Selasa, 10 Juli 2012

Hemoglobin

Hemoglobin adalah suatu molekul yang berbentuk bulat yang terdiri dari 4 subunit. Setiap subunit mengandung satu bagian heme yang berkonjugasi dengan suatu polipeptida. Heme adalah suatu derivat porfirin yang mengandung besi. Polipeptida itu secara kolektif disebut sebagai bagian globin dari molekul hemoglobin. Ada dua pasang polipeptida didalam setiap molekul hemoglobin (Ganong, William. F, 2003:513). Komponen utama sel darah merah adalah protein hemoglobin yang mengangkut O2 dan CO2 dan mempertahankan PH normal melalui serangkaian dapar intraselular. Molekul-molekul hemoglobin terdiri dari 2 pasang rantai polipeptida dan 4 gugus hem, masing-masing mengandung sebuah atom besi. Konfigurasi ini memungkinkan pertukaran gas yang sangat sempurna (Price, Sylvia.A dan Wilson, Lorraine.M, 1995:231). Hemoglobin merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah merah. Hemoglobin dapat diukur secara kimia dan jumlah Hb/100 ml darah dapat digunakan sebagai indeks kapasitas pembawa oksigen pada darah. Kandungan hemoglobin yang rendah dengan demikian mengindikasikan anemia (I Dewa Nyoman, 2001:145). Pengertian lain hemoglobin adalah protein yang kaya akan zat besi. Hemoglobin mempunyai afinitas terhadap oksigen dan dengan oksigen itu membentuk oxihemoglobin di dalam sel darah merah. Dengan melalui fungsi ini maka oksigen dibawa dari paru-paru ke jaringan-jaringan (Pearce, Evelyn C, 1999:134). Sel-sel darah merah mampu mengkonsentrasikan hemoglobin dalam cairan sel sampai sekitar 34 gm/dl sel. Konsentrasi ini tidak pernah meningkat lebih dari nilai tersebut, karena ini merupakan batas metabolic dari mekanisme pembentukan hemoglobin sel. Selanjutnya pada orang normal, persentase hemoglobin hampir selalu mendekati maksimum dalam setiap sel. Namun bila pembentukan hemoglobin dalam sumsum tulang berkurang, maka persentase hemoglobin dalam darah merah juga menurun karena hemoglobin untuk mengisi sel kurang. Bila hematokrit (persentase sel dalam darah normalnya 40 sampai 45 persen) dan jumlah hemoglobin dalam masing-masing sel nilainya normal, maka seluruh darah seorang pria rata-rata mengandung 16 gram/dl hemoglobin, dan pada wanita rata-rata 14 gram/dl (Guyton dan Hall, 1997:530). Hemoglobin dibentuk dalam sitoplasma sel sampai stadium retikulosit. Setelah inti sel dikeluarkan, hilang juga RNA dari dalam sitoplasma, sehingga dalam sel darah merah tersebut tidak dapat dibentuk protein lagi, begitu juga berbagai enzim yang sebelumnya terdapat dalam sel darah merah dan protein membran sel (Slamet Suyono, dkk, 2001:496). Pembentukan hemoglobin dimulai dalam proeritroblas dan kemudian dilanjutkan sedikit dalam stadium retikulosit, karena ketika retikulosit meninggalkan sumsum tulang dan masuk ke dalam aliran darah, maka retikulosit tetap membentuk sedikit hemoglobin selama beberapa hari berikutnya (Guyton dan Hall, 1997:534). Pembentukan Hemoglobin Kadar hemoglobin adalah salah satu pengukuran tertua dalam laboratorium kedokteran dan tes darah yang paling sering dilakukan (Isbister, James P dan Pittiglio, D.Harmening, 1999:5). Interprestasi gejala dalam hubungannya dengan kadar hemoglobin yaitu :  Hb >10 gram % : Gejala terjadi jika system transpor oksigen mengalami stres karena meningkatnya permintaan oksigen (misalnya : latihan, demam) atau karena berkurangnya oksigenasi darah (misalnya : gangguan paru-paru, tempat tinggi, merokok, pajanan terhadap karbon monoksida).  Hb 8 – 10 gram % : Gejala meningkatnya curah jantung pada saat istirahat dapat diperhatikan (misalnya : berdebar-debar) terutama dalam pasien tua, tetapi sebagai aturan umum gejala tidak berat.  Hb < 8 gram % : Meningkatnya gejala-gejala pada saat istirahat, tergantung pada cadangan kardiorespiratorius (Isbister, James P dan Pittiglio, D.Harmening, 1999:39). DAFTRA PUSTAKA Ganong, William. F. 2003. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Terjemahan Brahm U.Pendit …[et al]. Jakarta : EGC Guyton & Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Terjemahan Irawati Setiawan. Jakarta :EGC I Dewa Nyoman Supariasa, dkk. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC Isbister, James P dan Pittiglio, D.Harmening. 1999. Hematologi Klinik. Terjemahan Ronardy, Devy H. Jakarta : Hipokrates Pearce, Evelyn C. 1999. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Terjemahan Sri Yuliani Handoyo. Jakarta : Gramedia Price, Sylvia.A dan Wilson. Lorraine.M. 1995. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Terjemahan Peter Anugerah. Jakarta : EGC Slamet Suyono, dkk. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : FKUI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...