Rabu, 10 Juni 2009

KARANG TARUNA DAN PERANNYA DALAM KESEHATAN

Oleh : Mahyuliansyah
Karang Taruna adalah organissasi kepemudaan Indonesia yang merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas daasr kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari dan oleh masyarakat khususnya generasi muda di wilayah desa/kelurahan.
Sebagai organisasi yang bergerak di bidang Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan berfungsi sebagai subyek maka karang taruna sedapat mungkin mampu menunjukkan fungsinya dan perannya secara optimal. Memiliki program kegiatan yang jelas sesuai dengan kebutuhan dan permaslahan yang ada di sekitarnya. Program yang dijalankan melembaga dan harus terarah yang melibatkan semua generasi muda yang ada.
Beberapa program Upaya Kesejahteraan Sosial Karang Taruna yang dapat dikontribusikan pada lembaga/organissi lain dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya, antara lain : Pencegahan/preventif terhadap tumbuhnya kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika dan lain-lain.


Salah satu tujaan dari Karang Taruna hubungan dengan kesehatan adalah :
Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesdaran tanggung jawab social setiap generasi muda warga Karang Taruna dalam mencegah, menangkal, menanggulangi dan mengantisifasi berbagai masalah social. Masalah kesehatan di masyarakat merupakan salah satu permasalahan social yang ada. Tindakan karang taruna dalam ikut mencegah, menaggulangi dan mengantisifasi menyebarnya suatu penyakti (misalnya TB Paru dan HIV/AIDS) merupakan suatu bentuk nyata dari tujuan adanya karang taruna.
Berasarkan tugas pokok dari Karang taruna kaitannya degan masalah kesehatan, yaitu :
Secara bersama-sama dengan pemerintah dan komponen masyarakat lainnya untuk menangulangi berbagai masalah social terutama yang dihadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif, rehabillitatif maupun pengebangan potensi generasi muda dilingkungannya. Sebagi peran serta dalam kegiatan pengendalian menyebarnya suatu penyakit (misalnya TB Paru) maka anggota karang taruna berperan sebagai pendidik dan penyuluh lapangan. Kegiatan ini didukung oleh pihak pemerintah dengan mengadakan suatu kegiatan sosialisasi penaykit-penyakit yang berbahaya dan dapat menular yang diselenggarakan instansi kesehatan khususnya Pusat Kesehatan Masyarakat.
Sedangkan menurut fungsinya yang mempunyai hubungan dengan masalah kesehatan diantaranya penyelenggara usaha kesejahteraan social, penyelenggara pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat, penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama geneasi muda secara komprehensip, terpadu dan terarah serta berkesinambungan. Penanaman pengeertian, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung jawab social generasi muda, Penyelenggara usaha-usaga pencegahan permasalahan social yang aktual. Dari kesemua fungsi yang berhubungan dengan permasalahan social yang ada di atas dalam penerapan untuk masalah kesehatan sangatlah bersesuaian seperti penyelenggara usaha kesehatan , penyelenggara pendidikan dan pelatihan kesehatn bagi masyarakat, penyelenggara pemebrdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Penananman, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggug jawab kesehatan bagi generasi muda. Penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan kesehatan yang aktual. Fungsi-fungsi tersebut akan dapat berjalan dan terlaksana jika anggota karang taruna telah dibekali tentang pengetahuan permasalah kesehatan pada umumnya dan penyakit-penyakit berbahaya dan menular.

SOSIALISASI PENYAKIT TBC BAGI GENERASI MUDA DI WILYAH PUSKESMAS AMUNTAI SELATAN KECAMATAN AMUNTAI SELATAN TAHUN 2009

Penyakit Tuberkulosis (TBC) sampai saat ini masih menjadi mamassal yang membunuh sekitar 140.000 jiwa pertahun atau atau 400 orang perhari, dimana setiapI menit muncul I penderita baru TB Paru. Untuk menanggulangi masalahT BC di Indonesia digunakan s trategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) yang direkomendasikan WHO dipandang sebagai pendekatan yang paling tepat saat ini.sehingga harus dapat dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan perlu peran aktif semua pihak. Karena TBC merupakan persoalan multidimensional yang membutuhkan pendekatanmenyeluruh dan menjadi tanggung jawab bersama maka diperlukan pengetahuan yangmemadai bagi semua pihak yang terkait mulai tingkat Pusat sampai ke lapisan masyarakat terbawah
Organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna dan LSM Pemuda merupakan salah satu elemin masyarakat yang diharap menjadi penyampai informasi tentang penyakit TBC kepada masyarakat luas. Berkenaan dengan hal tersebut maka diperlukan pertemuan/sosialisasi program TBC untuk memberikan pengetahuan kepada organisasi kepemudaan tentang penanggulangan TBC.
Tujuan :
Menyebarkan informasi dan meningkatkan pengetahuan organisasi kepemudaan tentang TBC.

Peserta :

Peserta pertemuan/sosialisasi Program TBC berjumlah 50 orang yang meliputi semua desa di wilayah kecamatan Amuntai Selatan


Nara Sumber dan Materi
Nara sumber dalam kegiatan tersebut berasal dari Puskesmas Amunatai Srlatan yaitu pemegang Program TB Paru dan Wasur TB Paru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara


Materi :
Pengenalan Penyakit TBC, Permasalahan TBC, Pengobatan Strategi DOTS, Pengawasan Pengobatan.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tanggal pelaksanaan 9 Juni 2009
Tempapt elaksanaan Puskesmas Amuntai Selatan

Metode : Ceramah, diskusi, Tanya jawab.

Sumber :
www.depsos.go.id , Departemen Sosial RI - Pemberdayaan Karang Taruna dengan Program LPM
www.wikipedia.org , Karang Taruna – Wikipedia Bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
www.ktbantententangkami.blogspot.com , Tentang Kami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...