Sabtu, 09 Juni 2012

TANGGUNG JAWAB BIDAN


                                                                                                                 TANGGUNG JAWAB BIDAN


     Tanggung jawab dan akontabilitas sangat penting dalam menentukan mutu kinerja perawat dan bidan. Hal ini membutuhkan proses mental untuk menjadikan Perawat dan Bidan bekerja secara profesional. Perawat dan bidan harus waspada serta meningkatkan kinerjanya mengingat tanggung jawab dan akontabilitas berhubungan dengan kegiatan atau tindakan mereka. Mereka perlu memonitor dan mengevaluasi semua hasil pekerjaan yang telah dilakukannya, dan selalu berupaya meningkatkan serta menjaga mutu pelayanannya.

1. PENGERTIAN
  • Tanggung jawab: mengarah pada kinerja tindakan dari tugas, mencakup tindakan para staf dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk kesejahteraan pasen.
  •  Akontabilitas: mengarah pada hasil dari tindakan yang dilakukan. Ini berarti menerima hasil kerja atau tindakan serta tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil, serta tindakan, dan catatan yang dilakukan dalam batas kewenangannya.

2. KONSEP TANGGUNG JAWAB dan AKONTABILITAS
  • Tanggung Jawab
a. Menempatkan kebutuhan pasen di atas kepentingan sendiri.
b. Melindungi hak pasen untuk memperoleh keamanan dan pelayanan yang berkualitas dari perawat atau   bidan.
c. Selalu meningkatkan pengetahuan, keahlian serta menjaga perilaku dalam melaksanakan tugasnya.
  • Akontabilitas
Dapat mempertahankan kinerja professional berdasarkan standar yang berlaku.

3. TANGGUNG JAWAB

           Tanggung jawab menunjukkan kewajiban. Ini mengarah kepada kewajiban yang harus dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan secara professional. Manajer dan para staf harus memahami dengan jelas tentang fungsi tugas yang menjadi tanggung jawab masing-masing perawat dan bidan serta hasil yang ingin dicapai dan bagaimana mengukur kualitas kinerja stafnya. Perawat atau bidan yang professional akan bertanggung jawab atas semua bentuk tindakan klinis keperawatan atau kebidanan yang dilakukan dalam lingkup tugasnya.

       Tanggung jawab diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan kinerja yang ditampilkan guna memperoleh hasil pelayanan keperawatan atau kebidanan yang berkualitas tinggi. Yang perlu diperhatikan dari pelaksanaan tanggung jawab adalah memahami secara jelas tentang “uraian tugas dan spesifikasinya” serta dapat dicapai berdasarkan standar yang berlaku atau yang disepakati. Hal ini berarti perawat atau bidan mempunyai tanggung jawab yang dilandasi oleh komitmen, dimana mereka harus bekerja sesuai fungsi tugas yang dibebankan kepadanya.

          Untuk mempertahankannya, perawat dan bidan hendaknya mampu dan selalu melakukan introspeksi serta arahan pada dirinya sendiri (self-directed), merencanakan pengembangan diri secara kreatif dan senantiasa berusaha meningkatkan kualitas kinerjanya. Hal ini diperlukan agar mereka dapat mengidentifikasi elemen-elemen kritis untuk meningkatkan dan mengembangkan kinerja klinis mereka, guna memenuhi kepuasan pasen dan dirinya sendiri dalam pekerjaannya. Mencatat respon dan perkembangan pasen dengan lengkap dan benar merupakan salah satu tanggung jawab perawat atau bidan dalam melaksanakan tugasnya.

Pertanggung jawaban Bidan :

a.  Menempatkan kebutuhan pasien diatas kebutuhan sendiri

b.  Melindungi hak pasien u/ memperoleh keamanan dan pelayanan yang berkualitas dari bidan

c.   Selalu meningkatkan pengetahuan, keahlian, serta menjaga perilaku dalam meningkatkan tugasnya

d.  Dapat mempertahankan kinerja profesional berdasarkan standar yang berlaku



tahapan pemeriksaan dalam Persalinan


·       TAHAPAN PEMERIKSAAN DALAM PROSES PERSALINAN
Proses persalinan merupakan salah satu proses yang dialami oleh seorang perempuan dalam upaya untuk melahirkan janin yang telah dikandung selama 9 bulan. dalam proses ini banyak pemeriksaan yang harus selalu dilakukan dalam rangka memantau persalinan dan memeastikan keadaan ibu bersalin, adapun pemeriksaan yang dilakukan dari kala 1 sampai kala 4, diantaranya: 

a.       Kala 1:
Ø  Pemeriksaan HIS, DJJ, VT, VS
Ø  Pemeriksaan penipisan&dilatasi serviks
Ø  Produksi urine, aseton, dan protein
Ø  Intake output
Ø  Pendampingan(psikososiospiritual)
b.      Kala 2
Ø  Vital sigm
Ø  PERDARAHAN
Ø  Episiotomi(bila diperlukan)
Ø  Keadaan air ketuban
Ø  Keadaan bayi baru lahir
Ø  Pendampingan (psikososiospiritual)
Ø  IMD
c.       Kala 3
Ø  Pemberian oksitosin
Ø  Perubahan bentuk & tnggi fundus uteri
Ø  Masase fundus uteri
Ø  Penegangan tali pusat
Ø  Pengeluaran plasenta
Ø  Pengikatan tali pusat
Ø  Melakukan perawatan perinium
Ø  Melakukan pemotongan tali pusat
Ø  Penilaian perdarahan
Ø  Laserasi jalan lahir
Ø  Heacting perinium
d.      Kala 4
Ø  Observasi perdarahan
Ø  Vital Sign (TD,Suhu, Nadi, Respirasi)
Ø  Tingkat kesadaran
Ø  Kontraksi uterus
Ø  Mengajarkan ibu dan keluarga tentang memeriksakan fundus dan masase uterus
Ø  Mobilisasi dini
Ø  Membersihkan pasien
Ø  memakaikan stagen
Ø  memakaikan pembalut
Ø  pendampingan psikososiospiritual


 By : Baiq Ida Rizqia
Jika ada yang kurang, dilengkapi iya,,,, !!! thanks.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...