Jumat, 25 Januari 2013

ASKEB PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI MANTAP (MOW & MOP)


  1. ASUHAN KEBIDANAN PADA KELUARGA BERENCANA

KONTRASEPSI MANTAP (MOW dan MOP)
           
Kontrasepsi mantap adalah suatu metode kontasepsi yangdilakukan dengan cara mengikat atau memotong saluran telur ( pada perempuan ) atau saluran seperma ( pada lelaki ). Kontap dijalankan dengan melakukan oprasi kecil pada organ reproduksi , baik untuk tubektomi bagi perempuan maupun vasektomi pada laki-laki .Dengan cara ini reproduksi tidak lagi terjadi dan kehamilan akan terhindar untuk selamanya . Karena sifatnya yang permanen Kontrasepsi ini hanya diperkenankan bagi mereka yang sudah mantap untuk memutuskan sudah tidak punya anak (http :// www.kontap.com).

Kontrasepsi mantap dibagi menjadi 2 yaitu :
1.    Kontrasepsi mantap wanita ( Tubektomi )
2.    Kontrasepsi mantap Pria ( Vasektomi )

A.  TUBEKTOMI
1.    Profil
·      Sangat efektif dan permanent
·      Tindakan pembedahan yang aman dan sederhana
·      Tidak ada efek samping
·      Konseling dan informed concent mutlak diperlukan

2.    Pengertian
·      Tindakan oprasi kecil untuk mencegah kehamilan dilakukan pada saluran telur perempuan dengan memotong atau mengikat salah satu bagian yang dilalui sel telur, diharapkan tidak terjadi pembuahan (kehamilan)  ( http://www .kontap.com)
·      Prosedur bedah sukarela untu menghentikan fertilitas (kesuburan) seorang perempuan secara permanent ( saifudin, abdul bari, 2003)

3.    Jenis
a.    Mini Laparotomi
Metode ini , hanya diperlukan sayatan kecil (sekitar 3 cm) baik pada daerah perut bawah (supra pubis) maupun subum bilikal (pada lingkar pusat bawah). Tindakan ini dapat dilakukan terhadap banyak klien , relatif murah dan dapat dilakukan oleh dokter yang dilakukan latihan khusus , Operasi ini aman dan efektif . Metode ini baik untuk masa interval maupunpasca persalinan , pengambilan tuba dilakukan melalui sayatan kecil , setelah itu dinding perut ditutup kembali, luka sayatan ditutup dengan kasa yang kering dan steril dan apabila tidak ditemukan masalah yang berarti, klien dapat dipulangkan setelah 2-4 jam.
b.  Laparaskopi
Prosedur ini memerlukan  tenaga spesialis kebidanan dan penyakit kandungan yang telah dilatih secara khusus agar pelaksanaannya aman dan efektif. Tekhnik ini dapat dilakukan pada 6 – 8 minggu pasca persalinan atau setelah abortus (tanpa komplikasi). Laparaskopi sebaiknya digunakan pada jumlah klien yang cukup tinggi karena peralatan laparaskopi dan biaya pemeliharaannya cukup mahal.
Laparaskopi dapat digunakan dengan anestesi local dan diperlukan sebagai klien rawat jalan setelah pelayanan. peralatan ini memerlukan perawatan yang cukup rumit dan sebaiknya ada tenaga ahli anestesi pada saat tindakan laparaskoppi berlangsung.

4.    Mekanisme Kerja
Dengan mengokulsi tuba fallopi (mengikat dan memotong atau memasang cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.

5.    Manfaat
a.  Kontrasepsi
·      Sangat efektif ( 0,2 – 11 kehamilan / 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan ).
·      Permanent
·      Tidak mempengaruhi proses menyusui (breast feeding)
·      Tidak bergantung pada factor senggama
·      Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi resiko kesehatan yang serius
·      Perdarahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi local.
·      Tidak ada efek samping dalam jangka panjang.
·      Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual.(tidak ada efek pada produksi hormone ovarium)
b.     Non Kontrasepsi
Berkurangnya resiko kanker ovarium.

6.    Keterbatasan
·      Harus dipertimbangkan sifat permanent pada metode kontrasepsi ini (tidak dapat dipulihkan kembali), kecuali dengan operasi rekanalisasi.
·      Klien dapat menyesal di kemudian hari
·      Resiko komplikasi kecil, (meningkat, apabila digunakan anestesi umum)
·      Rasa sakit / ketidaknyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan.
·      Dilakukan oleh dokter yang terlatih (dibutuhkan dokter spesialis ginecologi atau dokter spesialis bedah untuk proses laparaskopi)
·      Tidak melindungi diri dari IMS, termasuk HPV dan HIV / AIDS.

7.    Yang Dapat Menjalani Tubektomi
·      Usia > 26 tahun
·      Paritas > 2
·      Yakin tidak mempunyai keluarga yang besar sesuai dengan kehendaknya
·      Pada kehamilannya akan menimbulkan resiko kesehatan yang serius.
·      Pasca persalinan
·      Pasca keguguran
·      Paham, sukarela, setuju dengan prosedur ini.

8.    Yang Sebaiknya Tidak Menjalani Tubektomi
·      Hamil (sudah terdeteksi / dicurigai)
·      Perdarahan vaginal yang belum jelas hingga harus dievaluasi
·      Infeksi sistemik, atau pelvic yang akut
·      Tidak boleh menjalani proses pembedahan
·      Kurang pasti mengenai keinginannya untuk fertilitas di masa depan
·      Belum memberikan persetujuan tertulis.

9.    Kapan dilakukan
·      Setiap  waktu selama siklus menstruasi apabila diyakini rasional klien tersebut tidak hamil.
·      Hari ke – 6 hingga hari ke – 13 dari siklus menstruasi (fase proliferasi)
·      Pasca persalinan
Mini Laparaskopi      : di dalam waktu 2 hari atau setelah 6 / 12 minggu
Laparaskopi              : tidak tepat untuk klien pasca persalinan
·      Pasca keguguran
Triwulan Pertama : Dalam waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvic (Mini lap atau Laparaskopi)
Triwulan Kedua : dalam waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvic (Minilap saja)

10. Penanganan Atas Komplikasi Yang Mungkin terjadi
Komplikasi
Penanganan
Infeksi Luka
Bila terlihat infeksi luka, obati dengan antibiotic
Demam pasca operasi ( > 38° )
Obati infeksi berdasarkan apa yang ditemukan
Luka pada kandung kemih
Bila kandung kemih atau usus luka, dan diketahui sewaktu operasi, lakukan reparasi primer
Emboli gas ( sangat jarang terjadi )
Mulai resusitasi intensif, termasuk cairan intravena, resusitasi kardio pulmonal dan tindakan penunjang kehidupan lainnya
Rasa sakit pada lokasi pembedahan
Pastikan adanya infeksi atau abses dan obati berdasarkan apa yang ditemukan.
Perdarahan superfinal (tepi  kulit, atau sub cutan)
Mengontrol perdarahan dan obati berdasarkan apa yang ditemukan.

10.     Instruksi Kepada Klien
·      Jagalah luka operasi tetap kering hingga pembalut dilepaskan, mulai aktivitas normal secara bertahap (sebaiknya dapat kembali ke aktifitas normal dalam waktu 7 hari setelah perdarahan)
·      Hindari hubungan intim hingga merasa cukup nyaman, setelah mulai kembali melakukan hubungan intim, hentikan bila ada perasaan kiurang nyaman.
·      Hindari mengangkat benda – benda berat dan bekerja keras selama 1 minggu.
·      Jika sakit, minum 1 atau 2 tablet analgesik satiap 4 hingga 6 jam.
·      Jadwalkan kunjungan pemeriksaan secara rutin antara 7 dan 14 hari setelah pembedahan
·      Kembalilah apabila ada keleuhan atau tanda – tanda yang tidak biasa.

11.     Efek Samping
Dengan kontrasepsi ini, efek samping hampir tidak ada yang pasti muncul hanyalah luka parut kecil bekas operasi di bagian bawah perut.

12.     Rumor – Rumor
Hilangnya gairah sex mengingat sudah tidak ada sel telur yang keluar.

B. VASEKTOMI
1.    Profil
·      Sangat efektif dan permanent
·      Tidak ada efek samping jangka panjang.
·      Tindakan bedah yang aman dan sederhana
·      Efektif setelah 20 x ejakulasi / 3 bulan.
·      Konseling dan informed consent mutlak diperlukan.

2.    Pengertian
·      Prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisaasi tidak terjadi (Saiful, Abdul Bari, 2003)
·      Menutup saluran bibit laki – laki dengan melakukan operasi kecil pada kantong zakar sebelah kanan dan kiri. (http://www.Kontap.com)

3.    konseling Informasi dan Persetujuan Tindakan Medis
·      klien harus diberi informasi bahwa prosedur vasektomi tidak mengganggu hormone pria dan tidak menyebabkan perubahan kemampuan / kepuasan seksual.
·      Setelah prosedur vasektomi digunakan salah satu kontrasepsi terpilih hingga spermatozoa yang tersisa dalam vesikula seminalis telah dikeluarkan seluruhnya, maka akan menunjukkan hasil negative setelah 15 – 20 x ejakulasi.

4.    Yang Tidak Cocok Dengan Metode Ini
·      Penderita Hernia
·      Penderita kencing manis (Diabetes)
·      Penderita kelainan pembekuan darah
·      Penderita penyakit kulit/ jamur di daerah kemaluan
·      Tidak tetap pendiriannya
·      Memiliki peradangan pada buah zakar.

5.    Yang Dianggap Cocok dengan Metode Ini
·      Pasangan yang tidak ingin menambah jumlah anak.
·      Pasangan yang istrinya sudah sering melahirkan.
·      Memiliki penyakit yang membahayakan kesehatan.
·      Pasangan yang telah gagal dengan kontrasepsi lain.

6.    Hal Yang Harus Diinformasikan kepada klien setelah operasi
·      Luka yang sedang dalam penyembuhan jangan ditarik – tarik atau digaruk.
·      Boleh mandi setelah 24 jam, asal daeah luka tidak basah, setelah 3 hari, luka boleh dicuci dengan sabun dan air.
·      Pakailah penunjang skrotum, usahakan daerah operasi kering.
·      Jika ada nyeri, berikan 1 – 2 tablet analgetik seperti parasetamol atau ibu profen setiap 4 – 5 jam.
·      Hindari mengangkat barang berat dan kerja keras untuk 3 hari
·      Boleh bersenggama setelah hari ke -2 atau ke – 3, namun untuk mencegah kehamilan, pakailah kondom atau cara kontrasepsi lain selama 3 bulan atau sampai ejakulasi 15 – 20 kali.
·      Periksa selama 3 bulan pasca vasektomi atau sesudah 15 – 20 kali ejakulasi.

7.    Penilaian Klinik
·      Riwayat yyang perlu diketahui dari seseorang calon akseptor vasektomi;
·      Riwayat operasi pada skrotalis dan inguinalils.
·      Riwayat disfungsi seksual termasuk impotensi
·      Hernia inguinalis
·      Riwayat alergi
·      Adanya proteinuria atau diabetes mellitus.

8.    Komplikasi
·      Komplikasi selama prosedur dapat berupa komplikasi akibat reaksi amafilaktik yang disebabkan oleh penggunaan lidokain atau manipulasi berlebihan terhadap anyaman pembuluh darah disekitar vasa diferensia.
·      Kokmlikasi pasca tindakan dapat berupa hematoma skrotalis, infeksi atau abses pada testis, epididimis kongestif atau peradangan kronik granuloma di tempat insisi. Penyulit jangka panjang yang dapat mengganggu upaya pemulihan fungsi reproduksi adalah terjadinya antibody sperma.

9.    Rumor – rumor
·      Gairah sex menurun
·      Menyebabkan impotent.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...