Minggu, 11 Oktober 2009

HORMON ADRENOKORTIKOTROFIK DAN FUNGSI KORTEKS ADRENALIS

ACTH adalah polipeptida yang sekresinya diatur oleh CRF yang berasal dari hipotalamus, dengan umpan balik dari kadar kortisol plasma yang bersikulasi. ACTH bekerja atas korteks adrenalis untuk menimbulkan hyperplasia dan untuk merangsang konversi kolesterol menjadi pregnenolon dan progesterone. Jadi merangsang pembentukan glukokortikoid dna androgen adrenalis.

Hormone-hormon korteks adrenalis
Dua jenis hormone utama, kortikostiroid dan androgen disintesa di dalam dan disekresi oleh korteks adrenalis, normalnya mungkin juga ia mensekresikan sejumlah kecilestrogen dan progesterone.



1. Kortikostiroid
Kortikostiroid utama yang disekresi oleh korteks adrenalis manusia adalah aldosteron (dari zona glomerulosa), kortisol dalam farmasi dinamai hidrokortison (dari zona fasikulata) dan kortikosteron (dari kedua lapisan). Kortisol disentesa dari progesterone oleh kerja hidroksilase berurutan (monooksigenase steroid) dan aldosteron oleh jalur berbeda melalui kotikosteron. Kortison merupakan steroid sinteti, yang bukan merupakan sekresi normal.
2. Androgen
Sekresinya di dalam glandula adrenalis dirangsang oleh ACTH, mungkin dengan sinergisme gonadotrofin. Estrogen dan progesterone adrenalis berlaku sebagai yang meningkatkan pertumbuhan karsinoma prostate dan payudara yang tergantung atas hormone.Hormone-hormon adrenokortikal di dalam plasma dan urina.
Kortisol merupakan glukokortikoid utama di dalam plasma. Sekitar 5% yang aktif dan bersirkulasi dalam keadaan bebas, sisanya terikat ke B-globulin yang relative spesifik (BCG, transkortin), dan sedikit yang terikat ke albumin. Konsentrasi yang terikat globulin di dalam plasma, yaitu yg diikat transkortin dan kortisol total, ditingkatkan oleh estrogen endogen dan eksogen terutama kehamilan dan kontraseptif hormonal.
Terdapat variasi sirkadian yg jelas, nilai rujukan untuk kortisol plasma pd tengah malam adalah 50-280 nmol/l dari pada 09:00 adalah 200-700 nmol/l. glukokortikoid diekskresikan ke dalam urina, terutama dalam bentuk tereduksi dikonjugasi dengan asam glukuronat.

Hiperaktivitas adrenokortikal
Sekeresi hormone korteks adrenalis yg berlebihan bias berasal dari hyperplasia atau tumor korteks adrenalis dan bias sekunder terhadap peningkatan sekresi ACTH.
1. Sindroma Cushing.
Ini ditandai oleh peningkatan konsentrasi kortisol bebas yg bersirkulasi. Sering ia disertai dengan sekresi ACTH yg berlebihan oleh pituitaria anterior yg aktif secara berlebihan disertai dengan menghilangnya irama sikardian. Sindrom ini bisa disebabkan oleh tumor pituitaria yang mensekresikan ACTH atau oleh tumor adrenalis yg secara autonom mensekresikan kortisol secara berlebihan dengan penekanan sekresi ACTH.
2. Sindroma adrenogenital (hyperplasia adrenalis congenital)
Kesalahan metabolime bawaan yg lazim ini disebabkan oleh sekresi androgen berlebihan dan terlihat sebagai virilisme tanpa efek mental oleh glukokortikoid. Ia disebabkan oleh hambatan metabolic. Di dalam sintesa kortisol dari progesterone dan difisiensi kortisol yang bersirkulasi (umumnya normal rendah) menyebabkan sekresi ACTH berlebihan oleh tak adanya umpan balikinhibasi. Mungkin ada penyakit pseudo-addison disertasi difisiensi natrium, karena difisiensi sekresi kortisol dan aldosteron bila difisiensi enzim lebih lengkap.
3. Tumor
Biasanya tumor korteks adrenalis benigna atau maligna menimbulkan sindroma yang disertai campuran aspek metabolic dan varilisasi, salah satu mungkin dominant: sekresi ACTH tertekan. Pada umumnya tumor benigna menghasilkan 1 hormon (tetapi sering bukan endokrin), dan tumor maligna yang lain sering menghasilkan hormone.
4. Aldosteronisme primer (Sindroma Conn)
Terdapat tumor korteks adrenalis yg jarang dan kadang-kadang hyperplasia yang hanya menghasilkan aldosteron secara berlebihan dan menyebabkan aldosteronisme primer-sekresi yang tidak sesuai. Ini ditandai oleh hipokalemia (karena kehilangan kalium melalui urina dan usus) serta kelmahan otot; alkalosis, poliuria, HT dan umumnya ada retensi natrium.
Aldosteron sekunder bisa ditemukan pada keadaan dengan kehilangan natrium dari cairan ekstraseluler seperti SN, sirosis dan asites, payah jantung kongestif dan karena bermacam-macam diuretika. Pada keadaan ini lebih jarang terdapat hipokalemia serta aldosteron dan rennin plasma meningkat-sekresi sesuai.

Hipoaktivitas adrenokortikal
Hiposekresi sekunder kronika dari hormone korteks adrenalis mungkin akibat hipopituitarisme; biasanya kemudian terdapat gambaran hipopituitarisme lainnya, tetapi sekresi aldosteron dipertahankan sehingga kemudian keseimbangan natrium dan kaliaum sedikit berubah. Defesiensi ACTH spesifik dapat mengikuti pengobatan kortikostiroid berlebihan.
1. Insufisiensi adrenalis akuta
Ini bisa timbul pada penyakit Addison atau pada sindroma friderichsen waterhouse (perdarahan adrenalis pada septicemia meningokokal atau yang sejenis). Pada krisis addisonian, gambaran metabolic penyakit Addison berat, terutama hiponatremia dan hipotensi disertai urea plasma yang tinggi dan hipoglikemia.




Tes stimulasi dan supresi untuk fungsi adrenokortikoid
1. Tes tetrakosaktrin singkat
Prosedur standar cepat adalah mengukur respon kortisol plasma trhdp ponpeptida kortikotrotin sintetik,tetrakosaktrin (synacthen, Ciba).Interpretasi: pd org normal nilai dsr > 250nmol/l, dan terdapat penngkatan sekurang-kurangnya 300nmol/l di atas nilai dasar pada menit ke 30. pada sindroma cushing (hyperplasia) mungkin ada respon berlebihan; tumor adrenalis autonom tak berespon.
2. Tes tetrakosaktrin yang diperpanjang
Interpretasi: pada orang yang normal terdapat peningkatan kortisol plasma pada hari pertama sampai di atas 1400 nmol/l. pada penyakit Addison tak ada peningkatan walaupun sampai 3 hari, sedangkan pada hipofungsi adrenokortikal sekunder terhadap difisiensi pituitaria nilai ini bisa melebihi dari 700nmol/l setelah suntikan ke 3.
3. Tes supresi deksametason.
Interperetasi: pada orang normal kortikostiroid dan plasma tertekan pada dosis lebih rendah di bawah 50% nilai dasar. Pada deksametashon dalam dosis lebih rendah, pasien dengan sindroma cushing akan memperlihatkan tak adanya supresi tanpa memandang sebabnya, pada dosis lebih tinggi yang dengan hyperplasia mendapat supresi 50% atau lebih, sedangkan yang dengan adenoma atau karsinoma ataupun pembentukan ACTH ektopik tak dipengaruhi.
4. Tes metirapon
Interpretasi: orang normal memperlihatkan peningkatan nilai kortikostiroid urina sekurang-kurangnya 35umol/24jam dan peningkatan 2x lipat di atas kadar istirahat. Respon subnormal dengan adanya fungsi adreno atau pituitaria anterior. Sebagai tambahan, pasien dengan tumor korteks adrenalis autonom tak berespon.
5. Tes lainnya
Ini terutama digunakan dalam keadaan khusus dan harus mengikuti prosdur setempat. Ia mengikuti penggunaan hipoglikemia yang diinduksi insulin atau pirogen sebagai agen stress bagi hipotalamus melalui pusat yang lebih tinggi atau menggunakan lisin-vasopresin sebagai corticotrophin releasing factor sintetic untuk merangsang pituitaria anterior.

Sumber :

Materi Kuliah Patologi Klinik
Dosen : dr.Hatta Antemas


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...