperawatan saat ini.
Program perekrutan.
Metode perekrutan.
Program pengembangan tenaga baru.
Prosedur penerimaan, melalui tahap seleksi, penentuan kualifikasi dasar seleksi, proses seleksi dan prosedur lamaran.
Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Perekrutan
Syarat yang harus dipenuhi.
Orientasi dan Pengembangan.
Penghargaan.
Hambatan yg biasanya muncul.
Syarat Yang Harus Dipenuhi
Data biografi.
Surat rekomendasi.
Wawancara untuk posisi tertentu.
Psikotes, utk mengetahui bakat, pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Orientasi dan Pengembangan
Orientasi institusi.
Orientasi pekerjaan.
Pengembangan staf.
Penghargaan Yang Bisa Diberikan
Promosi kenaikan pangkat.
Mutasi.
Hambatan
Absensi.
Keluar-masuknya tenaga kerja.
Kejenuhan.
Pengembangan Staf
Tujuan pengembangan staf adalah membantu individu meningkatkan diri dalam pengetahuan, keterampilan serta pengalaman di bidangnya, melalui kegiatan pendidikan berkelanjutan, program pelatihan dsbnya.
Aktifitas pengembangan ini dibuat untuk keuntungan individu perawat serta untuk peningkatan produktifitas atau pelayanan.

Penerapan pengembangan disesuaikan dengan kebutuhan, baik pelatihan maupun pendidikan yang bermanfaat untuk pekerjaan, pengetahuan, keterampilan serta sikap perawat.
Kegiatan pengembangan ini meliputi :
Pelatihan awal utk karyawan baru.
Orientasi pendidikan dlm pekerjaan.
Pendidikan berkelanjutan baik formal maupun non formal.

Pengaturannya :
Di RS yg besar terdapat bagian tersendiri yg ada kaitannya pada bag. Personalia.
Bagian keperawatan membuat komisi atau diklat.
SISTEM PENUGASAN
Menurut Grant dan Massey (1997) serta Marquis dan Huston (1998) terdapat lima model askep profesional yang sudah ada dan akan terus dikembangkan di masa depan, dalam menghadapi trend pelayanan keperawatan.
Yaitu metode fungsional, metode tim, metode primer, manajemen kasus dan metode modefikasi metode tim-primer.
Metode Fungsional
Metode Fungsional, dilaksanakan oleh perawat dalam pengelolaan askep.
Kelebihannya :
Efisien, pembagian tugas jelas, pengawasan dapat dilakukan dengan baik.
Perawat senior untuk kegiatan manajerial, sdgkan perawatan pasien dilaksanakan oleh perawat junior.
Cocok untuk RS yg kurang tenaga.

Kelemahannya :
Kurang memberikan kepuasan kepada perawat maupun pasien.
Tidak dapat menerapkan proses keperawatan dengan baik.
Persepsi perawat cenderung kpd tindakan yg berkaitan dengan keterampilan saja.
Sistem Askep Model Fungsional
Metode Keperawatan Tim
Model ini menggunakan tim yang terdiri atas anggota yang berbeda-beda dlm memberikan askep terhadap sekelompok pasien. Perawat ruangan dibagi 2-3 tim/group yg terdiri atas tenaga proafesional, tenaga teknis dan pembantu dlm satu group kecil yang saling membantu.

Kelebihannya :
Memungkinkan pelayanan keperawatan yang menyeluruh.
Mendukung pelaksanaan proses keperawatan.
Memungkinkan komunikasi antar tim, shg konflik mudah diatasi dan memberi kepuasan kepada anggota tim.

Kelemahannya :
Komunikasi antar anggota tim terbentuk terutama dalam bentuk konferensi tim, yang biasanya membutuhkan waktu, karena sulit untuk melaksanakannya pada waktu-waktu sibuk.
Konsep Keperawatan Tim
Konsep keperawatan tim ini terdiri atas beberapa point yang harus dilaksanakan, yaitu :
Ketua tim sebagai perawat profesional harus mampu menggunakan berbagai teknik kepemimpinan.
Komunikasi yang efektif sangat penting agar kontinuitas rencana keperawatan terjamin.

3. Anggota tim haruslah menghargai kepemimpinan ketua tim.
4. Peran kepala ruangan dalam metode tim ini sangat penting, artinya metode tim ini akan berhasil dengan baik hanya bila didukung oleh kepala ruangan.
Tanggung Jawab Anggota Tim
Memberikan askep pada pasien yang berada dibawah tanggung jawabnya.
Bekerjasama dengan anggota tim dan antar tim.
Memberikan laporan.
Tanggung Jawab Ketua Tim
Membuat perencanaan.
Membuat penugasan, supervisi dan evaluasi.
Mengenal atau mengetahui kondisi pasien dan dapat menilai tingkat kebutuhan pasien.
Mengembangkan kemampuan anggota.
Menyelenggarakan konferensi.
Tanggung Jawab Kepala Ruangan
Perencanaan.
Pengorganisasian.
Pengarahan.
Pengawasan.
Tugas Perencanaan :
Menunjuk ketua tim.
Mengikuti serah terima pasien pada shift sebelumnya.
Mengidentifikasi tingkat ketergantungan pasien.
Mengidentifikasi jlh perawat yang dibutuhkan berdsrkan aktfitas dan kebutuhan klien bersama ketua tim serta mengatur penugasan atau penjadwalan.

5. Merencanakan strategi pelaksanaan keperawatan.
6. Mengikuti visite dokter utk mengetahui kondisi, patofisiologi, tindakan medis yang dilakukan, program pengobatan dan mendiskusikan dengan dokter ttg tindakan yg akan dilakukan terhdp pasien.
7. Mengatur dan mengendalikan askep.

Tugas Pengorganisasian :
Merumuskan metode penugasan yg digunakan.
Merumuskan tujuan metode penugasan.
Membuat rentang kendali.
Membuat rincian tugas ketua tim & anggota tim secara jelas.
Mengatur dan mengendalikan tenaga kep.



6. Mengatur dan mengendalikan logistik rgn.
7. Mengendalikan tugas ketika saat tidak ada ditempat kpd ketua tim.
8. Memberi wewenang kpd tata usaha untuk megurus administrasi pasien.
9. Mengidentifikasi masalah dan cara penanganannya.
Tugas Pengarahan :
Memberi pengarahan ttg penugasan kepada ketua tim.
Memberikan pujian kpd anggota tim yg melaksanakan tugas dgn baik.
Memberikan motivasi dlm peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Menginformasikan hal-hal yg dianggap penting dan berhubungan dg askep pasien.


5. Melibatkan bawahan sejak awal hingga akhir kegiatan.
6. Membimbing bawahan yg mengalami kesulitan dalam melakukan tugasnya.
7. Meningkatkan kolaborasi dengan anggota tim lain.
Tugas Pengawasan :
Melalui komunikasi : yaitu mengawasi dan berkomunikasi langsung dg ketua tim maupun pelaksana mengenai askep yg diberikan kpd pasien.
Melalui supervisi, yaitu dengan cara pengawasan langsung melalui inspeksi, observasi atau melalui laporan scr lisan dan memperbaiki/mengawasi kelemahan yang ada saat itu juga.


Pengawasan tdk langsung yaitu mengechek daftar hadir ketua tim, membaca dan memeriksa renpra serta catatan yg dibuat selama dan sesudah proses kep yg dilaksanakan. Selain itu mendengar laporan ketua tim ttg pelaksanaan tugas.
Evaluasi yaitu mengevaluasi upaya pelaksanaan dan membandingkan dg renpra yg tlh disusun bersama ketua tim
Melakukan audit keperawatan.

Disampaikan Pada
Perkuliahan Mahasiswa
STIK Muhammadiyah Banjarmasin
Dosen : Spriadinata, S.Pd,M.Kes

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...