Rabu, 06 Mei 2009

PERAN SERTA PONDOK PESANTREN DALAM KESEHATAN

Oleh : Mahyuliansyah

PENDAHULUAN

Pondok Pesantren pada awal berdirinya mempunyai pengertian yang sederhana, yaitu tempat pendidikan santri-santri untuk mempelajari pengetahuan agama Islam di bawah bimbingan seorang Guru/Ustadz/Kyai dengan tujuan untui menyiapkan santri-santri menguasai Ilmu Agama Islam dan siap mengajarkan agama Islam dengan mendirikan Pesantren baru untuk memperbanyak jumlah kader dakwah Islamaiyahnya.
Pesantren merupakan tempat untuk mendidik agar santri-santri menjadi orang yang bertaqwa, berakhlak mulia serta memeiliki kecerdasan yang tinggi.
Santri-santri yang berada di pondok Pesantren merupakan anak didik yang pada dasarnya sama saja dengan anak didik di sekolh-sekolah umum yang harus berkembang dan merupakan sumber daya yang menjadi generasi penerus pembangunan yang perlu mendapat perthatian khusus terutama kesehatan dan pertumbuhannya.
Permasalahan kesehatan yang dihadapi santri-santri tidak beda dengan permasalahan yang dihadapi anak sekolah umum bahkan bagi santri yang mondok akan bertambah lagi dengan masalah kesehatan lingkungan yang ada di pondok yang mereka tempati.
Berdasarkan hal tersebut di atas dituntut suatu peran aktif dari masyarakat dalam hal ini adalah Pesantren bekerjasam dengan pihak kesehatan melakukan pembinaan kesehatan bagi santri-santri yang ada sehingga terwujud pola perilaku hidup bersih dan sehat bagi para santri dan masyarakat Pondok Pesantren serta masyarakat lingkungannya.


PANDANGAN AJARAN ISLAM TENTANG KESEHATAN

Uraian yang sederhana menyangkut ajaran agama Islam tentang kesehatan adalah merupakan upaya pengkajian nilai-nilai yang telah membudaya di lingkungan Pesantren yaitu nilai yang bersumber pada ajaran fiqih.
Bertitik tolak dari tujuan syari’at yang dibawa oleh Rasulullah SAW, yaitu penataan hal ihwal manusia dalam kehidupan dunia dan akhirat dengan pandangan sepintas pada tubuh ajaran fiqih, maka dapat dilihat adanya garis besar dari pengamtan itu yakni :
1. Rab’ul’ibadat, yang menata hubungan manusia dengan sang pencipta. Misalnya sholat, dituntut untuk selalu bersih, baik rohaninya maupun jasadnya. Kebersihan di dalam sholat merupakan syarat mutlak yang harus dilaksanakan karena kalau tidak bersih (suci), maka sholtnya tidak syah.
2. Rub’ul’muamalat, yaitu masalah hubungan manusia dengan manusia. Dalam hubungan ini ada suatu rumus fiqh yang sangat terkenal di lingkugan Pondok {esantren yaitu yang disebut Alkalliyatul Khmas (Lima kepentingan dasar). Disebutkan kesehatan jiwa raga menempati posisi pokok> Hal tersebut sesuai dengan Hadist Rasulullah yang mentakan “Mu’min yang kuat lebih disukai dan disenangi oleh Allah dari pada mu’min yang lemah”.
3. Rub’ul Munkahat, yang menata hubungan manusia dalam lingkungan keluarga. Islam mengajarkan dalm perkawinan hendaknya mencari pasangan yang sehat, dan menghindari nasab (keturunan) yang tidak sehat.
4. Rub’ul jinayat, yang menata ketentraman dalam pergaulan yang memperhatikan ketentraman dari lingkungan (kesehatan lingkungan). Sebagai contoh dilarang buang hajat disemberang tempat, karena akan mengganggu kesehatan lingkungan.
Sehat dalam arti agama, yaitu terhibdar dari penyakit hati/rohaniyah meliputi unsure akal, nafsu, kalbu dan roh sekaligus terbibas dari penyakit jasmaniyah yang diakibatkan oleh penyalahgunaan fungsi farj (kelamin), hidung (menghirup dan mencium) kaki (yang mmengantarkan maksud dan tujuan), lidah (merasa dan mengecap), mata (melihat), perasa (perabaan dansentuhan), perut (penyimpanan dan pengatur makanan dan minuman), tangan (merasa, menyentuh dan memegang), telinga (mendengar).
Di dalam Al Qur’an banyak disebutkan tentang pengertian sehat/ kesehatan diantaranya yaitu :
• As-sawiyyu : Kondisi tubuh yang sempurna, ditandai dengan berfungsinya seluruh organ tubuh secara prima seperti disebutkan dalam surah Maryam ayat 10 yang artinya : Zakariya berkata, “ Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman “ Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga mala, padahal kamu sehat”.
• Sehat bisa juga diartikan terhindar dari penyakit atau lawan dari sakit. Bahasa populernya sehat wal’afiat seperti disebutkan dalam surah Shad ayat 34 yang artinya “ Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit). Kemudian ia bertaubat.”
• Sehat dapat pula diartikan dengan sembuh setelah berobat, seperti ungkapan do’a Nabi Ibrahim as pada surah as-Syu’ara ayat 80 yang artinya “ Dan apabila aku sakit, maka Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku.”
Selain itu Rasu s.a.w bersabda yang artinya “Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat itu tepat guna, maka penyakit itu akan sembuh dengan seijin Allah ‘Azza wa jalla” (HR.Muslim (4/2204) dan Ahmad dari Jabir bin ‘Abdullah).
Cukup jelas dari uraian di atas bahwa dalam agama Islam kesehatan merupakan penjabaran yang nyata dari rahmat kasih sayang Allah yang meliputi segala-galanya dan mamadai risalah Nabi Besar Muhammad SAW, dan itulah sesungguhnya wajah dari Islam.


POKOK-POKOK KEGIATAN UPAYA KESEHATAN SANTRI

Untuk mendapatkan hasil guna dan daya guna yang optimal sehubungan dengan peran serta Pesantern untuk melakukan pembinaan kesehatan santri-santri diperlukan upaya-upaya yang meliputi :
Upaya Promotif :
1. Pelatihan kader kesehatan Pondok Pesantern yaitu kegiatan pelatihan santri-santri yang berada di Pondok Pesantren untuk menjadi kader kesehatan yang akan membantu kegiatan pelayanan kesehatan di Pondok Pesantren tersebut.
2. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan dan pihak Pondok Pesantren tentang pesan-pesan kesehatan guna meningkatkan pengetahuan sikap dan perilaku santri dan masyarakat Pondok Pesantren mengenai kesehatn jasmani, mental dan social.
3. Perlombaan bidang kesehatn yaitu kegiatan yang sifatnya untuk meningkatkan minat terhadap kegiatan kesehatn di Pondok Pesantren, misalnya lomba kebersihan, lomba kesehatan dan lain-lain.
Upaya Preventif :
1. Imunisasi , yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pihak kesehatn dibantu pihak Pondok Pesantern dalam rangka pencegahan terhadap penyakit tertentu pada santri-santri yang masih berusia sekolah, misaln ya imunisasi DT dan TT pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
2. Pemberantasan nyamuk dan sarangnya, adalah kegiatan pencegahan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk dengan jenis kegiatan pemberantasan sarang nyamuk yang dilaksanakan oleh santri dan petugas serta pihak Pondok Pesantren.
3. Kesehatan lingkungan, yaitu suatu kegiatan berupa pengawasan dan pemeliharaan lingkungan Pondok Pesantren berupa tempat pembuangan sampah, air limbah, kotoran dan sarana air bersih. Kegiatan ini bertujuan guna meningkatkan kesehatan lingkungan Pondok Pesantren.
4. Penjaringan kesehatan santri baru guna mengetahui status kesehatan dan sedini mungkin menemukan penyakit yang diderita para santri.
5. Pemeriksaan berkala guna mengevaluasi kondisi kesehatan dan penyakit para santri di Pondok Pesantren yang dialksanakan oleh petugas kesehatn dibantu pihak Pondok Pesantren.
Upaya Kuratif dan rehabilitatif :
1. Pengobatan dilakukan oleh petugas kesehatan terhadap santri dan masyarakat Pondok Pesantren yang sakit yang dirujuk pihak Pondok Pesantren.
2. Rujukan kasus yaitu kegiatan merujuk santri dan mayarakat Pondok Pesantren yang mmengidap penyakit tertentu ke fasilitas rujukan legih lanjut untuk mencegah penyakit berkembang lebih lanjut.
Peran serta lain yang biasanya dilakukan oleh pihak Pondok Pesantern adalah dalam hal pelayanan gizi di Pondok Pesantren dengan cara :
1. Pemantauan status gizi masyarakat Pesantren dengan kegiatan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.
2. Pemanfaatan halaman/pekarangan, yaitu memanfaatkan lahan untuk pertanian atau perikanan/peternakan guna kelengkapan gizi santri.
3. Penanggulangan masalah gizi. Kegiatan bekerja sama dengan pihak kesehatan dalam rangka mengatasi masalah gizi utama (Gaki atau gangguan akibat kekurangan iudiom, Anemia gizi besi, Kurang Energi Protein, Kekurangan vitamin A).
4. Pengelolaan makanan memenuhi syarat kesehatan
Masalah lain yang juga berhubungan dengan peran serta Pondok Pesantern guna meningkatkan derajat kesahatan masyarakat Pondok Pesantern adalah tentang kesehatan lingkungan di Pondok Pesantren yang meliputi :
1. Lingkungan dan bangunan pondok Pesantren haruslah dalam keadaan bersih tersedia sarana sanitasi yang memadai dan memenuhi syarat kesehatan., bangunan yang kukuh.
2. Tata Ruang, sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan.
3. Konstruksi bangunan sesuai dengan persyaratan kesehatan.
4. Kamar/ruang cukup untuk dihuni oleh santri dan sesuai dengan ketentuan kesehatan.
Keterlibatan Pondok Pesantren dalam hal kesehatan yang lain adalah tersedianya Pos Obat Desa (POD). Pos Obat Desa yang dimaksud adalah suatu tempat dimana masyarakat warga Pondok Pesantren yang sakit dapat dengan mudah memperoleh obat untuk mengobati santri dengan murah dan bermutu. Obat-pbat yang dipakai adalah obat-obat yang diperbolehkan yaitu sesuai dengan letentuan dari pihak kesehatan. Pengelola POD adalah kader yang telah dilatih yang berada di Pondok Pesantren.


PENUTUP

Dalam pembangunan nasional diperlukan sumber daya manusia yang bermutu. Salah satu upaya untuk memenuhi tuntutan itu adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pondok Pesantern adalah salah satu lembaga pendidikan yang melakukan kegiatan tersebut.
Peran Pondok Pesantern dalam hal ini meliputi keterlibatan dalam upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Semua kegiatan didukung juga oleh sector terkait yaitu pihak kesehatan dan pihak lain yang ada hubungannya dengan Pondok Pesantren.
Keterlibatan Pondok Pesantren adalah salah bentuk kemandirian yang perlu terus dibina guna derajat kesehatan yang optimal merata disemua lapisan masyarakat termasuk warga pondok pesantren.
Hubungan yang baik antara Pondok Pesantren dan kesehatan didukung lintas sector lain merupakan kunci keberhasilan dari kemandirian Pondok Pesantren dalam bidang kesehatan.


Daftar Pustaka

Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat Depkes RI, 1998, Buku Pedoman Pelaksanaan Upaya Kesehatan Anak Usia Sekolah Di Pondok Pesantren, Jakarta : Depkes RI

Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat Depkes RI, 1998, Buku Pedoman Pelaksanaan Upaya Kesehatan Anak Usia Sekolah Putus Sekolah Melalui Kelompok Dasawisma, Jakarta : Depkes RI

Pusat Promosi Depkes RI, 2005, Gaya Hidup Sehat Menurut Agama Islam, Jakarta : Depkes RI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...