Sabtu, 22 Mei 2010

PERUBAHAN DALAM ORGANISASI

PENGERTIAN BERUBAH
Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang direncanakan yaitu suatu usaha sistematik untuk mendesain ulang suatu organisasi dengan cara melakukan adaptasi pada perubahan yang terjadi dilingkungan eksternal maupun internal untuk mencapai sasaran baru.


FUNGSI BERUBAH
Perubahan ditujukan utk menyelesaikan masalah.
Perubahan ditujukan untuk membuat prosedur kerja lebih efisien.
Perubahan ditujukan untuk mengurangi kegiatan yang tidak penting.



TEORI-TEORI TENTANG PERUBAHAN
TEORI KURT LEWIN (1951)
Lewin (1951) mengungkapkan bahwa perubahan dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) tahapan, yang meliputi: 1) unfreezing;
2) moving; dan 3) refreezing; (Kurt Lewin,1951 dari Lancaster; J, Lancaster, W. 1982).

Faktor Pendorong Terjadinya Perubahan :
Kebutuhan dasar manusia :
Kebutuhan yang belum terpenuhi akan memotivasi perilaku sebagaimana teori kebutuhan Maslow (1954).
Kebutuhan dasar interpersonal :
Manusia memilki tiga kebutuhan dasar interpersonal yang melandasi sebagian besar perilaku seseorang: 1) kebutuhan untuk berkumpul bersama-sama; 2) kebutuhan untuk mengendalikan/melakukan kontrol; 3) kebutuhan untuk dikasihi, kedekatan dan perasaan emosional.

Faktor Penghambat :
Menurut New dan Couillard (1981), faktor penghambat (restraining force) terjadinya perubahan yang disebabkan oleh:
Adanya ancaman terhadap kepentingan pribadi.
Adanya persepsi yang kurang tepat.
Reaksi psikologis.
Toleransi untuk berubah rendah.


Alasan Perubahan :
Lewin (1951) mengidentifikasi beberapa hal dan alasan yang harus dilaksanakan oleh seorang manajer dalam merencanakan suatu perubahan, yaitu:
Perubahan hanya boleh dilaksanakan untuk alasan yang baik.
Perubahan harus secara bertahap.
Semua perubahan harus direncanakan dan tidak secara drastis atau mendadak.
Semua individu yang terkena perubahan harus dilibatkan dalam perencanaan perubahan.


TEORI ROGER (1962) :
Roger (1962) mengembangkan teori dari Lewin (1951) tentang 3 tahap perubahan dengan menekankan pada latar belakang individu yang terlibat dalam perubahan dan lingkungan dimana perubahan tersebut dilaksanakan.
Roger(1962) menjelaskan 5 tahap dalam perubahan, yaitu: kesadaran, keinginan, evaluasi, mencoba, dan penerimaan atau dikenal juga sebagai AIETA (Awareness, Interest, Evaluation, Trial and Adoption).


TEORI LIPITTS (1973) :
Lippit (1973) mendefinisikan perubahan sebagai sesuatu yang direncanakan atau tidak direncanakan terhadap status quo dalam individu, situasi atau proses dan dalam perencanaan perubahan yang diharapkan, disusun oleh individu, kelompok, organisasi atau sistem sosial yang mempengaruhi secara langsung tentang status quo, organisasi lain atau situasi lain.

7 tahap dalam proses perubahan:
Menentukan masalah.
Mengkaji motivasi dan kapasitas perubahan.
Mengkaji motivasi change agent dan sarana yang tersedia.
Menyeleksi tujuan perubahan.
Memilih peran yang sesuai dilaksanakan oleh agen pembaharu.
Mempertahankan perubahan yang telah dimulai.
Mengakhiri bantuan.

Perbandingan Perubahan Berdasarkan Tiga Teori Perubahan
Proses Perubahan
Pencairan (Unfreezing) :

Membuat kebutuhan terhadap perubahan menjadi nyata sehingga individu, kelompok, atau organisasi siap menerima bahwa perubahan harus terjadi.



Pengubahan (Changing) :
Menemukan dan mengadopsi sikap, nilai, dan tingkah laku baru dengan bantuan agen perubahan terlatih, yang memimpin individu, kelompok, atau seluruh organisasi melewati proses tersebut.
Anggota organisasi akan menyesuaikan diri dengan nilai, sikap dan tingkah laku dari agen perubahan, menyerapnya setelah mereka menyadari keefektifan dalam prestasi kerja.



Pemantapan (Refreezing) :

Transformasi pola tingkah laku baru menjadi norma lewat penguatan dan dukungan mekanisme.


Pendekatan Perubahan
Pendekatan Pada Perubahan Struktural :
Perubahan struktur sebuah organisasi bisa berupa pengaturan ulang sistem internal, seperti jalur komunikasi, alur kerja atau hirarki manajemen.

Pendekatan Pada Perubahan Teknologi :
Perubahan teknologi sebuah organisasi mencakup mengganti peralatan, proses rekayasa, teknik penelitian atau metode produksi.




Pendekatan Pd perubahan Manusia.

Pendekatan manusia, adalah mencoba mengubah tingkah laku karyawan dengan memfokuskan pada keterampilan, sikap, persepsi, dan harapan karyawan.


Hambatan Dalam Perubahan
Tidak mau atau tidak mampu untuk mengubah sikap dan tingkah laku yang lama menjadi kebiasaan.
Individu yang diberi kebebasan cenderung untuk kembali ke pola tingkah laku yang sudah menjadi kebiasaan.


Metoda Menangani Penolakan Terhadap Perubahan
Pendidikan dan Komunikasi, yaitu menjelaskan kebutuhan akan dan logika dari perubahan kepada individu, kelompok dan bahkan seluruh organisasi.
Partisipasi dan Penyertaan, yaitu meminta anggota organisasi untuk membantu mendesain perubahan.
Memberi Fasilitas dan Dukungan, yaitu menawarkan program pelatihan, liburan, dukungan emosional dan memahami orang yang terpengaruh oleh perubahan.



Negosiasi dan Persetujuan, yaitu melakukan negosiasi dengan penolak potensial, bahkan mengusahakan surat pemahaman tertulis.
Manipulasi dan Pemilihan menjadi anggota, memberikan peran yang diinginkan oleh orang yang berpengaruh dalam mendesain atau mengimplementasikan proses perubahan.
Memaksa Secara Terang2an Terselubung, yaitu menakut-nakuti dengan kehilangan pekerjaan atau pemindahan, tidak dipromosikan dsbnya..


Sumber: Materi Kuliah Manajemen STIKES Muhammadiyah Bjm
Dosen :
Supriadinata, S.Pd, M.Kes

KOMUNIKASI DALAM KEPEMIMPINAN

Pengertian
Berasal dari kata communicatio dari bahasa latin yang berarti Pemberitahuan atau Pertukaran Pikiran.
Dalam suatu proses komunikasi haruslah terdapat unsur-unsur kesamaan makna agar terjadi suatu pertukaran pikiran atau pengertian, antara komunikator dan komunikan. Komunikasi memungkinkan seseorang untuk mengkoordinasikan suatu kegiatan kepada orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

Unsur-unsur Pokok Komunikasi
Source yaitu individu atau pimpinan yang berinisiatif sebagai sumber atau untuk menyampaikan pesan-pesannya.
Message yaitu suatu gagasan dan ide berupa pesan, informasi, pengetahuan, ajakan, bujukan atau ungkapan bersifat pendidikan dan emosi lain sebagainya yang akan disampaikan komunikator kepada komunikan (perorangan maupun kelompok).

Channel yaitu berupa media, sarana atau saluran yang dipergunakan oleh komunikator dalam mekanisme penyampaian pesan-pesan kepada khalayaknya.
Effect, yaitu suatu dampak yang terjadi dalam proses penyampaian pesan-pesan tersebut yang dapat berakibat positif maupun negatif menyangkut tanggapan,persepsi dan opini dari hasil komunikasi tersebut.


Hambatan Komunikasi
Dalam berkomunikasi sering terjadi pada waktu penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikannya tersebut tidak tercapai suatu pengertian, bahkan dapat menimbulkan salah pemahaman sehingga pesan atau informasi tersebut tidak sepenuhnya dapat diterima dengan baik, dikarenakan lambang atau bahasa yang dipakai tidak sama pengertiannya antara apa yang dipergunakan dengan yang diterima atau hambatan teknis lainnya.
Hambatan tersebut adalah :
Hambatan dalam Proses, hambatan ini bisa datang dari komunikator seperti kurang menguasai materi yang disampaikan atau kesulitan dalam penyampaian. Berasal dari komunikan seperti kesulitan untuk memahami pesan secara baik sebagai akibat rendahnya tingkat penguasaan bahasa pengetahuan, pendidikan, intelektual dan juga media yang digunakan dalam penyampaian kurang tepat.

Hambatan Secara Fisik, Sarana fisik bisa menghambat komunikasi secara efektif, misalnya pendengaran kurang tajam, gangguan pada pengatur suara.
Hambatan Semantik, yaitu antara pemberi pesan dan penerima pesan tidak terdapat pengertian, pemahaman tentang bahasa atau lambang yang sama.
Hambatan Psiko-Sosial, yaitu adanya perbedaan cukup melebar pada aspek kebudayaan, adat istiadat, kebiasaan, persepsi, nilai-nilai yang dianut dan hingga kecenderungan, kebutuhan serta harapan dari kedua belah pihak yang berkomunikasi tersebut tidak sama.
Komunikasi Dalam Organisasi
Komunikasi adalah pertukaran informasi dan penyampaian makna yang merupakan hal utama suatu sistem sosial atau organisasi.
Komunikasi memungkinkan seseorang untuk mengkoordinasikan suatu kegiatan kepada orang lain untuk mencapai tujuan bersama, tetapi komunikasi tidak sekedar penyampaian informasi atau pesan dan mentransfer makna saja.

Artinya komunikasi mengandung arti suatu proses transaksional yaitu berkaitan erat dimana orang berkomunikasi dengan pihak lainnya dalam upaya mempertukarkan suatu simbol atau lambang dan membentuk suatu makna serta mengembangkan harapan-harapannya.

Pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang diterima dan akurat serta jelas sumber-sumbernya.
Dengan demikian berarti komunikasi merupakan basis atau dasar untuk mengadakan kerja sama, interaksi dan mempunyai pengaruh didalam manajemen organisasi, misalnya dalam hal :
Menempatkan posisi atau ke lokasi pengambil keputusan dimana informasi yang dibutuhkan itu berada,misalnya pada level top manajemen atau pada level midle.

Menyampaikan informasi yang perlu ke tempat bagi pengambil keputusan, misalnya untuk meminta persetujuan atasan dalam pelaksanaannya.
Memegang peranan penting dalam proses kepengawasan, kalau informasinya diterima tidak akurat maka fungsi pengawasan tidak dapat dilaksanakan secara tepat dan realistis.
Untuk menetapkan sasaran dan tujuan, yaitu perlunya kesatuan pendapat atau konsensus bersama bagi terlibat baik secara individu, maupun dengan pencapaian sasaran dan tujuan utama organisasi.

Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Warbarkaatuh

Sumber : Materi Kuliah Manjemen STIKES Muhammadiyah Bjm
Dosen : Supradinata, S.Pd, M.Kes

Rabu, 12 Mei 2010

Gejala-gejala Kanker Prostat

Posted by: "Billy Hardjadinata" billy.hardjadinata@gmail.com
Sun May 9, 2010 2:38 pm (PDT)
[Attachment(s) from Billy Hardjadinata included below]


http://cyberman. cbn.net.id/ cbprtl/Cyberman/ detail.aspx? x=LifeStyle& y=Cyberman|0|0|4|1809
Gejala-gejala Kanker Prostat
LifeStyle Mon, 10 Aug 2009 15:09:00 WIB Pada stadium-stadium awal, kanker prostat seringkali tidak menyebabkan gejala-gejala bertahun-tahun. Sebagai suatu kenyataan, kanker-kanker ini sering ditemukan pertama kali dengan suatu kelainan pada tes darah (PSA, didiskusikan dibawah) atau sebagai suatu benjolan yang keras pada kelenjar prostat.

Biasanya, doctor pertama merasakan benjolan waktu suatu pemeriksaan rutin dubur secara digital (dilakukan dengan jari). Kelenjar prostat terletak langsung didepan rectum. Ketika kanker membesar dan menekan pada urethra, aliran urin berkurang dan kencing (membuang air kecil) menjadi lebih sulit.

Pasien-pasien dapat juga mengalami rasa terbakar waktu kencing atau darah didalam urin. Ketika tumor berlanjut tumbuh, ia dapat memblokir secara penuh aliran dari urin, berakibat pada suatu kandung kemih yang membesar dan terhalangi yang sakit.

Pada stadium-stadium kemudian, kanker prostat dapat menyebar secara lokal ke jaringan sekelilingnya atau simpul-simpul getah bening yang berdekatan, yang disebut simpul-simpul pelvik (pelvic nodes).

Kanker kemudian dapat menyebar bahkan lebih jauh (metastasis) ke arae-area lain tubuh. Dokter pada suatu pemeriksaan dubur kadangkala dapat mendeteksi penyebaran lokal ke jaringan-jaringan sekelilingnya.

Dokter dapat merasakan suatu tumor yang keras dan menetap (tidak bergerak) yang memanjang dari dan melebihi kelenjar. Kanker prostat biasanya menyebar pertama ke tulang belakang bagian bawah (lower spine) atau tulang-tulang panggul/pelvic bones (tulang-tulang yang menhubungkan lower spine ke pinggul-pinggul) , dengan demikian menyebabkan nyeri belakang (back pain) atau nyeri panggul (pelvic pain). Kanker dapat kemudian menyebar ke hati dan paru-paru.

Metastases (area-area dimana kanker telah menyebar) pada hati dapat menyebabkan nyeri di perut (abdomen) dan jaundice (warna kulit yang kuning) pada kejadian-kejadian yang jarang. Metastases pada paru-paru dapat menyebabkan nyeri dada dan batuk.


Lakukan Tes Screening Kanker Prostat

Tes-tes screening adalah tes-tes yang dilakukan pada interval-interval teratur untuk mendeteksi suatu penyakit seperti kanker prostat pada stadium awal. Jika hasil dari suatu tes screening adalah normal, penyakit diduga tidak ada. Jika suatu tes screening adalah tidak normal, penyakit dicurigai ada, dan tes-tes ang lebih jauh biasanya diperlukan untuk mengkonfirmasi kecurigaan untuk membuat diagnosisnya meyakinkan.

Kanker prostat awalnya dicurigai karena suatu kelainan dari satu atau dua tes-tes screening yang dugunakan untuk mendeteksi kanker prostat. Tes-tes screening ini adalah suatu pemeriksaan dubur dengan jari dan suatu tes darah yang disebut prostate specific antigen (PSA).

Pada pemeriksaan dubur dengan jari (digital rectal examination) , dokter merasakan kelenjar prostat dengan jari telunjuk yang disarungkan kedalam dubur untuk mendeteksi kelainan-kelainan dari kelenjar. Jadi, sebuah benjolan yang tidak teratur atau kekerasan yang dirasakan pada permukaan kelenjar adalah suatu penemuan yang mencurigakan untuk kanker prostat.

Karena itu, dokter-dokter biasanya merekomendasikan pemeriksaan dubur dengan jari setiap tahunnya pada pria-pria berumur 40 tahun dan lebih.

Tes PSA adalah suatu tes darah yang mudah, dapat diulang dan akurat. Ia digunakan untuk mendeteksi suatu protein (prostate specific antigen) yang dilepaskan dari kelenjar prostat kedalam darah. Jauh lebih penting, tingkat PSA biasanya lebih tinggi pada orang-orang dengan kanker prostat dari pada orang-orang tanpa kanker prostat.

PSA, oleh karenanya, adalah berharga sebagai suatu tes screening untuk kanker prostat. Karena itu, dokter-dokter merekomendasikan melakukan suatu PSA setiap tahun pada pria-pria berumur 50 tahun dan lebih. Lebih jauh, untuk pria-pria yang mempunyai risiko-risiko tinggi kanker prostat seperti dibahas diatas, kebanyakan dokter-dokter merekomendasikan memulai screening PSA bahkan pada umur yang lebih muda (misalnya pada umur 40 tahun).

Hasil-hasil tes darah PSA dibawah 4 nanograms per milliliter umumnya dipertimbangkan normal. Hasil-hasil antara 4 dan 10 dipertimbangkan sebagai garis batas. Nila-nilai garis batas ini diinterpretasikan didalam konteks dari umur pasien, gejala-gejala, tanda-tanda, sejarah keluarga, dan perubahan-perubahan pada tingkat-tingkat PSA melalui waktu.

Hasil-hasil yang lebih tinggi dari 10 dipertimbangkan abnormal, menyarankan kemungkinan kanker prostat. Lebih tinggi nilai PSA, lebih mungkin diagnosis dari kanker prostat. Lebih dari itu, tingkat PSA cenderung meningkat jika kanker telah berlanjut dari kanker prostat yang terbatas pada organ ke penyebaran (metastatic) ketempat lain.

Nilai-nilai yang sangat tinggi, seperti 30 atau 40 dan lebih, biasanya disebabkan oleh kanker prostat.
(medicastore/ berbagai sumber/smcn)


Sumber: SuaraMerdeka

Masa Produktif Tanpa Stroke

Posted by: "liza herbal" liza_herbal@yahoo.com liza_herbal
Mon May 10, 2010 9:51 pm (PDT)


Dear all,

Stroke hingga kini masih merupakan penyebab kematian nomor wahid di berbagai rumah sakit di Tanah Air. Penyakit ini juga menimbulkan kecacatan terbanyak pada kelompok usia dewasa yang masih produktif. Tingginya kasus stroke ini salah satunya dipicu oleh rendahnya kepedulian masyarakat dalam mengatasi berbagai risiko yang menimbulkan stroke melalui pola hidup sehat.Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) menyebutkan, angka kejadian stroke menurut data dasar rumah sakit 63,52 per 100.000 penduduk usia di atas 65 tahun. Sedangkan jumlah penderita yang meninggal dunia lebih dari 125.000 jiwa. Diperkirakan, hampir setengah juta penduduk berisiko tinggi terserang stroke.

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), misalnya, setiap tahun menangani ribuan kasus stroke. Secara kasar, setiap hari ada dua orang Indonesia yang terkena serangan stroke, kata Ketua Harian Yastroki Haryono Suyono.
Penyakit stroke (cerebroscascular accident) belakangan ini bukan hanya menyerang kelompok usia di atas 65 tahun, melainkan juga terjadi pada kelompok usia produktif yang menjadi tulang punggung keluarga.Bahkan, dalam sejumlah kasus, penderita penyakit itu masih berusia di bawah 30 tahun.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan stroke sebagai suatu sindrom klinis dengan gejala berupa gangguan fungsi otak yang dapat menimbulkan kematian maupun kelainan yang menetap lebih dari 24 jam akibat gangguan vaskuler.
Dr dr Airiza Ahmad SpSK, konsultan saraf dari RSCM, mengatakan, penyakit itu merupakan kerusakan atau gangguan sirkulasi pada pembuluh darah yang menyediakan darah ke otak sehingga sel atau jaringan otak bagian tertentu tidak berfungsi. "Stroke merupakan serangan pada otak yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa peringatan," jelas Airiza. Penyakit ini antara lain disebabkan oleh thrombosis, yakni substansi seperti bekuan darah di dalam pembuluh darah otak, penghambatan pembuluh darah oleh sebuah embolus-darah beku dalam bentuk serpihan dari tumor, substansi lemak, bakteri, atau udara.
Stroke juga dapat disebabkan pendarahan, yaitu pecahnya arteri atau pembuluh darah otak secara tiba-tiba akibat tekanan darah tinggi.

Gejala stroke
Indikasi awal terjadinya stroke antara lain tangan kerap tidak menuruti perintah sehingga sulit untuk memegang sendok, memasang tali sepatu, tulisan jadi jelek dan tidak karuan, gangguan penglihatan, pandangan mendadak gelap saat melirik, gangguan wicara mulai cadel atau pelo, lidah terasa kaku, dan bicara terbalik-balik. Jika sudah terlihat tanda-tanda awal itu, penanganan medis harus dilakukan secepat mungkin, kata Airiza.
Penderita umumnya juga menunjukkan gejala seperti menderita pusing yang hebat, muntah-muntah, kerusakan mental, kejang-kejang, koma, dan demam. Sebagian penderita mengalami gejala khusus yang skalanya berbeda-beda. Ini bergantung pada saraf mana yang terganggu akibat sumbatan atau gangguan sirkulasinya, seperti pelo atau gangguan bicara, buta mendadak, hilang sensor perasa, gangguan memori dan emosi, serta lumpuh sebelah. Mayoritas penderita merupakan penyandang risiko tinggi terserang stroke, ujar Airiza.

Penderita darah tinggi (hipertensi) berisiko terkena stroke empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang normal, sedangkan pengidap kencing manis (diabetes mellitus) berisiko stroke dua hingga tiga kali lebih tinggi. Stroke juga mudah menyerang penderita penyakit jantung, penyakit cairan darah, kolesterol tinggi, kegemukan, suka merokok, minum alkohol, kurang bergerak, emosional, maupun faktor keturunan.
Jika sampai terserang stroke, penderita terancam kehilangan waktu produktifnya. Menurut Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Ascobat Gani, tingginya angka kasus stroke menimbulkan dampak sosial ekonomi sangat besar dan luas. Pasalnya, selain membutuhkan biaya tinggi untuk pengobatan dan rehabilitasi medik, stroke cenderung menyerang orang dewasa di usia produktif, bahkan pencari nafkah utama dalam keluarga.

Kerugian sosial yang terjadi karena kasus stroke, lanjut Ascobat, adalah hilangnya masa hidup penduduk. Berdasarkan perhitungan Bank Dunia dan WHO tahun 1994, ada 1.094.000 tahun hidup yang hilang karena stroke yang dialami penduduk Indonesia.
Kalau tahun tidak produktif juga diperhitungkan, jumlahnya mencapai 1.364.000 tahun. Kerugian waktu produktif akibat stroke ini lebih banyak di kalangan pria dibandingkan dengan perempuan.
Sayangnya, menurut Kepala Unit Stroke Soepardjo Roestam RSCM Prof Dr Jusuf Misbach MD FAAN, sejauh ini tingkat kepedulian masyarakat, termasuk di daerah perkotaan, terhadap berbagai risiko yang mengakibatkan serangan stroke masih sangat rendah. Pemeliharaan kesehatan terhadap berbagai risiko yang menimbulkan stroke masih sangat minim. Masyarakat cenderung tidak disiplin dalam menerapkan pola makan gizi seimbang, ujarnya.
Menurut hasil survei di sejumlah negara di Asia, sebagian besar pasien di Indonesia terlambat dibawa ke rumah sakit antara enam jam sampai seminggu. Padahal, penanganan medis perlu dilakukan sejak fase akut, yakni mulai pertama kali terserang stroke hingga tujuh hari. Tujuannya antara lain mencegah terjadinya serangan ulang, meminimalkan cedera otak, dan menghindari komplikasi. Time is brain, waktu adalah otak. Begitu ada gejala awal, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit agar tidak banyak celah di otaknya, tutur Jusuf.
Dapat dicegah
Direktur Pusat Jantung, Stroke, dan Kanker Singapura Dr Michael Lim Chun Leng menyatakan, kini kian banyak warga di kawasan perkotaan di Asia yang terkena stroke. Padahal, sebenarnya mayoritas faktor risiko pada stroke dapat dikontrol, seperti hipertensi, kencing manis, kolesterol dan asam urat darah yang tinggi, stres, maupun kurang bergerak.
Cara mengatasinya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, antara lain mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, rajin berolahraga, dan menghindari stres. "Sebagai upaya pencegahan, penyandang risiko stroke sebaiknya memeriksakan kesehatan secara berkala," ujarnya.
Pusat Jantung, Stroke, dan Kanker Singapura (SHSC), misalnya, memanfaatkan teknologi CT-scan empat dimensi multidetektor untuk merekam jantung, otak, dan organ vital pada tubuh lainnya secara detail untuk mendeteksi dini adanya kemungkinan kelainan jantung, stroke, dan kanker.
Jadi, pihak medis bisa menganalisis kemungkinan serangan stroke, jantung, dan kanker dengan lebih akurat dan cepat.
Selain menerapkan teknologi CT-scan empat dimensi, SHSC juga menyediakan berbagai pelayanan medis bersifat preventif, seperti konsultan medis, pelayanan terapi untuk mencegah timbulnya beberapa jenis penyakit dalam, CT coronary artery calcium score, virtual endoscopy serta colonoscopy, maupun beberapa tindakan intervensi nonbedah. SHSC juga menyediakan layanan ultrasonografi yang berfungsi untuk mendeteksi adanya kelainan pada organ tubuh manusia dengan cepat.
"Teknologi medis di masa mendatang tidak lagi menitikberatkan pada tindakan kuratif atau pengobatan pada penderita, melainkan justru memprioritaskan upaya pencegahan dengan deteksi dini," ujar Lim. Hal ini diharapkan dapat menekan angka kecacatan dan kematian yang ditimbulkan akibat penyakit stroke.Tindakan preventif ini juga dapat mengurangi beban biaya pengobatan karena bisa diatasi tanpa melalui pembedahan dan tidak perlu terus-menerus menjalani rehabilitasi medik.
Lintas disiplin
Menurut Jusuf, salah satu cara yang sudah terbukti menurunkan angka kematian stroke akut adalah dengan merawat penderita di unit stroke yang lintas disiplin. Kerja sama tim medis yang antara lain terdiri dari ahli saraf, pakar gizi, dan rehabilitasi medik dapat membantu upaya tindakan preventif, kuratif, dan rehabilitatif dengan melibatkan keluarga pasien.
Pada akhirnya, penderita diupayakan dapat hidup mandiri dengan segala keterbatasan yang ada.
Perawatan pasien di unit stroke dilakukan sejak fase akut dan dilanjutkan dengan fase subakut maupun fase kronik. Setelah melewati fase akut, tim medis akan melakukan terapi fisik untuk merangsang kemampuan motorik maupun kognitif. "Selain menjalani pengobatan, pasien dilatih menggerakkan lidah, berbicara, maupun latihan fisik lainnya dengan menggunakan alat peraga. Agar perawatan pasien stroke bisa lebih optimal, pasien ditempatkan pada unit stroke," ujarnya.


Sumber : www.kompas.com

Demikian informasinya semoga bermanfaat, mari kita jaga pola hidup sehat secara alami.

Salam Hangat,
Dr. Liza Communications
Cp. rini@lizaherbal. com
www.lizaherbal. com

Rabu, 05 Mei 2010

MEDIA PROMOSI KESEHATAN

MENGAPA PENTING
a. Media merupakan alat bantu dalam memberikan informasi
b. Media yang baik adalah media yang mampu memberikan informasi yang sesuai dengan tingkat penerimaan serta dapat memotivasi sasaran sesuai tujuan komunikasi yang dikehendaki
TUJUAN PENGGUNAAN MEDIA
a. Mempermudah pengertian
b. Informasi lebih mudah diingat
c. Memperjelas informasi , fakta, prosedur dll
d. Mengurangi komunikasi yang verbalistik
e. Membangkitkan minat dan perhatian
f. Memperbaiki komunikasi
EFEKTIVITAS MEDIA
a. VERBAL : 1 X
b. VISUAL : 3,5 X
c. VERBAL dan VISUAL : 6 X
DAYA INGAT SESEORANG
Sesudah 3 jam Sesudah 3 hari
Verbal 70% 10%
Visual 72% 20%
Verbal+Visual 85% 65%

1. ANALISIS MASALAH DAN SASARAN
a. Analisis masalah kesehatan yang ada, mengenal penyebab masalah , sifat masalah
b. Tentukan masalah kesehatan yang ingin dipecahkan misalnya GAKY, KVA, malaria, PTM
c. Analisis perilaku sasaran yang berkaitan dengan masalah: perilaku ideal, perilaku sekarang dan perilaku yang diharapkan.
d. Perilaku ideal, dapat diidentifikasi dari masalah yang dianalisis, misalnya yang berkaitan dengan GAKY :
• Mengkonsumsi garam beryodium dan makanan yang kaya yodium
• Minum kapsul minyak beryodium
e. Perilaku sekarang, dapat diidentifikasi dengan observasi dan wawancara di lapangan, mengkaitkannya dengan epidemiologi masalah yang dianalisis dan perilaku ideal.
f. Perilaku yang diharapkan dapat diidentifikasi berdasarkan hasil analisis perilaku ideal, perilaku saat ini.
2. RANCANGAN PENGEMBANGAN MEDIA
Menentukan tujuan promosi, adalah suatu pernyataan tentang suatu keadaan di masa datang yang akan dicapai melalui pelaksanaan promosi. Misalnya 90% rumah tangga mengkonsumsi garam beryodium pada tahun 2010.
Tujuan harus SMART, yaitu specific, measureable, accurate, realistic dan timebound
a. Menentukan segmentasi sasaran, yaitu memilih sasaran yang tepat dan dianggap sangat menentukan keberhasilan promosi kesehatan.
b. Segmentasi sasaran memungkinkan pengelola program menghitung kelompok sasaran untuk menentukan ketersediaan, jumlah dan jangkauan produk garam beryodium di pasaran. Selain itu, pengelola program dapat menghitung jenis media dan menempatkan media yang mudah diakses sasaran.
c. Kumpulkan data sasaran, yang menyangkut data perilaku, epidemiologi, demografi geografi dan data psikografi atau gaya hidup.
d. Mengembangkan pesan-pesan, yang disesuaikan dengan tujuan promosi
e. Memilih media promosi, yaitu saluran yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan pada sasaran, yang didasarkan pada selera sasaran bukan selera pengelola program.
f. Media yang dipilih harus memberi dampak yang luas, oleh karena itu perlu ditentukan tujuan media yang akan menjadi dasar perencanaan media : Jangkauan, frekuensi bobot, kontinuitas dan biaya.
PARA PENDUKUNG PESAN DALAM MEDIA PROMOSI
YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM PENGGUNAAN SELEBRITI (SELEBRITY ENDORSER)
• Kredibilitas Selebriti
• Kecocokan Selebriti dengan sasaran
• Kecocokan Selebriti dengan produk/perilaku yang diperkenalkan
• Daya tarik selebriti
• Pertimbangan lain , seperti biaya, besar-kecilnya kena masalah, kemudahan diajak kerjasama dan berapa banyak dia telah beriklan
MENGENAL MEDIA PROMOSI
1. MEDIA CETAK
a. adalah kumpulan berbagai media informasi yang diproduksi dan disampaikan kepada sasaran melalui tulisan dan visual
b. Contoh : stiker, leaflet, flipchart, brosur, flier, flashcard
c. Benda-benda promosi (promotional material), seperti gantungan kunci, tas hanging mobile, flagchain dan shelftalker (benda promosi yang ditempatkan di rak-rak tempat produk ybs dipajang bisa bentuk botol, mickeymouse
d. Direct Mailing, mengirimkan brosur atau katalog kepada sasaran
e. Iklan dalam bentuk logo
f. Iklan di suratkabar dan advertorial
2. MEDIA ELEKTRONIK
TELEVISI
1. Spot Televisi durasi 15,30 dan 60detik
2. Sponsorship (blocking time), membeli/menumpang program selama 30-60 menit. Contoh Gebyar BCA
3. Build in, pesan dimasukan dalam segmen program, misalnya di Bajaj Bajuri
4. Dialog interaktif yang melibatkan pemirsa
RADIO
1. Radio Spot durasi 30-60 detik
2. Adlips, pesan singkat yang dibacakan disela-sela program
3. Kuis, berupa permainan dan hiburan
4. Dialog Interaktif yang melibatkan pendengar radio
INTERNET dan SMS
1. Tayangan banner atau logo di website
2. Penyampaian pesan massal lewat SMS
MEDIA LUAR RUANG
1. Spanduk , umbul-umbul, yaitu kain rentang yang berisi pesan, slogan atau logo
2. Billboard, poster, neonsign, megatron
MEDIA LAIN
Iklan di bus
Mengadakan event, merupakan suatu bentuk kegiatan yang diadakan di pusat perbelanjaan atau hiburan yang menarik perhatian pengunjung
1. Road Show, suatu kegiatan yang diadakan dibeberapa tempat atau kota
2. Sampling, contoh produk yang diberikan kepada sasaran secara gratis
3. Pameran, suatu kegiatan untuk menunjukkan informasi program dan pesan-pesan promosi
PENGEMBANGAN PESAN, UJICOBA DAN PRODUKSI MEDIA
1. Pesan adalah terjemahan dari tujuan komunikasi ke dalam ungkapan kata yang sesuai untuk sasaran
2. Pengembangan pesan memerlukan kemampuan ilmu komunikasi dan seni
3. Menentukan posisi pesan (positioning),yaitu strategi komunikasi untuk memasuki jendela otak konsumen agar produk/perilaku yang diperkenalkan mempunyai arti tertentu
POSISI PESAN
1. Posyandu Menjaga Anak Sehat Tetap Sehat
2. Pokoknya Pake Garam Beryodium agar anak Pintar
3. Gaya Hidup Sehat Bikin Kamu Tampil Beda
4. Dengan PIN Anak Indonesia Bebas Polio
5. Buatlah konsep pesan yang jelas, spesifik, positif, menarik perhatian, berorientasi pada tindakan dan cocok dengan sasaran
6. Kemudian masukkan pesan-pesan ke dalam beberapa media yang dipilih
7. Media yang dibuat sebaiknya berupa draft/rancangan yang siap diujicoba
8. Ujicoba pada sasaran
9. Perbaikan dan produksi
7 C PESAN EFEKTIF
1. Command attention, kembangkan satu ide atau pesan yang menarik perhatian dan mudah diingat
2. Clarify the message, buat pesan mudah, sederhana dan jelas
3. Create trust, pesan harus dapat dipercaya
4. Communicate a benefit, komunikasikan keuntungan melakukan tindakan
5. Consistency, pesan harus konsisten yang artinya sampaikan satu pesan utama di media apa saja secara berulang kali baik TV, radio, poster ,stiker dsb.
6. Cater to the heart and head, pesan harus bisa menyentuh akal dan rasa. Menyentuh nilai-nilai emosi dan kebutuhan nyata.
7. Call to action, pesan harus mendorong sasaran untuk bertindak
STRUKTUR PESAN
RUMUS AIDCA
• ATTENTION (perhatian)
• INTEREST (minat)
• DESIRE ( kebutuhan/keinginan)
• CONVICTION (rasa percaya)
• Action (tindakan)
• ATTENTION
TRIK-TRIK UNTUK MENARIK PERHATIAN
1. Menggunakan headline yang mengarahkan, misalnya Hanya ada satu Roma , yaitu Biskuit Roma; Mau sekolah kok susah. Tanyakan kenapa?
2. Menggunakan slogan yang mudah diingat, misalnya Enak dibaca dan perlu ; Don’t Worry be happy;
3. Ukuran, warna , penggunaan huruf dan tata letak
4. Animasi
PENDEKATAN PESAN
1. PENDEKATAN RASA TAKUT
• Bisa berbentuk celaan sosial atau bahaya fisik. Kadang-kadang kita harus menakuti-nakuti orang untuk menyelamatkan hidup mereka.
• Misalnya obat kumur, deodorant, pasta gigi, seks yang tidak aman, PIN untuk Polio
• Penelitian membuktikan pendekatan rasa takut yang sangat kuat cenderung diabaikan sedangkan yang lemah tidak akan menarik perhatian. Jadi gunakan rasa takut yang sedang-sedang saja.
2. PENDEKATAN RASA BERSALAH
• Rasa bersalah juga menjadi pemikat bagi emosi. Orang merasa bersalah bila mereka melanggar peraturan, norma dan kepercayaan mereka sendiri.
• Iklan posyandu di tahun 80-an yang menunjukkan kehilangan anak, iklan sabuk pengaman,
3. PENDEKATAN RASIONAL
• Meyakinkan orang dengan perkataan logis
• Pengalaman atau riset membuktikan bahwa pendekatan rasional kurang berhasil.
• Misalnya Datanglah ke Posyandu untuk mendapat Kapsul Vitamin A. Apakah ibu-ibu beramai-ramai datang ke Posyandu?
4. PENDEKATAN EMOSIONAL
• Menggunakan pernyataan atau bahasa yang mampu menyentuh sasaran, dan tunjukkan bahasa non verbal seperti air muka yang penuh kasih, cinta. Dan ini lebih berhasil
6. PENDEKATAN HUMOR
• Metode yang efektif untuk menarik perhatian
• Humor menambah kesenangan dan tidak merusak pemahaman
• Humor tidak menawarkan suatu keuntungan yang lebih dari sekedar bujukan.
• Humor tidak menambah kredibilitas sumber
• Humor akan lebih berhasil digunakan jika tingkat kesadaran akan produk/perilaku sudah mapan bukan yang baru diperkenalkan
7. PENDEKATAN MORAL
• Diarahkan pada perasaan sasaran tentang apa yang benar dan tepat.
• Sering digunakan untuk mendukung masalah-masalah sosial sperti lingkungan hidup yang lebih bersih, gender, bantuan bagi orang-orang yang membutuhkan.
GAYA PESAN
1. POTONGAN KEHIDUPAN (SLICE OF LIFE), menunjukkan penggunaan produk/ide/perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya kepuasan makan biskuit merek baru, penggunaan garam beryodium, penggunaan air bersih, Kartu Sehat
2. FANTASI (FANTACY), menciptakan fantasi disekitar produk tersebut atau penggunaannya
Iklan rokok MEZZO yang bisa ringan melangkah, iklan parfum AXE, jreng.
3. GAYA HIDUP (LIFESTYLE), menekankan bagaimana suatu produk /ide/perilaku sesuai dengan suatu gaya hidup.
Misalnya iklan Pocari sweet, Aqua, hemat air , hemat listrik, olahraga atau kampanye gaya hidup sehat
4. SUASANA ATAU CITRA (IMAGE), membangkitkan suasana di sekitar produk seperti kecantikan , kejantanan, cinta atau ketenangan
Sabun lux, Marlboro, bedak Johnson and Johnson untuk bayi, real estate
5. MUSIK (MUSIC), menggunakan latar belakang musik atau lagu tentang produk tersebut
Misalnya Coca cola, Bentoel, Indo Mie.
Kadarzi, lagu Aku Anak Sehat, iklan Kapsul Vitamin A, Suami Siaga
6. SIMBOL KEPERIBADIAN (PERSONALITY SYMBOL), menciptakan suatu karakter yang menjadi personifikasi produk tersebut. Karakter tersebut bisa berbentuk orang atau animasi
Marlboro Man, Sabun lux sebagai sabun bintang kecantikan, PIN dengan tokoh Si Imun
7. KEAHLIAN TEKNIS (TECHNICAL EXPERTISE) menunjukkan keahlian teknis, pengalaman dan kebanggaan dalam membuat produk tersebut.
Jamu Sido Muncul, iklan mobil, Vegeta, obat
8. BUKTI ILMIAH (SCIENTIFIC EVIDENCE), menyajikan bukti survai atau ilmiah bahwa merek tersebut lebih disukai atau mengungguli merek lain, misalnya iklan obat
9. BUKTI KESAKSIAN (TESTIMONIAL), menampilkan seorang sumber yang sangat dipercaya, disukai atau ahli mendukung produk tersebut, misalnya Ulfa untuk Garam Beryodium, Ike Nurjanah untuk Kadarzi
UJICOBA MEDIA (PRE-TESTING)
BAHAN YANG DIUJI COBA
1. Uji coba pada tahap konsep
• Desain media cetak
• Storyboard
• Scrip radio
2. Ujicoba pada media yang sudah selesai sebagian
Media belum diisi musik untuk TV Spot, Radio Spot
3. Uji coba media lebih dari satu versi
PELAKSANAAN UJICOBA
1. Menentukan sasaran
2. Menyusun instrumen ujicoba
3. Memilih dan melatih pewawancara
4. Meminta dukungan petugas dan
pemuka setempat
5. Melaksanakan wawancara di lapangan
PELAKSANAAN DAN PEMANTAUAN
1. Pelaksanaan merupakan langkah untuk menerapkan rancangan promosi berikut media yang telah dirancang
2. Pemantauan dilakukan untuk melihat sebe seberapa jauh :
• Media promosi telah diproduksi dan didistribusikan, ditayangkan serta disiarkan
EVALUASI DAN RANCANG ULANG
1. Evaluasi dilakukan untuk mengukur seberapa jauh sasaran telah terpapar pesan, pemahaman pesan dan perubahan tindakan untuk melakukan anjuran pesan
2. Hasil evaluasi juga menjadi dasar untuk perencanaan media berikutnya.
Sumber : Materi Pelatihan Petugas Promkes Tingka Kab.H.S.U

PEMBINAAN KESEHATAN LINGKUNGAN TERKAIT DENGAN PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN AIR DAN SANITASI

Sebagian besar penyakit menular terjadi karena buruknya kesling (1-1)
• Penyakit menular merupakan penyebab kematian yang tinggi pada bayi dan balita
• Urutan penyakit menular penyebab kematian pada bayi : pneumonia, diare, tetanus, infeksi saluran pernafasan akut
• Proporsi penyakit menular penyebab kematian pada balita : pneumonia (22,5%), diare (19,2%) infeksi saluran pernafasan akut (7,5%), malaria (7%), serta campak (5,2%).
• Beberapa penyakit menular diidentifikasikan sebagai penyebab kematian dasar seperti Tuberculosis (9,2%), diare (7,2%), pneumonia (6,9%).
• Penyakit menular baru muncul dan berkembang diberbagai tempat antara lain Flu Burung,
• Beberapa penyakit berbasis lingkungan seperti Pneumonia, ISPA , TBC, DBD, Malaria dan Diare sangat terkait erat dengan kondisi lingkungan yang belum memadai.
Kaitan Faktor Lingkungan dan penyakit
1. Manfaat terhadap kesehatan
Menurunkan angka kesakitan dan kematian Beberapa penyakit berbasis lingkungan seperti : Diare, Pneumonia, ISPA , TBC, DBD, Malaria dan Flu Burung
2. Dapat menurunkan beban pembiayaan yankes
Menurunnya angka kesakitan dan kematian karena penyakit menular yang terkait dengan lingkungan akan meringankan beban pelayanan kesehatan perorangan (pengobatan) yg memerlukan alokasi sbr daya dan pembiayaan yg besar.
3. Investasi pada kesehatan anak


Kematian bayi akan menurun sebesar:
a. 3-4% à jika akses pada air minum naik 10%
b. 3% à jika lama sekolah perempuan naik 10%
c. 0,8%-1,5% à jika anggaran kesehatan naik 10%
d. 2-3% àjika pendapatan per kapita naik 10%
PRIORITAS DEPKES
a. Kesehatan Ibu dan Anak
b. Pelayanan kesehatan utk maskin
c. Pendayagunaan tenaga kesehatan
d. Penanggulangan penyakit menular (termasuk pengendalian faktor resiko lingkungan), gizi buruk, dan krisis kesehatan akibat bencana
e. Peningkatan pelay kesehatan di daerah terpencil, tertinggal, dan daerah perbatasan serta pulau-pulau terluar.
Program Pembangunan Kesehatan
1. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
2. Program Lingkungan Sehat
3. Program Upaya Kesehatan Masyarakat
4. Program Upaya Kesehatan Perorangan
5. Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
6. Program Perbaikan Gizi Masyarakat
7. Program Sumber Daya Kesehatan
8. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan
9. Program Pengawasan Obat dan Makanan
10. Program Pengembangan Obat Asli Indonesia
11. Program Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan
12. Program Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Program Lingkungan Sehat
Kegiatan
a. Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar;
b. Pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan;
c. Pengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan; dan
d. Pengembangan wilayah sehat.

Memicu Perubahan Perilaku melalui CLTS – di masa awal
Pendekatan yang selama ini dilakukan:
1. Membangunan ribuan-jutaan MCK
2. Distribusi sarana MCK gratis dan stimulan
3. Distribusi uang dalam bentuk pinjaman bergulir
Pembangunan sanitasi memerlukan metode pendekatan yang erat kaitannya dengan aspek kebiasaan, kondisi geografis, dan aspek perubahan perilaku masyarakat yang sudah tertanam lama.
Memberdayakan masyarakat untuk merubah perilaku serta membangun dan menggunakan toilet dengan sumber daya sendiri dan tanpa subsidi untuk mencapai 100% bebas BAB (ODF)
Masyarakat terlibat aktif dalam menganalisa lingkungan
Menggunakan jijik terhadap BAB terbuka dan kebanggan masyarakat sebagai faktor yang memotivasi
Mempromosikan pilihan lokal dari menu teknologi terbuka termasuk jamban sederhana yang murah
Menggunakan para juara, pemuka setempat dan kompetisi antar daerah permukiman untuk mengembangkan momentum replikasi
Melibatkan setiap orang termasuk anak sekolah
Sebagian besar penyakit menular terjadi karena buruknya kesling
• Penyakit menular merupakan penyebab kematian yang tinggi pada bayi dan balita
Urutan penyakit menular penyebab kematian pada bayi : pneumonia, diare, tetanus, ISPA
• Proporsi penyakit menular penyebab kematian pada balita : pneumonia (22,5%), diare (19,2%) infeksi saluran pernafasan akut (7,5%), malaria (7%), serta campak (5,2%).
• Beberapa penyakit menular diidentifikasikan sebagai penyebab kematian dasar seperti Tuberculosis (9,2%), diare (7,2%), pneumonia (6,9%).
• Penyakit menular baru muncul dan berkembang diberbagai tempat antara lain Flu Burung.
• Beberapa penyakit berbasis lingkungan seperti Pneumonia, ISPA , TBC, DBD, Malaria dan Diare sangat terkait erat dengan kondisi lingkungan yang belum memadai.
Pilar STBM
a. Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS) atau Open Defecation Free
b. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
c. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAM-RT)
d. Pengelolaan Limbah Rumah Tangga
e. Pengelolaan Sampah di Rumah Tangga

Sumber :
Bahan Pelatihan Pansimas Kab.H.S.Utara

MANAJEMEN KOMPLIK

Pengertian
Robbins (1996) dalam “Organization Behavior” menjelaskan bahwa konflik adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Konflik adalah pergesekan atau friksi yang terekspresikan di antara dua pihak atau lebih, di mana masing-masing mempersepsi adanya interferensi dari pihak lain, yang dianggap menghalangi jalan untuk mencapai sasaran. Konflik hanya terjadi bila semua pihak yang terlibat, mencium adanya ketidaksepakatan
Para pakar ilmu perilaku organisasi, memang banyak yang memberikan definisi tentang konflik. Robbins, salah seorang dari mereka merumuskan Konflik sebagai : "sebuah proses dimana sebuah upaya sengaja dilakukan oleh seseorang untuk menghalangi usaha yang dilakukan oleh orang lain dalam berbagai bentuk hambatan (blocking) yang menjadikan orang lain tersebut merasa frustasi dalam usahanya mancapai tujuan yang diinginkan atau merealisasi minatnya". Dengan demikian yang dimaksud dengan Konflik adalah proses pertikaian yang terjadi sedangkan peristiwa yang berupa gejolak dan sejenisnya adalah salah satu manifestasinya.
Dua orang pakar penulis dari Amerika Serikat yaitu, Cathy A Constantino, dan Chistina Sickles Merchant mengatakan dengan kata-kata yang lebih sederhana, bahwa konflik pada dasarnya adalah: "sebuah proses mengekspresikan ketidapuasan, ketidaksetujuan, atau harapan-harapan yang tidak terealisasi".
Kedua penulis tersebut sepakat dengan Robbins bahwa konflik pada dasarnya adalah sebuah proses. Konflik dapat diartikan sebagai ketidaksetujuan antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok-kelompok dalam organisasi yang timbul karena mereka harus menggunakan sumber daya yang langka secara bersama-sama atau menjalankan kegiatan bersama-sama dan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, nilai-nilai dan persepsi yang berbeda. Anggota-anggota organisasi yang mengalami ketidaksepakatan tersebut biasanya mencoba menjelaskan duduk persoalannya dari pandangan mereka
Lebih jauh Robbins menulis bahwa sebuah konflik harus dianggap sebagai "ada" oleh fihak-fihak yang terlibat dalam konflik. Dengan demikian apakah konflik itu ada atau tidak ada, adalah masalah "persepsi" dan bila tidak ada seorangpun yang menyadari bahwa ada konflik, maka dapat dianggap bahwa konflik tersebut memang tidak ada.
Tentu saja ada konflik yang hanya dibayangkan ada sebagai sebuah persepsi ternyata tidak riil. Sebaliknya dapat terjadi bahwa ada situasi-situasi yang sebenarnya dapat dianggap sebagai "bernuansa konflik" ternyata tidak dianggap sebagai konflik karena nggota-anggota kelompok tidak menganggapnya sebagai konflik. Selanjutnya, setiap kita membahas konflik dalam organisasi kita, konflik selalu diasosiasikan dengan antara lain, "oposisi" (lawan), "kelangkaan", dan "blokade".
Sedang menurut Luthans (1981) konflik adalah kondisi yang ditimbulkan oleh adanya kekuatan yang saling bertentengan. Kekuatan-kekuatan ini bersumber pada keinginan manusia. Istilah konflik sendiri diterjemahkan dalam beberapa istilah yaitu perbedaan pendapat, persaingan dan permusuhan.
Perbedaan pendapat tidak selalu berarti perbedaan keinginan. Oleh karena konflik bersumber pada keinginan, maka perbedaan pendapat tidak selalu berarti konflik. Persaingan sangat erat hubungannya denga konflik karena dalam persaingan beberapa pihak menginginkan hal yang sama tetapi hanya satu yang mungkin mendapatkannya. Persaingan tidak sama dengan konflik namun mudah menjurus ke aarah konflik, terutuma bila ada persaingan yang menggunakan cara-cara yang bertentengan dengan aturan yang disepakati. Permusuhan bukanlah konflik karena orang yang terlibat konflik bisa saja tidak memiliki rasa permusuhan. Sebaliknya orang yang saling bermusuhan bisa saja tidak berada dalam keadaan konflik.
Konflik sendiri tidak selalu harus dihindari karena tidak selalu negatif akibatnya. Berbagai konflik yang ringan dan dapat dikendalikan (dikenal dan ditanggulangi) dapat berakibat positif bagi mereka yang terlibat maupun bagi organisasi.
Dapat disimpulkan bahwa konflik adalah sebagai suatu :
1. Ketidakcocokan/ketidaksepakatan tujuan
2. Pertentangan, pertikaian antara bbrp klp org
3. Tidak ada kerjasama
4. Perjuangan satu pihak melawan sesuatu
5. Masalah internal dan eksternal sebagai akibat adanya perbedaan nilai-nilai, keyakinan dan pendapat dari oranglain atau lebih (Marquis dan Houston, 1998)
6. Adalah suatu pereliihan atau perjuangan yang timbul akibat terjadinya ancaman keseimbangan antara perasaan,pikiran,hasrat dan perilakuindividu (Deutsch dlm La Monica, 1986)



Pandangan :
Tradisional :
Dihindari akibat komunikasi yang buruk,kurang keterbukaan dan kepercayaan,kegagalan manajer
Hub manusia :
Wajar tidakperlu dihindari karena komplik adalah sesuatu yang alamiah yang berpotensi positif
Interaksionis :
Mutlak diperlukan untuk menjadi pendorong sebagai kekuatan yang positif

Konflik Funsional : konstruktif mendukung tujuan org dan memperbaiki kinerja
Konflik Disfungsional : destruktif menghambat kinerja
Sumber Konflik :
Pada individu :Persaingn dalam memenuhi berbagai kebutuhan dan peranan, bervariasinya bentuk hambatan dalam mencapai tujuan
Antara individu : Pandangan yang tidak dapat disatukan, tidak ada toleransi
Untuk menganalisis konflik antara pribadi : Model Johari Window :
1. Open self : tahu diri dan org lain, koflik antar pribadi rendah
2. Hidden self : Hanya memahami diri sendiri, tertutup dari orang lain berpotensi konflik dengan orang lain
3. Blind self : mengetahui diri orang lain, tidak memahami diri sendiri, sebagai upaya untuktidak menyakiti orang lain, berpotensi konflik
4. Undiscover self : tidakmemahami diri sendiri dan orang lain, terjadi salah pengertian lebih besar, potensi konflik besar terjadi pada antar pribadi.
Pada organisasi : Komunikasi,kekuasaan, tujuan individu dan organisasi,ketersedian sarana, peran yg tidak jelas, kompetensi.
Kategori Konflik :
1. Intrapersonal : Sebagai akibat kompetensi peran, masalah internal dalam klarifikasi nilai.
2. Interpersonal : Akibat adanya perbedaan tujuan,keyakinan dan nilai antar kelompok. Akibat dari hambatan dalam pencapaian kekuasaan dan otoritas
Dalam Organisasi
1. Konflik Horizontal : erjadi antar staf dengan posisi dan kedudukan yang sama. Sumber al. praktik dan wewenang keahlian
2. Konflik vertikal: terjadi antara bawahan dan atasan
Penyebab konflik :
a. Kondisi stress, krn : tanggung jawab yang terlalu sedikit, partisipasi dalam membuat keputusan kurang, dukungan managerial yang kurang,penyesuaian terhadap perubahan iptek yang cepat.
b. Perilku menentang, bentuk verbal/non verbal, terdapat 3 kategori : Competitive Bomber, mudah menolakutk bekerja. Jadwalkerja jelek, manipulasi, memaksa minta dukungan sejawab. Martyred Accomodator, kepatuhan palsu mau bekerja sama, tetapi melakukan ejekan dan hinaan utk mendapat dukungan. Avoider, menghindari kesepekatan dan partisipasi, tidak berespon thd manajer.
c. Ruang kerja yang sempit.
d. Komunikasi gagal.
e. Perbedaan keyakinan,nilai dansasaran
f. Iklim organisasi dan gaya kepemimpinan.
g. Masalah diluar pekerjaan,ex : perceraian, finansial.
h. Usia
i. Diskriminasi
Proses Konflik :
Lima Tahapan :
1. Konflik laten, terjadi terus menerus,memicu ketidakstabilan organisasi
2. Felt konflik, konflik dirasakan sebagai ancaman.
3. Konflik yan dimunculkan,untuk cari solusi.
4. Resolusi konflik, penyelesaian melalui prinsif “win-win solution”
5. Konflik aftermath, terjadi aibat konflik yang tidak terselesaikan.
Kontinuum Intensitas Konflik :
- Menghancurkan fihak lawan
- Serangan fisik agresif
- Ancaman ultimatum
- Serangan verbal yang tegas
- Pertanyaan pada pihak lain
- Salah paham
Strategi Penyelesaian Konflik.
Untuk menangani konflik dengan efektif, kita harus mengetahui kemampuan diri
sendiri dan juga pihak-pihak yang mempunyai konflik. Ada beberapa cara untuk
menangani konflik antara lain :
1. Introspeksi diri
Bagaiman kita biasanya menghadapi konflik ? Gaya pa yang biasanya digunakan? Apa saja yang menjadi dasar dan persepsi kita. Hal ini penting untuk dilakukan sehingga kita dapat mengukur kekuatan kita.
2. Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat.
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat. Kita dapat mengidentifikasi kepentingan apa saja yang mereka miliki, bagaimana nilai dan sikap mereka atas konflik tersebut dan apa perasaan mereka atas terjadinyakonflik. Kesempatan kita untuk sukses dalam menangani konflik semakin besar ika kita meliha konflik yang terjadi dari semua sudut pandang.
3. Identifikasi sumber konflik
Seperti dituliskan di atas, konflik tidak muncul begitu saja. Sumber konflik sebaiknya dapat teridentifikasi sehingga sasaran penanganannya lebih terarah
kepada sebab konflik.
4. Mengetahui pilihan penyelesaian atau penanganan konflik yang ada dan memilihyang tepat.Spiegel (1994) menjelaskan ada lima tindakan yang dapat kita lakukan dalam penanganan konflik :
a. Berkompetisi
Tindakan ini dilakukan jika kita mencoba memaksakan kepentingan sendiri diatas kepentingan pihak lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses dilakukan jikasituasi saat itu membutuhkan keputusan yang cepat, kepentingan salah satupihak lebih utama dan pilihan kita sangat vital. Hanya perlu diperhatikan situasi menang – kalah (win-win solution) akan terjadi disini. Pihak yangkalah akan merasa dirugikan dan dapat menjadi konflik yang berkepanjangan. Tindakan ini bisa dilakukan dalam hubungan atasan –bawahan, dimana atasan menempatkan kepentingannya (kepentinganorganisasi) di atas kepentingan bawahan.
b. Menghindari konflik
Tindakan ini dilakukan jika salah satu pihak menghindari dari situsasi
tersebut secara fisik ataupun psikologis. Sifat tindakan ini hanyalah
menunda konflik yang terjadi. Situasi menag kalah terjadi lagi disini.
Menghindari konflik bisa dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk mendinginkan suasana, mebekukan konflik untuk sementara. Dampak kurangbaik bisa terjadi jika pada saat yang kurang tepat konflik meletus kembali, ditambah lagi jika salah satu pihak menjadi stres karena merasa masih memiliki hutang menyelesaikan persoalan tersebut.
c. Akomodasi
Yaitu jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri
agar pihak lain mendapat keuntungan dari situasi konflik itu. Disebut juga
sebagai self sacrifying behaviour. Hal ini dilakukan jika kita merasa bahwa
kepentingan pihak lain lebih utama atau kita ingin tetap menjaga hubungan
baik dengan pihak tersebut. Pertimbangan antara kepentingan pribadi dan hubungan baik menjadi hal
yang utama di sini.
d. Kompromi
Tindakan ini dapat dilakukan jika ke dua belah pihak merasa bahwa kedua haltersebut sama –sama penting dan hubungan baik menjadi yang uatama.Masing-masing pihak akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan situasi menang-menang (win-win solution)
e. Berkolaborasi
Menciptakan situasi menang-menag dengan saling bekerja sama. Pilihan tindakan ada pada diri kita sendiri dengan konsekuensi dari masing-masing
tindakan. Jika terjadi konflik pada lingkungan kerja, kepentingan dan hubungan antar pribadi menjadai hal yang harus kita pertimbangkan.


BAGAIMANA BERSIKAP MENANG-MENANG ?
Ada dua cara yang dapat dilakukan :
Capailah Kemenangan Pribadi
Berpikir Menang-Menang dimulai dari diri Anda sendiri. Jika Anda merasa sangat tidak aman dan tidak berusaha untuk mencapai kemenangan pribadi, maka sangatlah sulit untuk beerpikir Menang-Menang. Anda akan merasa terancam oleh orang lain, Anda akan sulit menghargai dan mengakui keberhasilan orang lain. Anda akan merasa kesulitan untuk tetap berbahagia atas keberhasilan orang lain. Orang yang tidak aman mudah iri pada orang lain.
Hindari Kompetisi dan Perbandingan Tidak Sehat
Ada dua kebiasaan dalam hidup kita yang mirip dengan tumor yaitu yang dapat menggerogoti tubuh kita perlahan-lahan dari dalam. Kebiasaan itu adalah berkompetisi dan membandingkan.
Berkompetisi
Kompetisi dapat menyehatkan. Kompetisi mendorong kita untuk menjadi lebih baik dan berprestasi. Tanpa kompetisi mungkin kita tidak mempunyai kemampuan mendorong diri kita untuk lebih maju. Kompetisi dapat menyehatkan jika Anda berkompetisi dengan diri Anda sendiri atau ketika hal itu membuat Anda merasa tertantang untuk berprestasi atau menjadi yang terbaik. Kompetisi sangatlah tidak menyehatkan jika Anda hanya berpikir tentang diri kemenangan untuk diri sendiri atau ketika Anda merasa harus mengalahkan orang lain untuk mencapai kemenangan. Marilah kita berkompetisi dengan diri sendiri sehingga kita selalu berkembang dan berhentilah berkompetisi demi memperoleh status, popularitas, pacar, posisi, perhatian, dan sebagainya dan mulailah menikmati hidup.
Membandingkan
Membandingkan diri dengan orang lain adalah sesuatu yang buruk. Mengapa ? Sebab masing-masing dari kita mempunyai potensi yang berbeda, baik secara sosial, mental, maupun fisik. Setiap orang punya kelebihan dan kelemahan yang berbeda. Kita dapat saling mengembangkan diri dan melengkapi bersama-sama dengan orang lain . Jadi apa gunanya melihat-lihat orang lain untuk mecari-cari kelemahan atau kelebihan mereka dan membandingkan dengan diri Anda? Berhentilah berbuat demikian dan hilangkan kebiasaan ini. Anda tidak perlu tampil secantik peragawati, Anda tidak perlu sepopuler teman Anda, tampilah sesuai dengan diri Anda yang sebenarnya karena Anda memang berbeda dengan orang lain, Anda adalah unik dan berbahagialan dengan keunikan Anda.


Sumber :

MEMENAJEMENI KONFLIK DALAM SUATU ORGANISASI
JUANITA, SE, M.Kes.
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Jurusan Administrasi Dan Kebijakan Kesehatan
Universitas Sumatera Utara2002 digitized by USU digital library

Manajemen Konflik dalam Organisasi AAT SRIATI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
JATINAGOR
2008
Catatan Kuliah Manajemen STIKES Muhamadiyah Banjarmasin



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...