Rabu, 23 Januari 2013

MANAJEMEN KEBIDANAN


MANAJEMEN KEBIDANAN

PENGERTIAN
Manajemen Kebidanan adalah metode dan pendekatan  pemecahan masalah lesehatan Ibu dan Anak yang khusus dilakukan oleh Bidan di dalam memberikan asuhan kebidanan pada individu, keluarga, dan masyarakat.
Bidan sesuai dengan perannya sebagai tenaga kesehatan memiliki kewajiban memberikan asuhan untuk menyelamatkan ibu dan anak dari gangguan kesehatan. Untuk melaksanakan asuhan tersebut, digunakan metode dan pendekatan yang disebut MANAJEMEN KEBIDANAN.
Metode dan pendekatan digunakan untuk mendalami permasalahan yang dialami oleh pasien atau klien, dan kemudian merumuskan permasalahan tersebut, serta akhirnya mengambil langkah pemecahannya. Dengan manajemen kebidanan membantu proses berfikir bidan di dalam melaksanakan asuhan dan pelayanan kebidanan.
Manajemen kebidanan sebagai metode dan pendekatan pemecahan masalah harus secara benar dan tepat dikuasai, dan membudaya di masyarakat bidan sendiri. Bidan harus memiliki pola berfikir sistematis sesuai dengan tahapan manajemen kebidanan. Kemampuan berfikir secara analitik dan kritis di dalam mellihat permasalahan dan segala aspek yang mempengaruhinya diperlukan, sehingga selanjutnya dapat secara langsung menetukan tindakan kebidanan yang efektif untuk dilaksanakan dalam upaya menolong pasien atau kliennya.
Dengan manajemen kebidanan, keprofesionalan bidan dituntut sebagai pemberi asuhan yang rasional dalam mengatasi masalah kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana yang menjadi tanggung jawabnya.

LANGKAH – LANGKAH MANAJEMEN KEBIDANAN
Penerapan manajemen kebidanan dalam proses bentuk kegiatan praktek kebidanan, dilakukan melalui suatu proses yang disebut langkah – langkah atau proses manajemen kebidanan.
Langkah – langkah manajemen kebidanan adalah sebagai berikut :
Pertama, identifikasi dan analisi masalah
Kedua, perumusan masalah ( diagnosa )
Ketiga, perencanaan tindakan
Keempat, pelaksanaan tindakan dan intervensi
Kelima, evaluasi hasil tindakan.
Proses manajemen kebidanan merupakan proses yang terus menerus. Bila langkah kelima telah dilakukan, dan kemudian timbul masalah baru atau langkah keempat ( pemecahan masalah ) tidak tepat, maka proses kembali ke langkah pertama.
Langkah – langkah tersebut dijelaskan sebagai berikut :
1.    Identifikasi dan Analisis Masalah
Proses manajemen kebidanan dimulai dengan langkah identifikasi dan analisis masalah. Di dalam langkah pertama ini bidan sebagai tenaga profesional tidak dibenarkan untuk menduga- duga masalah yang terdapat pada pasien atau kliennya. Bidan harus mencari dan menggali data / fakta baik dari pasien / klien, keluarga, maupun anggota tim kesehatan lainnya, dan juga dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bidan sendiri.
Yang dimaksudkan data disini ialah informasi dalam bentuk angka atau bentuk lain. Sedangkan fakta adalah kenyataan  yang ditemukan dalam suatu kejadian atau peristiwa.
Langkah pertama ini mencakup kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis data / fakta untuk perumusan masalah. Langkah ini merupakan proses berfikir yang ditampilkan oleh bidan dalam tindakan yang akan menghasilkan perumusan masalah yang di derita oleh pasien.
a.    Pengumpulan data
Data yang dikumpulkan adalah data subyektif, termasuk biodata, dan data obyektif dari pasien.
1).Data subyektif
Informasi yang termasuk di dalam biodata, adalah mencakup nama, umur, tempat tinggal, pekerjaan, status perkawinan,pendidikan.
Informasi yang terdapat didalam data subyektif lainnya dalam bentuk keluhan – keluhan yang diperoleh dari hasil wawancara langsung kepada pasien ( anamnesa ) atau dari keluarga dan tenaga kesehatan lainnya ( aloanamnesa ).
Pada waktut mengumpulkan data subyektif, bidan harus :
o  Mengembangkan hubungan antar personal yang efektif dengan pasien atau orang lain yang diwawancarai.
o  Lebih memperhatikan hal – hal yang menjaadi keluhan utama pasien dan yang mencemaskan
o  Berupaya mendapatkan data yang sangat bermakna dalam kaitan dengan masalah pasien.
2).Data obyektif
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik, laboratorium sederhana. Pada pemeriksaan fisik, bidan secara sistematis melakukan pemeriksaan inspeksi, palpasi, auskultasi, dan perkusi, sesuai dengan kebutuhan. Secara khusus, bidan melakukan periksa dalam ( pervaginam ).
Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh bidan mencakup pemeriksaan hemoglobin, kadar glukosa, dan protein di dalam urine, dan tes kehamilan.
Pada waktu pengumpulan data obyektif, bidan harus :
o  Mengamati ekspresi dan perilaku pasien
o  Mengamati perubahan / kelainan fisik pasien
o  Memperhatikan aspek sosial budaya pasien
o  Menggunakan tekhnik pemeriksaan yang tepat dan benar.
o  Melakukan pemeriksaan yang terarah dan berkaitan dengan keluhan pasien.
Untuk melengkapi hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bidan, dalam kaitan dengan pengumpulan data obyektif diperlukan data penunjang.
b.    Pengolahan Data
Data yang telah dikumpulkan diolah. Dalam praktek asuhan kebidanan, pengolahan data tidak banyak dilakukan. Pengolahan data pada umumnya dilakukan di dalam kegiatan pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana.
Pengolahan data disesuaikan dengan kebutuhan. Kegiatan pengolahan mencakup menggabungkan dan menghubungkan data satu dengan yang lainnya, sehingga menunjukkan fakta. Tujuan pengolahan data adalah untuk menunjukkan fakta berdasarksan kumpulan data.
c.    Analisis
Data yang telah diolah, dianalisis. Bidan melakukan analisis berdasarkan urutan sebagai berikut :
1). Mencari hubungan antara data yang satu dengan lainnya, untuk mencari sebab dan akibat.
2). Menentukan masalah dan apa masalah utamanya.
3).Menentukan penyebab utamanya
4).Menentukan tingkat resiko masalah
Hasil analisis merupakan langkah awal dari penentuan perumusan masalah untuk menetapkan diagnosa kebidanan.
2.    Diagnosa Kebidanan
Setelah ditentukan masalah, dan masalah utamanya maka bidan merumuskannya kedalam suatu pernyataan yang mencakup kondisi, masalah, penyebab, dan prediksi terhadap kondisi tersebut. Prediksi yang dimaksud mencakup masalah potensial dan prognosa. Hasil dari perumusan masalah merupakan keputusan yang ditegakkan oleh bidan yang disebut diagnosa kebidanan. Dalam menentukan diagnosa kebidnan, pengetahuan keprofesionalan diperlukan.
Diagnosa kebidanan mencakup :
a.    Kondisi pasien yang terkait dengan masalah
b.    Masalah utama dan penyebab utamanya ( tingkat resikonya )
c.    Masalah potensial
d.   Prognosa
Penegakan diagnosa kebidanan dijadikan sebagai dasar tindakan dalam upaya menanggulangi ancaman keselamatan hidup pasien.
Masalah potensial dalam kaitannya dengan diagnosa kebidanan adalah masalah yang mungkin terjadi dan bila tidak segera diatasi akan mengganggu keselamatan hidup pasien. Oleh karena itu, masalah potensial harus segera di antisipasi, dicegah dan diawasi dan segera dipersiapkan tindakan untuk mengatasinya.
3.    Perencanaan
Berdasarkan diagnosa yang ditegakkan, bidan menyusun rencana kegiatannya. Rencana kegiatan mencakup tujuan dan langkah – langkah yang akan dilakukan oleh bidan dalam melakukan intervensi untuk memecahkan masalah pasien. Didalam rencana kegiatan yang disusun, termasuk rencana evaluasi.
Berdasarkan dengan hal tersebut diatas, maka langkah penyusunan rencana kegiatan adalah sebagai berikut :
a.    Menentukan tujuan tindakan yang akan dilakukan. Didalam tujuan tersebut dikemukakan sasaran dan hasil yang akan dicapai.
b.    Menentukan langkah – langkah tindakan sesuai dengan masalah dan tujuan yang akan dicapai. Langkah – langkah tindakan mencakup kegiatan yang dilakukan secara mandiri, kegiatan kolaborasi atau rujukan.
Kegiatan kolaborasi adalah kegiatan yang dilakukan bersama dengan tenaga kesehatan lain. Kegiatan rujukan adalah kegiatan penyiapan yang dilakukan oleh bidan terhadap pasien yang akan dirujuk ke tenaga ahli yang terkait. Di dalam penentuan langkah – langkah kegiatan tersebut ditentukan tujuan masing – masing.
c.    Menentukan kriteria evaluasi dan keberhasilan.
Di dalam rencana kegiatan ditentukan juga kriteria evaluasi dan keberhasilan tindakan.
Kriteria evaluasi dan hasil tindakan perlu ditentukan untuk mengukur keberhasilan dari pelaksanaan asuhan yang dilakukan, bila kegiatan asuhan mengikuti kriteria dan mencapai hasil yang telah ditetapkan, maka masalah telah dapat di atasi. Dan bila terjadi kesenjangan atau ketidaksesuaian, maka bidan harus kembali ke langkah pertama. Perencanaan yang disusun oleh bidan haruslah komprehensif mencajup penanganan keseluruhan masalah termasuk masalah potensialnya. Perencanaan mencakup kegiatan bimbingan dan konsultasi yang dilakukan terhadap pasien. Semua rencana ini harus rasional. Sebelum rencana dilaksanakan harus disepakati oleh pasien terlebih dahulu.
4.    Pelaksanaan
Langkah pelaksanaan didalam proses manajemen kebidanan dilakukan oleh bidan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pada langkah pelaksanaan ini, bidan melakukannya secara mandiri. Pada pelaksanaan penanganan kasus-kasus yang didalamnya memerlukan tindakan diluar kewenangan bidan, perlu dilakukan kegiatan kolaborasi atau rujukan. Pada langkah pelaksanaan ini, intervensi dilakukan kepada pasien. Selama melakukan tindakan intervensi, bidan mengawasi dan memonitor kemajuan kesehatan pasien. Pelaksanaan tindakan selalu diupayakan didalam waktu yang singkat, efektif, hemat, dan berkualitas.
5.    Evaluasi
Langkah akhir dari proses manajemen kebidanan adalah evaluasi. Evaluasi adalah tindakan pengukuran antara keberhasilan dan rencana. Jadi tujuan evaluasi didalam manajemen kebidanan adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan tindakan kebidanan yang dilakukan. Alat untuk pengukur keberhasilan tindakan kebidanan telah ditetapkan didalam rencana tindakan.
Evaluasi tidak hanya dilakukan dengan membandingkan keberhasilan dengan tindakan. Evaluasi juga dilakukan dengan membandingkan keberhasilan dengan langkah – langkah manajemen kebidanan lainnya.
Hasil evaluasi merupakan langkah awal dari langkah identifikasi dan analisis masalah selanjutnya, bila diperlukan,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...